IKAN LEMURU BERBAJU SARDEN


Boleh taruhan, tanyakan kepada sepuluh orang kawan tentang ikan lemuru. Niscaya sebagian besar, atau bahkan mungkin seluruhnya, bakal mengernyitkan dahi. Ikan apaan tuh? Tapi coba tanyakan tentang ikan sarden kalengan, tentu mereka akan menganggukkan kepala, pertanda mafhum. Bahkan sangat mungkin mereka sering atau setidaknya pernah menyantapnya.

Penulis: Khairul Amri, S.Pi., M.Si., peneliti di Balai Riset Perikanan Laut, Jakarta
Itulah kehebatan sebuah nama.

Mirip mi instan, ikan kalengan juga populer sebagai pilihan lauk cepat saji bagi mereka yang tak mau repot meracik bumbu. Penggemarnya mulai dari kalangan ibu-ibu yang tak pintar memasak, anak kos, sampai mereka yang gemar bertualang di alam.

Di Indonesia, pasaran ikan kaleng pelagis (ikan permukaan laut) didominasi ikan sarden (sardines) dan makarel (mackerel). Khusus produk ikan sarden kalengan domestik, bahan bakunya bisa dipastikan ikan lemuru (Sardinella lemuru). Ikan ini banyak terdapat di Selat Bali, wilayah perairan antara Banyuwangi (Jawa Timur) dan Bali. Dalam versi Inggris, ikan ini disebut bali sardinella. Sementara, yang terkenal sebagai ikan sarden sebetulnya sarden jepang (Sardinella melanostica).

Karena nama lemuru kurang memiliki nilai jual, maka yang dicantumkan di dalam kaleng hanya nama depannya. Jadilah si lemuru dijual sebagai sarden atawa sardencis. Mirip kebiasaan artis yang suka memakai nama beken ketimbang nama aslinya. Dengan kata lain, saat “memasak” sarden, tak perlu mencari-cari nama lemuru di kalengnya. Dijamin tidak akan ditemukan.

Tapi ini bukan perkara tipu-menipu karena ikan lemuru memang masih sekeluarga sarden-sardenan. Dari segi nutrisi pun ikan lemuru tidak kalah bergizi dibandingkan dengan sarden jepang. Bedanya cuma perkara tempat hidup.

Indonesia sebetulnya punya beberapa jenis sarden. Sebut saja Sardinella longiceps, Sardinella sirm, Sardinella leigaster, dan Sardinella clupeoides. Nama-nama ini merupakan produk tangkapan yang berasal dari Pulau Seribu, Pekalongan, Tegal, dan Pelabuhan Ratu. Hanya saja populasinya relatif kecil sehingga kalah ngetop dengan lemuru selat Bali. Continue reading “IKAN LEMURU BERBAJU SARDEN”

Advertisements

Sukses Membudidaya Ikan Arwana


Reporter : Asep Syaifullah
Juru kamera : Ahmad Susanto
Lokasi : Munjul, Jakarta Timur

Ikan arwana memang eksotis. Bentuk tubuhnya yang gagah, dan warna sisiknya yang mempesona membuat ikan ini banyak digemari orang. Apalagi banyak juga yang meyakini, ikan arwana merupakan ikan keberuntungan. Salah satu jenis ikan arwana unggulan adalah arwana super red. Harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Salah seorang yang menggeluti usaha budidaya ikan arwana super red ini adalah Tris Tanoto, di kolam miliknya di Jalan Raya Hankam, Munjul, Jakarta Timur. Untuk mencapai lokasi kolam ikan arwana Tris Tanoto dari Jakarta, dapat melalui jalan tol Jagorawi. Keluar di pintu tol Cibubur, mengambil arah ke arah Munjul, Jakarta Timur.

Di 12 kolam seluas 3.500 meter persegi inilah, Tris Tanoto memelihara sekitar 500 ekor ikan arwana, dengan dibantu 30 orang karyawannya. Dia telah menggeluti usaha ini sejak 20 tahun lalu.

