RI Siap Luncurkan Satelit Remote Sensing Kedua


Konon, satelit ini membantu nelayan mencari ikan di perairan RI

ImageVIVAnews – Teknologi pengindraan jauh (remote sensing) terus berkembang. Jika pada 1987 teknologi pemetaan wilayah ini hanya mampu menjangkau radius 30 meter secara akurat, kini seiring berkembangnya teknologi, keakuratan peta sudah mencapai 0,5 meter.

Penggunaannya pun meluas. Pada masa-masa awal, remote sensing digunakan sebatas untuk mengamati cuaca. Penggunaannya kemudian meluas ke ranah militer sebagai satelit mata-mata dalam menentukan peta wilayah. Kini, remote sensing telah dimanfaatkan oleh masyarakat sipil.

Misalnya, peta melalui citra satelit ini sudah bisa dimanfaatkan untuk bidang kesejahteraan masyarakat, di antaranya pengembangan sektor pertanian dan kelautan oleh nelayan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, di sela acara ARCS Bridging Sustainable Asia, Selasa 22 Oktober 2013.
Continue reading “RI Siap Luncurkan Satelit Remote Sensing Kedua”

Google Earth Ungkap Penangkapan Ikan Besar-besaran


Image

 

 

VIVAnews – Citra satelit Google Earth dikenal mampu menampilkan bentuk rinci dari permukaan planet Bumi. Untuk itu, dua peneliti dari University of British Columbia, Kanada, menggunakan Google Earth untuk memantau penangkapan ikan besar-besaran dari ruang angkasa.

Melansir Live Science, 27 November 2013, berkat Google Earth tim peneliti tersebut berhasil mengungkapkan telah terjadi penangkapan ikan secara besar-besaran di wilayah Teluk Persia, yang berada di antara Jazirah Arab dan Iran.

Dari hasil citra satelit itu, peneliti melihat banyak jebakan ikan yang dipasang di lepas pantai di enam negara di wilayah Teluk Persia.

Jebakan ikan itu dibangun dengan menggunakan daun palem dan telah digunakan untuk menangkap ikan dalam jumlah banyak selama berabad-abad. Continue reading “Google Earth Ungkap Penangkapan Ikan Besar-besaran”

1.142 Alat Tangkap Ikan Tak Ramah Lingkungan


Alat tangkap ikan tak ramah lingkungan yang dipergunakan nelayan Demak ternyata masih cukup banyak. Dalam catatan Kantor Kelautan dan Perikanan setempat, terdapat sejumlah 1.142 alat dipakai nelayan.

Seperti Arak 879 buah, Cotok 180, Otok 19 buah dan Garuk 64 buah. Terhadap alat-alat tersebut, kata Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Demak Ir Maryono MM, pemerintah telah melarangnya. Sebab, penggunaan alat itu diyakini merusak ekosisten laut dan dapat mengurangi populasi ikan.
Dampak yang ditimbulkan katanya, antara lain kerusakan pada karang laut. Alat itu dapat menyapu dasar laut sehingga karang yang menjadi tempat berlindung ikan mengalami kerusakan. Selain itu, lubang jaring yang ukurannya kecil mampu menangkap ikan kecil, yakni ikan yang semestinya dibiarkan hidup untuk generasi mendatang. JIka ikan kecil ditangkap, maka pada kurun waktu tertentu, nelayan akan kesulitan mendapatkan ikan.
’’Memang perlu kesadaran dari nelayan. Mereka harus memahami persoalan ini, sehingga tidak memakai alat tangkap yang tak ramah lingkungan,’’ katanya.

Apabila, nelayan masih memakai alat terlarang seperti itu, sama saja dengan menutup mata pencaharian anak cucunya. Karena, ekosistem laut rusak dan tak lagi banyak ikan yang singgah. Menurutnya, banyak alat tangkap yang ramah lingkungan dan mampu mendapat ikan cukup banyak. Seperti jaring pada umumnya, yang juga dipakai kebanyakan nelayan Demak.
Dalam upaya menekan pemakaian alat tangkap ikan yang merusak lingkungan, pihaknya akan terus mengkampanyekan cinta bahari. Diharapkan menggugah kesadaran nelayan dan masyarakat pesisir untuk mempertahankan kelestarian alam bahari.

suaramerdeka.com, 12 Februari 2008

Penangkap Ikan Setnet Akan Diberlakukan


Selasa, 29 Juli 2008 | 18:05 WIB

JAKARTA, SELASA – Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan akan membentuk Tim Nasional Setnet untuk membuat program pemberdayaan nelayan pesisir dengan memfasilitasi metode baru alat tangkap ikan dengan setnet.

“Setnet itu berupa jaring yang dibentangkan di sepanjang pesisir pantai untuk menggiring sekelompok ikan yang bermigrasi hingga masuk dalam kantong dan dapat ditangkap oleh nelayan,” tutur Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) kepada Kompas.com.

