Budidaya Ikan Papua Terkendala Pemasaran


Pemasaran masih menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan usaha budidaya ikan keramba yang dikelola masyarakat Jayapura dengan memanfaatkan potensi Danau Sentani yang terletak di Kabupaten Jayapura.

Hal tersebut diakui Ketua Smirna, Kelompok Usaha Budidaya ikan keramba di Danau Sentani, Wempi Wally, di Jayapura, Selasa, menanggapi perkembangan bisnis yang digelutinya bersama masyarakat Kabupaten Jayapura lainnya.

Dikatakannya, saat ini Kelompok Smirna mengelola empat petak keramba dimana saat panen, masing-masing petak menghasilkan Rp6 juta dengan harga jual ikan per kilogram Rp25 ribu. “Usaha ikan keramba sangat menguntungkan, tapi kami masih kesulitan untuk memasarkan hasilnya ke pelanggan tetap dalam jumlah banyak,” ujar Wempi.

Menurutnya, selama ini penjualan ikan keramba tidak terjual dalam jumlah banyak, namun tetap dibeli konsumen dalam jumlah relatif sedikit sehingga habis secara bertahap. Sejauh ini sudah tiga kali Wempi memanen ikan hasil kerja kerasnya bersama dengan anggota kelompok Smirna lainnya.

Agar usaha ini berkesinambungan, sebagian hasil panen disisihkan untuk pengembangan bisnis dalam bentuk pembelian pakan ikan, bibit baru, dan angsuran ke Dinas Perikanan yang memberikan bantuan Rp30 juta pada saat membuka usaha pada 2006 silam. Saat ini terdapat 700 keramba ikan yang sedang dikembangkan masyarakat di sekitar Danau Sentani. Continue reading “Budidaya Ikan Papua Terkendala Pemasaran”

Dua Ikan Cucut ”Raksasa” Terdampar di Pantai


Dua ikan cucut berukuran besar diperkirakan pasangan jantan dan betina, terdampar di pantai Laut Jawa di wilayah Desa Juwiring, Cepiring, Kendal.

Ikan berciri-ciri fisik antara lain berkulit hitam dengan tutul-tutul warna putih itu, oleh masyarakat nelayan setempat disebut ikan Cucut Cemoro Lintang.

’’Berdasar referensi, dua ikan itu adalah Cucut Geger Lintang (Rhineodon Typus) atau Whale Shark. Ikan ini berenang lamban dan makanannya Zoo Plankton. Ia masuk keluarga Hiu Cucut yang biasa hidup di perairan dalam.

Dalam waktu tertentu, ikan jenis itu berimigrasi dari satu lokasi ke lokasi laut lain,’’ kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Pemkab Kendal, drh Kumaedi, kemarin.

Didampingi seorang stafnya, dia menjelaskan selama ini ikan jenis itu sering terlihat di perairan Juwiring. Karena di tempat tersebut terdapat gugusan terumbu karang, yakni Karang Kelop, Rome-rome serta Tandes yang menyediakan cukup makanan.

Dua faktor yang menyebabkan dua ikan itu terdampar, yakni diterpa kuatnya ombak dan terkena jaring nelayan.
’’Di mana ikan itu berenang, hampir dipastikan dikelilingi ikan tongkol, ’’ imbuhnya.

Rozikin (27) nelayan dan petani tambak warga Desa Margorejo RT 1 RW 2 Cepiring menuturkan, kedua ikan tersebut diketahui terdampar sejak Jum’at (20/2) pukul 09.00.

’’Sekitar pukul 06.00 (Jum’at, 20/2) saya menyusuri pantai Juwiring untuk menuju tambak. Ketika itu, belum ada ikan yang terdampar. Sekitar pukul 09.00, saat saya pulang dari tambak melihat ada dua ikan besar terdampar di perairan dangkal,’’ ungkap dia di lokasi, kemarin. Continue reading “Dua Ikan Cucut ”Raksasa” Terdampar di Pantai”

Ada Ikan “Dewa” di Kolam Cibulan


Wisata alam Cibulan, Kuningan, Jabar, makin diminati wisatawan karena menyajikan atraksi ikan “Kancara Putih” atau disebut juga ikan “dewa” dan tujuh sumur yang diyakini petilasan Prabu Siliwangi. Ratusan pengunjung terutama pada hari libur berkunjung ke wisata alam Cibulan untuk menyaksikan atraksi ikan kancara putih dan mengambil air di tujuh sumur.