Yang terpenting diperhatikan dalam memelihara ikan arwana adalah air kolamnya. Karena ikan arwana menyukai air yang jernih dan volumenya cukup. Rata – rata kedalaman air kolam ikan arwana antara 1,5 meter hingga 2 meter.

Selain itu, yang perlu diparhatikan juga adalah pakannya. Di tempat ini, Tris Tanoto juga melakukan pengembang biakan ikan arwana. Saat bertelur, induk ikan dipisahkan agar telurnya tetap utuh. Continue reading “Sukses Membudidaya Ikan Arwana”

Budidaya Ikan Gurame


Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Mugiwiyono
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Sukabumi, Jawa Barat
Tayang : Sabtu, 29 September 2007 Pukul 07.00 WIB

Budidaya ikan gurame merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni. Nilai ekonomi ikan gurame cukup tinggi, lebih baik dibandingkan ikan air tawar lainnya, seperti ikan mas dan ikan mujair. Keuntungannya cukup menjanjikan, bisa mencapai tiga kali lipat dari modal.

Salah satu lokasi budidaya ikan gurame terdapat di Sukabumi, Jawa Barat. Salah seorang diantara petani ikan gurame adalah Deni Rusmawan. Untuk mencapai lokasi budidaya ikan gurame di Sukabumi dari Jakarta dapat melalui jalan Tol Jagorawi, keluar di pintu Tol Ciawi, lalu mengambil arah ke kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Bhayangkara.

Proses budidaya ikan gurame di tempat ini dimulai dari seleksi indukan, pemijahan, pendederan hingga pembesaran. Indukan ikan gurame dipilih yang telah berusia lebih dari tiga tahun, dan sudah matang gonad, sehingga siap untuk pemijahan.

Syaratnya, sperma induk jantan dan indung telur induk betina banyak dan berkualitas. Pemijahan ikan gurame dilakukan di kolam khusus. Setiap satu induk jantan dapat membuahi tiga induk betina. Di kolam khusus ini disediakan jerami berbentuk lorong, sebagai sarang induk betina.

Setelah seminggu dikawinkan, induk ikan gurame betina akan bertelur. Usia produktif ikan gurame ini bisa mencapai 10 tahun. Di kolam ini dipelihara ikan gurame jenis soang dan blue safir. Kedua jenis ikan gurame ini lebih tahan terhadap penyakit dan perubahan cuaca yang ekstrim.

Bibit ikan gurame yang dihasilkan sudah dapat dipasarkan mulai dari usia dua minggu hingga tiga minggu, dengan ukuran dua hingga tiga centimeter. Harganya berkisar 400 hingga 500 rupiah per ekor. Pembesaran ikan gurame dilakukan dengan cara sederhana.

Ikan diberi makan tiga kali sehari. Takaran pakannya sekitar tiga persen dari berat tubuh ikan. Selain itu diberi makanan tambahan berupa daun talas. Bibit ikan gurame yang dihasilkan dijual kepada petani keramba di Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata, Jawa Barat.

Sedangkan ikan gurame besar dengan bobot sekitar setengah kilogram per ekor dipasarkan ke wilayah sekitar Sukabumi, Banten dan Jakarta. Harganya berkisar 20 ribu hingga 25 ribu rupiah per kilogram.

Untuk memperkokoh bisnis ikan guramenya, Deni bergabung dalam asosiasi pembudidayaan dan pengusaha gurame se Kabupaten Sukabumi. Melalui asosiasi tersebut, ikan gurame hasil budidaya deni dipasarkan hingga ke daerah di luar Pulau Jawa, seperti Bali, NTB dan Sulawesi. (Helmi Azahari/Dv/Ijs)

dari : indosiar.com

Usaha Budidaya Ikan Lele


Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru Kamera : Damar Galih, Sugeng Riyadi
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Kampung Cibodas, Cibadak, Lebak, Banten

Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni. Permintaannya selalu ada, karena ikan ini banyak diminati. Terutama untuk dijadikan lauk makanan.

