RI Ingin Manfaatkan WTO untuk Genjot Sektor Perikanan


ImageVIVAnews – Pemerintah berambisi meningkatkan perdagangan di sektor perikanan melalui kerja sama perdagangan internasional di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), yang akan menggelar pertemuan tingkat menteri di Bali Desember mendatang. Salah satu yang ditonjolkan Indonesia adalah produk ikan tuna.

“Ada banyak, di antaranya udang dan ikan tuna. Tapi, ikan tuna yang paling banyak dibutuhkan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 26 November 2013.

Sharif mengatakan, sektor perdagangan produk perikanan tidak mengalami kendala yang berarti. Selain itu, menurut dia, negara-negara di dunia masih kekurangan pangan, terutama sektor perikanan.

“Perdagangan tidak ada masalah karena produk-produk perikanan itu selalu dibutuhkan dan dunia ini kekurangan pangan, salah satunya perikanan,” kata dia.

Selain itu, Sharif mengatakan bahwa kementeriannya telah menerapkan suatu cara untuk menambah nilai pada industri perikanannya. “Di Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada percepatan industri, yaitu untuk bisa mulai meningkatkan processing-processing industri,” tuturnya.

Dengan nilai tambah itu, dia menjelaskan, industri perikanan dapat bersaing di tingkat global. “Kami juga mencoba menurunkan ekspor barang-barang primer,” kata dia.

Sekadar diketahui, Konferensi Tingkat Menteri WTO akan diselenggarakan di Bali pada awal Desember tahun ini. Ajang ini akan dihadiri oleh para menteri perdagangan dari puluhan negara. (ren)

dari : news.viva.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s