Ikan kancara putih disebut juga ikan keramat. Pengunjung bisa mandi di kolam dan “bercanda” dengan ikan-ikan tersebut. Pengunjung bisa juga diabadikan dengan cara mengangkat ikan beberapa saat. “Ada sepuluh ekor yang bisa diangkat ke permukaan karena sering dipijat-pijat dan dielus-elus,” kata seorang pemandu wisata, Senin (2/8).

Menurut dia, jumlah pasti populasi ikan keramat ini tidak diketahui. “Mengenai jumlahnya pasti tidak pernah dihitung, tetapi yang diduga jumlahnya ratusan bahkan ribuan,” ujarnya.

Populasinya tetap terjaga, karena hingga saat ini, tidak ada pengunjung yang berani mengambil dan mengonsumsinya.

Cibulan yang lokasinya sekitar tujuh kilometer dari Kuningan, atau sekitar 28 kilometer ke arah Selatan Cirebon tersebut memiliki tiga kolam ikan kancara putih. Kolam-kolam dengan air bersih dari pegungunan dan dikelilingi pohon-pohon besar tersebut setiap dua minggu sekali dikuras.
suaramerdeka.com,02 Agustus 2010

Salmon, Ikan Favorit yang Bergizi


Bagi masyarakat Indonesia, ikan salmon memang belum menjadi kebutuhan utama dalam kuliner mereka. Masyarakat kita lebih akrab dengan gurami, patin, dan bawal. Tapi di Amerika Serikat dan Eropa, salmon sudah menjadi salah satu kebutuhan utama kuliner mereka.

SALMON termasuk jenis ikan laut, sehingga sulit dibudidayakan di perairan darat. Satwa laut ini merupakan anggota dari keluarga Salmonidae. Umumnya hidup di perairan Samudera Atlantik dan Pasifik.

Mereka termasuk spesies anadromous, yaitu spesies yang selalu bermigrasi untuk berkembang biak. Ikan ini mempunyai siklus hidup yang panjang. Telur-telur akan menetas dan berkembang biak dalam air sungai yang sejuk, jernih, dan tawar.

Setelah dewasa, kawanan besar salmon —disebut shoal— bergerak ke arah lautan. Ketika sudah terbiasa dengan air laut yang asin, kulitnya berubah menjadi seperti sutra yang berkilauan.

Untuk menaruh telur-telurnya, salmon betina mengepakkan ekor untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah. Gerakan ini dapat mengangkat kerikil sehingga tersapu arus, sekaligus menciptakan celah untuk menaruh telur.

Setiap celah dapat menampung 5.000 telur. Telur-telur ini harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air dingin dengan arus yang baik untuk menjamin suplai oksigen. Salmon muda akan menetap di perairan air tawar selama tiga tahun, sebelum bermigrasi ke lautan.

Untuk menuju ke proses tersebut, beberapa jenis salmon mengembangkan taring. Warna mereka menjadi gelap. Jarak perjalanan yang dilakukan salmon sangat menakjubkan. Ya, mereka dapat mengarungi arus sungai sejauh 1.400 km dan mendaki setinggi 2.100 km dari lautan menuju tempatnya menetas.
Masa ’’Panen’’ Meski sulit dibudidayakan di perairan darat, kita masih bisa ’’memanen’’ salmon di sungai-sungai. Sebab setelah musim kawin, salmon betina biasanya akan ’’hijrah’’ ke sungai untuk bertelur. Inilah waktu terbaik para pemancing untuk berburu salmon. Continue reading “Salmon, Ikan Favorit yang Bergizi”

Ikan Berwajah Manusia Dijual Rp 550 Juta


Essex, CyberNews. Daily Mail melaporkan, di Inggris ditemukan seekor ikan mas dengan bentuk “wajah” menyerupai manusia. Corak di kulit ikan itu semakin menyerupai wajah manusia, dengan bentuk mata, hidung dan mulut yang nyata.