Salah satu tempat budidaya ikan lele terletak di Kampung Cibodas, Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak, Banten. Pemiliknya Haji Aip Suhendri. Letak kolam budidaya lele ini tidak jauh dari pusat kota Kabupaten Lebak, Banten.

Disini terdapat 15 kolam dengan ukuran 5 kali 10, yang berisi ribuan ekor ikan lele. Budidaya ikan lele di tempat ini dilakukan mulai dari pembenihan. Untuk proses pembenihan disini terdapat 150 ekor induk lele yang berat per ekornya bisa mencapai 4 kilogram. Continue reading “Usaha Budidaya Ikan Lele”

Sukses Mengekspor Ikan Hias Corydoras


Reporter : Asep Syaifullah
Juru Kamera : Ahmad Susanto
Lokasi : Pondok Cabe, Tangerang, Banten
Tayang : 19 Mei 2007 Pukul 06.00 WIB

Ikan hias corydoras merupakan ikan hias primadona ekspor. Permintaan terhadap ikan hias ini datang dari Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Eropa. Salah seorang yang menggeluti usaha pembibitan ikan hias corydoras adalah Imam, di aquarium budidaya miliknya di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang, Banten.

Untuk mencapai tempat pengembang biakkan ikan hias corydoras milik imam dari Jakarta dapat mengambil arah ke Lebak Bulus. Lalu dilanjutkan ke arah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang, Banten. Di tempat ini, Imam memiliki sekitar 700 aquarium untuk membudidayakan ikan hias corydoras.

Dari sekitar 80 spesies ikan hias corydoras, beberapa diantaranya telah dapat ditangkarkan di Indonesia. Antara lain jenis corydoras sterbey, panda, adolfoi dan albino. Corydoras adolfoi aslinya berasal dari Brazil. Permintaan dari luar negeri untuk ikan hias jenis ini bisa mencapai puluhan ribu ekor per bulan.

Proses pembibitan ikan hias dimulai dari perkawinan antara ikan jantan dan betina. Setelah dua bulan dikawinkan, satu indukan ikan corydoras dapat menghasilkan 200 hingga 500 telur. Telur akan menetas dalam waktu 3 hingga 5 hari. Dan berubah menjadi larva. Continue reading “Sukses Mengekspor Ikan Hias Corydoras”

Budidaya Ikan Air Tawar


Reporter : Lenasari Aristianto – Yadi Supyandi
Juru Kmera : Damar Galih
Lokasi : Cirata, Cianjur, Jawa Barat
Tayang, Sabtu, 2-6-2007, Pukul 07.00 WIB

Budidaya ikan air tawar merupakan usaha yang menjanjikan keuntungan. Salah satu tempat budidaya ikan air tawar adalah di Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat. Budidaya ikan air tawar di tempat ini dilakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran ikan.

Salah seorang yang menekuni usaha budidaya ikan air tawar adalah Edi Mulyadi. Dia melakukan pembibitan di kolam darat, hingga pembesaran ikan di keramba terapung.

Untuk mencapai lokasi budidaya ikan air tawar milik Edi dapat mengambil arah ke Cianjur, lalu menuju ke kawasan Pantai Meleber, Cirata.

Kolam pembibitan ini ada yang diperuntukkan untuk ikan mas, ikan nila dan ikan gurame, mulai dari berbentuk larva hingga menjadi anakan ikan,

Di tempat ini anak ikan dipelihara selama setengah bulan, hingga berukuran tiga centimeter. Kemudian anak ikan yang berkualitas bagus dipindahkan ke keramba terapung di Waduk Cirata.

Untuk menuju keramba terapung di Waduk Cirata harus menggunakan perahu. Lama perjalanan sekitar sepuluh menit. Barulah sampai ke keramba terapung milik Edi.