Ia mengatakan itu seusai menyampaikan pidato pembukaan Menteri DKP Freddy Numberi yang berhalangan hadir dalam seminar internasional mengenai Pengembangan Penangkapan Ikan dengan Setnet di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (29/7).

“Kami akan bentuk timnas Setnet yang terdiri dari unsur akademisi dan peneliti, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia dan stakeholder untuk ambil bagian,” ujarnya. Selain itu dikatakan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Indra Jaya, teknologi alat jaring setnet ini telah diujicobakan di beberapa wilayah pesisir seperti Bone, Kepulauan Raja Ampat dan Bengkulu. Continue reading “Penangkap Ikan Setnet Akan Diberlakukan”

Pembuatan Alat Pancing


Reporter  : Claudia Yuniar, Asep Syaifullah
Juru Kamera : Damar Galih
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi  : Kertasari, Ciamis, Jawa Barat
Tayang  : Kamis, 20 Maret 2008  Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Kertasari – Ini merupakan alat pancing atau biasa juga disebut joran. Alat pancing ini buatan para perajin di Citapen, Kelurahan Kertasari, Ciamis, Jawa Barat. Dari tampilannya, alat pancing ini tidak tampak seperti buatan industri kecil rumahan. Kualitasnya tidak kalah dengan buatan pabrikan besar.

Lokasi sentra pembuatan alat pancing dari kota Ciamis dapat dicapai selama setengah jam perjalanan, dengan menggunakan kendaraan bermotor. Disinilah alat pancing ini dibuat. Bahan bakunya campuran serat fiber, resin, katalis, dan pigmen untuk pewarnaan. Untuk membuat setangkai alat pancing dibutuhkan sekitar 100 serat fiber.

Proses awalnya, bahan berupa serat fiber dicelupkan ke dalam campuran resin, katalis dan pigmen. Setelah itu diangkat dan digantung hingga kering.Setelah fiber bahan alat pancing kering, kemudian dihaluskan dengan cara diraut.

Setiap harinya di tempat ini dapat diproduksi sebanyak 3 ribu alat pancing. Para wanita juga terlibat dalam proses produksi, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran seperti ini. Continue reading “Pembuatan Alat Pancing”

PROGRAM PERHITUNGAN POSISI BENDA LANGIT UNTUK NAVIGASI LAUT


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PENGARANG : Hardi Prasetyo


Abstract

The calculation for position of celestial objects such as inner and outer planets and other well known objects such as a Orion, a Polaris (North Star), a Crux (Southern Cross), etc. is useful for aid to many purposes. The presented calculation, by using programmable calculator in BASIC language for planets and celestial objects has resulted in sufficient precision in comparison with ephemeris such as ICE.

Keywords : planet, stars, position calculation, computer program.


SUMBER :

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, V3. n7, Oktober 2001, hal. 15-25 /Humas-BPPT/ANY


PENDAHULUAN

Sejak dahulu kala berbagai benda langit telah menjadi perhatian manusia untuk berbagai kepentingan, diantaranya adalah untuk penentuan awal musim tanam dan juga untuk tuntunan navigasi tradisionil. Gugus bintang yang umum dikenal diantaranya adalah gugus Bintang Pari di langit selatan, gugus Bintang Utara Biduk (Big dipper) di langit utara, gugus Bintang Tujuh (Pleiades), gugus bintang Orion di langit equator dan lain sebagainya. Continue reading “PROGRAM PERHITUNGAN POSISI BENDA LANGIT UNTUK NAVIGASI LAUT”

OBSERVASI SLAMMING IMPACT AKIBAT PERUBAHAN BENTUK BURITAN KAPAL


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PENGARANG : M. Ridwan Utina

Abstract
The quality of seakeeping performance of ship is infact determined by how far  the succesfull of ship mission during operating at sea. Many aspects should be  considered during design stage in order to achieve the mission. Dynamic load acting of hull structure may arise due to too much relatif motion between ship and wave so that slamming impact at both end of the ship may occure. Stern shape, in this case, with a certain draft and wave are important factor that play roll of slamming impact occurence. In this paper, a modification of stern shape of ship model test have been investigated   in  order to minimize the vibration both in magnitude and occurence due to slamming impact.

Katakunci : slamming impact, gerak, gelombang, beban

SUMBER :

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, V2. n7, Oktober 2000, hal. 26-31 /Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Tujuan dari pembangunan sebuah kapal adalah untuk dapat melaksanakan misinya di laut dengan baik, misalnya dapat mengangkut penumpang dan barang secara aman dan nyaman, dapat mengfungsikan peralatan persenjataan dan  instrumen dengan sukses dan lain sebagainya. Untuk dapat melaksanakan misinya secara sukses, maka harus dipenuhi beberapa karateristik pokok antara lain kapal harus stabil, berlayar dengan kecepatan yang diinginkan, dapat melakukan manuver dengan baik, cukup kuat bertahan diatas gelombang ganas dan tekanan gelombang. Continue reading “OBSERVASI SLAMMING IMPACT AKIBAT PERUBAHAN BENTUK BURITAN KAPAL”