Brendan O’ Sullivan (44), pemilik ikan mas itu, keanehan ini baru diketahuinya sekitar seminggu lalu. Mantan tukang daging itu membeli ikan mas ‘hantu’ tersebut sekitar lima bulan lalu.

“Minggu lalu, saat aku berjemur di halaman belakang, aku melongokkan kepalaku ke kolam, tepat saat ikan aneh itu berenang ke arahku,” ujarnya kepada Daily Mail, Sabtu (3/7).

Awalnya dia tak begitu saja yakin. Dia mengira sedang berilusi akibat sengatan cahaya matahari saat berjemur. Karena keanehan itu, O’Sullivan berencana menjual ikannya dengan harga £ 40,000 atau sekitar Rp550 juta.sia Dijual Rp 550 Juta
suaramerdeka.com,04 Juli 2010

Teknik budidaya ikan Guppy


Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa

sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.

Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4

macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.

Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.

Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.

Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.

Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan

jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.

Cara Mengatasi Penyakit

PENYAKIT yang umum menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur tumbuh dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora dan selalu tumbuh dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai siklus tertentu berupa spora

kemudian berubah menjadi organisme yang disebut miselium.

Jamur ini dapat berkembang biak sangat cepat, berbentuk seperti benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti lapisan yang tipis. Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium piscium, juga beberapa penyebab lainnya.

Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :

a. Saprolegnia.

Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam

tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat.

Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi tambahan ruang sebelum mengobati.

b. Penyakit Bengkak atau Bloat

Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.

c. Jamur Mulut

Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut

merupakan koloni sangat besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.

d. Penyakit Insang

Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.

Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.

e. Penyakit Kembung

Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum diketahui, misalnya kutu atau jarum.
suaraMerdeka.com,1/7/2006

ASPEK LINGKUNGAN & KESIMPULAN BUDIDAYA BANDENG


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Tambak bandeng bukanlah usaha yang banyak menyerap tenaga kerja. Dalam 5 ha tambak hanya diperlukan 2 orang penjaga dan 5-10 orang untuk melakukan panen. Namun demikian tambak setidaknya menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga Indonesia, tahun 2000, 186.485 keluarga hidup dari tambak. Angka ini merupakan 14,73% dari seluruh keluarga perikanan (lihat tabel 6.1). Jumlah petambak dari tahun ke tahun terus meningkat demikian juga dengan perannya terhadap total rumah tangga perikanan. Dengan melihat rata-rata luas tambak per keluarga dapat dilihat bahwa peningkatan rumah tangga petambak tidak menyebabkan terpecahnya pemilikan tambak. Pada periode 1995-2000 rata-rata pemikilan tambak berkisar pada angka 2 ha.

Tabel 6.1.
Jumlah Rumah Tangga Tambak dan Luas Penguasaan Tambak per Rumah Tangga, 1995-2000

Tahun

Jumlah Rumah Tangga

Persentase dari Keluarga Perikanan

Luas Tambak per Keluarga (Ha)

1995

1996

1997

1998

1999

2000

125.705

131.910

127.534

144.411

183.173

186.485

10.14

10.50

10.08

13.58

15.41

14.73

2.11

1.81

1.74

2.29

2.22

2.29

Sumber : BPS, 1997 dan 2002

Di Kabupaten Sidoarjo budidaya tambak merupakan usaha yang telah dijalani sebagian masyarakat secara turun menurun. Secara ekonomis mengusahakan tambak untuk bandeng cukup menguntungkan, dengan demikian pada dasarnya tambak bandeng merupakan alternatif pekerjaan yang cukup baik. Namun demikian keberadaan tambak Sidoarjo saat ini mengalami ancaman yang bersumber dari beberapa masalah, antara lain: Continue reading “ASPEK LINGKUNGAN & KESIMPULAN BUDIDAYA BANDENG”