Di keramba terapung ini, Edi memiliki 25 kolam pembesaran ikan air tawar yang dijaga dua orang karyawannya. Ikan air tawar yang dibesarkan disini ikan nila, ikan mas, dan ikan gurame. Ikan nila dapat dipanen dalam waktu tiga hingga empat bulan. Continue reading “Budidaya Ikan Air Tawar”

Menggeluti Usaha Budidaya Ikan Koi


Reporter : Jenny Tan
Juru Kamera : Joni Suryadi, L Agung Nugroho
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat

Liukan sekelompok ikan koi yang sedang diberi makan ini terlihat sempurna dan penuh keindahan. Selaras dengan keindahan tubuhnya, ikan koi juga merupakan ikan pembawa keberuntungan. Karena itu, ikan ini tidak hanya layak dikoleksi, tetapi juga dibudidayakan. Salah satu tempat budidaya ikan koi adalah Koi Collection milik Roni, di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

Untuk mencapai Koi Collection milik Roni, dapat melalui Jalan Tol Jagorawi, keluar pintu tol Jati Asih, lalu mengambil arah ke Komsen. Letaknya di Desa Jati Asih, Kecamatan Jati Asih, Bekasi.

Tempat ini merupakan salah satu pilihan pehobi ikan koi menambah koleksinya. Disini sang pemiliknya, Roni, membudidaya ikan koi dengan konsep kembali ke alam Indonesia. Konsep versi Roni ini memberi naungan pada kolam koi dengan bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia.

Walau sepintas tampak sederhana, namun koleksi ikan koi Roni tidak sesederhana naungan atap dan tiang bambunya. Koleksi koi disini kerap menyabet berbagai gelar bergengsi pada kontes ikan koi. Continue reading “Menggeluti Usaha Budidaya Ikan Koi”

Budidaya Rumput Laut


Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru Kamera : Medi Kuswadi
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Badung, Bali
Tayang : 18 Agustus 2007 pukul 07.00 WIB

Budidaya rumput laut merupakan salah satu jenis usaha yang dapat ditekuni. Permintaan pasarnya cukup besar, tidak saja untuk dikonsumsi dan dibuat produk makanan, tetapi juga sebagai bahan baku obat dan produk kosmetika.

Salah satu lokasi budidaya rumput laut terdapat di wilayah Kutuh, Bali. Di tempat ini banyak petani yang menggeluti usaha ini.

Untuk mencapai lokasi budidaya rumput laut, dari kota Denpasar, Bali, dapat melalui wilayah Jimbaran, Nusa Dua, Bali, menuju ke Kabupaten Badung. Perjalanan sejauh 30 kilometer dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Rumput laut yang dibudidayakan disini terdiri dari dua jenis, Jenis cottoni dan spinosum. Areal untuk budidaya rumput laut ini jumlahnya sekitar 39 hektar. Pasar yang paling bagus saat ini adalah untuk rumput laut jenis spinosum. Continue reading “Budidaya Rumput Laut”

Budidaya Ikan Mas


Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru Kamera : Ahmad Susanto, Dedi Suhardiman
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Cipedes, Tasikmalaya
Tayang : 8 September 2007 Pukul 07.00 WIB

Budidaya ikan mas banyak digeluti petani ikan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Wilayah Tasikmalaya memang sangat cocok untuk usaha budidaya ikan mas, karena cuacanya mendukung dan memiliki sumber air yang cukup. Budidaya ikan mas disini dilakukan petani mulai dari pembibitan hingga pembesaran.

Salah satu lokasi budidaya ikan mas, terletak di Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, yang dikelola Haji Jaka.

Untuk mencapai lokasinya dari Jakarta dapat melalui jalan tol Jakarta � Cipularang, keluar di pintu tol Cileunyi, Bandung. Selanjutnya perjalanan diteruskan kearah Tasikmalaya.

Di areal seluas lebih dari 13 ribu meter persegi, yang terletak di Jalan Cigeureung, Nagarasari, Cipedes, Tasikmalaya, inilah Haji Jaka membudidayakan ikan mas mulai dari pembibitan hingga pembesaran.

Sebelum bibit ikan mas ditebar, kolam harus diolah terlebih dahulu dan dibersihkan dari rumput serta kotoran. Lalu kolam diberi pupuk kandang. Setelah itu, kolam didiamkan selama sepekan. Barulah kemudian ditebari bibit ikan mas. Continue reading “Budidaya Ikan Mas”

Usaha Budidaya Ikan Patin


Reporter : Jenny Tan, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Damar Galih
Penyunting Gambar : Awan Sutiawan
Lokasi : Sukabumi, Jawa Barat

indosiar.com, Ikan patin atau dalam bahasa latinnya disebut pangasius hipothalmus merupakan ikan konsumsi budi daya ikan air tawar unggulan. Keunggulan ikan patin, dagingnya gurih, mengandung banyak lemak, dan tidak banyak duri. Harganya yang stabil dan cukup tinggi membuat usaha budidaya ikan patin ini menjanjikan keuntungan.

Salah seorang yang menggeluti usaha budidaya ikan patin adalah Yayan Suryana, di kolam ikannya dikawasan Lembur Situ, Sukabumi, Jawa Barat. Perjalanan menuju lokasi budidaya ikan patin di Lembur Situ, dapat ditempuh dengan mobil selama setengah jam dari kota Sukabumi. Mengambil arah ke selatan, tepatnya berada dikawasan Jalan Pelabuhan.

Dilahan seluas satu hektar inilah Yayan Suryana membudidayakan ikan patin. Budidaya dilakukan di kolam air deras, berukuran tiga kali tiga meter persegi. Sumber airnya dari sungai yang dialirkan ke setiap kolam. Air dari kolam kemudian dialirkan kembali ke sungai. Budidaya ikan patin tergolong sulit.

Proses pembenihannya memerlukan pengetahuan tersendiri. Sehingga tidak semua petani ikan air tawar dapat mengawinkan induk ikan patin jantan dan betina sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas baik. Untuk menghasilkan anakan ikan patin dilakukan proses pembenihan di kolam yang disebut bak hatchery. Dibak ini dipasang aerator sehingga pasokan oksigen terjaga. Continue reading “Usaha Budidaya Ikan Patin”

Sukses Membudidaya Ikan Koi


Reporter: Albert Bembot
Juru Kamera : Joni Suryadi – Achmad Susanto
Lokasi : Bogor, Jawa Barat

Ikan koi merupakan komoditi ikan hias unggulan. Corak sisiknya yang berwarna-warni membuat ikan ini banyak digemari, tidak saja di dalam negeri tetapi juga oleh penggemar ikan hias di mancanegara. Harganya yang mencapai jutaan rupiah membuat ikan hias ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain dipasarkan di dalam negeri, ikan koi juga diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Jerman dan Belanda.

Agus Syah Gusman merupakan salah seorang yang sukses menggeluti budi daya ikan koi. Di kolam miliknya di kawasan Tajur, Bogor, Jawa Barat, dikembang biakkan berbagai macam ikan koi kualitas ekspor. Awalnya dia hanya sebagai pengemar ikan koi, namun kini berkembang menjadi usaha yang menjanjikan. Setiap tahun dia mengeksport sekitar duaribu ekor ikan koi ke Jerman.

Untuk mencapai tempat budi daya ikan koi milik Agus Syah Gusman di Bogor, Jawa Barat, dapat ditempuh melalui jalan tol Jagorawi.

Di ruangan tertutup inilah, Agus Syah Gusman, atau yang akrab disapa Agus, memelihara 5 jenis ikan koi sekaligus membudidayakannya. Diruangan, atau yang disebut gallery ini, terdapat beragam jenis ikan koi. Kalau dilihat sepintas, semua ikan bentuknya sama.

Namun kalau diperhatikan, ada perbedaan, yakni pada corak warnanya. Nah, perbedaan corak warna itulah, yang menjadikan ikan koi beragam jenisnya. Ternyata memelihara ikan koi tidak sama dengan memelihara ikan hias biasa.

Untuk menjaga air tetap bersih, setiap kolam dipasang aerator dan pompa, yang fungsinya untuk sirkulasi air. Selain itu juga juga dipasang filter, sehingga air senantiasa jernih, dan terhindar dari kotoran serta lumut.

Untuk makanannya diberi pelet. Sebagai pemelihara ikan koi, Agus tahu betul harus berbuat apa agar kualitas ikan koi tetap terjaga. Selain menjaga kualitas air, ikan juga dikelompokkan berdasarkan ukurannya. Ikan koi jantan dan betina dipisah. Mereka akan disatukan di sebuah kolam khusus yang berada di luar gallery.

Untuk menyatukan ikan jantan dan betina, harus diperhatikan beberapa hal. Ikan betina harus dalam kondisi siap dibuahi, ini akan terjadi saat ikan berusia 2 tahun, dan panjangnya 75 centimeter.

Sekali bertelur ikan koi bisa menghasilkan hingga 12 ribu telur. Agus menyediakan tempat khusus untuk telur-telur ikan koi. Tapi sayangnya, tidak semua telur berkembang menjadi ikan koi kualitas unggul. Ikan yang kualitasnya tidak sesuai standar internasional, akan digabung ke kolam ikan mas.

Sedangkan ikan koi kualitas unggulan diletakkan di dalam kolam di dalam galeri. Ikan ini diperlakukan khusus karena harganya mahal. Untuk ikan yang berukuran 25 centimeter, dihargai 500 ribu sampai 10 juta rupiah. Sedangkan ikan yang panjangnya mencapai 75 centimeter, harganya berkisar 70 juta hingga seratus juta rupiah per ekor.(Helmi Azahari/Ijs)

dari : indosiar.com

Budidaya Ikan Bawal


Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Cameramen : Ahmad Susanto, Dedi Effendi
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Cisaat, Sukabumi
Tayang : 1 September 2007 pukul 07.00 WIB

Ikan bawal air tawar atau colossoma macropomum adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar. Kelebihan ikan bawal ini, ukuran badannya cukup besar, dagingnya gurih, dan tidak banyak duri. Dari sisi rasa, ikan bawal air tawar tidak kalah lezat dibanding ikan bawal air laut.

Ikan bawal air tawar ini kini banyak dibudidayakan petani ikan di Cibaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Salah seorang diantaranya Dadang Sulaiman, yang menekuni budidaya ikan bawal air tawar selama kurang lebih 10 tahun, terutama untuk pembibitan.

Kawasan Cibaraja terletak di Desa Cibolang Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari Jakarta dapat ditempuh dengan mobil selama tiga jam, melalui jalan tol Jagorawi. Setelah keluar pintu tol Ciawi, perjalanan dilanjutkan ke arah Sukabumi, menuju Kecamatan Cisaat.

Usaha yang dilakukan Dadang mulai dari pemijahan. Untuk pemijahan menggunakan indukan yang dipelihara di kolam tanah. Induk bawal ini baru dipindahkan bila akan dilakukan proses pemijahan. Continue reading “Budidaya Ikan Bawal”

Budidaya Kerang Hijau


Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru Kamera : Damar Galih
Penyunting Gambar : Punto Wibisono
Lokasi : Panimbang, Pandeglang, Banten
Tayang : 7 Februari 2008 Pukul 12.30 WIB

Ini merupakan lokasi bagan kerang hijau di perairan Panimbang, Pandeglang, Banten. Areal ini tengah dikembangkan menjadi sentra budidaya kerang hijau, karena lingkungannya masih bersih dan air lautnya belum tercemar.

Lokasinya dari Jakarta dapat dicapai melalui jalan tol Jakarta�Merak, keluar di pintu tol Serang Timur, lalu mengambil arah ke Panimbang dengan menyusuri pantai. Waktu tempuh dari Jakarta sekitar 4 jam perjalanan. Bagan kerang hijau terletak di tengah laut. Untuk mencapainya harus menggunakan perahu motor.

Perjalanan menggunakan perahu motor terasa menyenangkan. Sepanjang perjalanan tampak pemandangan laut yang indah. Tidak lama kemudian, bagan kerang hijau sudah tampak. Ini berarti sebentar lagi perahu motor kami akan sampai.

Inilah bagan kerang hijau. Bagan ini khusus dibuat sebagai lokasi budidaya kerang hijau. Disini disediakan tempat untuk budidaya kerang hijau dengan areal seluas 200 hektar. Di areal ini terdapat sekitar 50 bagan kerang hijau yang diusahakan para petani kerang. Continue reading “Budidaya Kerang Hijau”

Budidaya Ikan Nila Merah


Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Damar Galih
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Cibaraja, Sukabumi, Jawa Barat
Tayang : Sabtu, 27 Oktober 2007 Pukul 07.00 WIB

indosiar.com, Cibaraja – Ikan nila merah merupakan salah satu unggulan budidaya ikan air tawar. Pasarnya cukup menjanjikan, cepat besar dan perawatannya tidak rumit. Salah seorang petani tambak yang menekuni budidaya ikan nila merah adalah Baban Supandi, di Kampung Cimahi, Desa Cibaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Dia telah menekuni usaha ini sejak sepuluh tahun lalu.

Untuk mencapai lokasinya dari kota Sukabumi dapat mengambil arah ke Kampung Cimahi, Cibaraja.

Di tempat ini, budidaya ikan nila merah dilakukan mulai dari pemijahan hingga pembesaran. Daur produksi ikan nila merah sejak pemijahan hingga siap jual memakan waktu sekitar enam bulan.

Sebelum dilakukan pemijahan terlebih dahulu dilakukan seleksi indukan, dengan cara memilih induk jantan dan betina yang telah siap dikawinkan. Indukan dipilih yang telah memiliki bobot lebih dari setengan kilogram. Indukan jantan memiliki banyak sperma, sementara indukan betina perutnya buncit bulat dan telah matang gonad.

Prosesnya perkawinan dilakukan secara mono kultur di kolam. Perbandingannya satu indukan jantan membuahi tiga indukan betina. Setelah dilakukan proses pemijahan akan diperoleh bibit ikan yang ditempatkan di kolam penampungan. Anakan ikan yang dijadikan bibit yang telah berumur dua hingga tiga bulan, dengan panjang antara dua hinga lima inchi. Continue reading “Budidaya Ikan Nila Merah”

Budidaya Ikan Patin di Jatiluhur


Reporter : Claudia Yuniar, Asep syaifullah
Juru Kamera : Ahmad Susanto – Nyoman Ifrozim
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Purwakarta, Jawa Barat
On Air : 15 Nopember 2007 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, – Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, merupakan tempat yang sangat potensial, untuk membesarkan berbagai jenis ikan, salah satunya adalah ikan patin atau dalam bahasa latinnya disebut pangasius sp.

Ikan patin dibesarkan di jaring terapung. Keuntungan pembesaran dengan cara ini, ikan cepat besar dan tidak bau lumpur.

Waduk Jatiluhur dapat ditempuh sekitar setengah jam perjalanan dari Kota Purwakarta, Jawa Barat. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke lokasi keramba terapung di tengah waduk dengan menggunakan perahu bermotor.

Di tempat ini, Alex Kusuma memiliki sekitar 100 jaring terapung. Setiap jaring berukuran 10 kali 10 meter, dan dapat menampung 15 ribu hingga 30 ribu ekor ikan.

Pembesaran ikan patin dipisahkan dalam beberapa jaring. Di jaring terapung ini berisi ikan patin yang sudah berusia 6 hingga 12 bulan, yang telah siap dipanen. Continue reading “Budidaya Ikan Patin di Jatiluhur”