Blobfish, Ikan Terjelek di Dunia


Mengapa dianggap yang terjelek? Ternyata ada tujuannya. Apakah itu?

ImageVIVAnews – Di Bumi, banyak jenis hewan yang hidup berdampingan dengan manusia. Mulai dari yang ganas, seram, lucu, dan berparas aneh dan jelek. Mereka juga makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa. Beberapa di antaranya bahkan perlu diselamatkan oleh kita.

Melansir BBC, 13 September 2013, baru-baru ini di acara kampanye konservasi hewan yang diselenggarakan oleh Ugly Animal Preservation Society, terpilih ikan Blobfish sebagai hewan yang berpredikat paling buruk rupa di dunia.

Ikan Blobfish yang memiliki hidung besar seperti bekantan, berada di posisi pertama sebagai hewan terjelek pilihan masyarakat. Sementara di posisi kedua diraih oleh penyu berhidung babi.

Menurut Simon Watt, Presiden Ugly Animal Preservation Society, ikan Blobfish terpilih sebagai maskot baru dalam kampanye penyelamatan hewan-hewan yang memiliki bentuk aneh.

“Saya berharap dengan tampilan muka ikan Blobfish yang jelek, justru dapat menarik simpati banyak orang untuk ikut membantu penyelamatan hewan-hewan langka,” kata Waat.
Continue reading “Blobfish, Ikan Terjelek di Dunia”

Ikan Asli Indonesia yang Lebih Ganas dari Piranha


Ikan ini bisa berjalan di daratan, khususnya di malam hari.

ImageGiant Snakehead, demikian orang Inggris menyebutnya. Salah satu ikan jenis ini akhirnya tertangkap oleh seorang pemancing di Lincolnshire, Inggris. Ikan ini juga dijuluki “gangster”-nya ikan. Karena ia memakan segala yang terlihat olehnya, bahkan dilaporkan pernah membunuh manusia. Snakehead sendiri merupakan Ikan Asli Indonesia yang Lebih Ganas dari Piranha Hebatnya lagi, snakehead bisa berjalan di daratan, khususnya di malam hari saat musim kemarau, mencari tempat yang masih berair. Bila keadaan sangat kering, ikan ini bisa dengan terpaksa mengubur dirinya dalam lumpur menunggu hingga tempat itu kembali berair. Snakehead memang memiliki kemampuan bernapas langsung berkat organ labirin. kan ini pertama kali ditangkap oleh Andy Alder dari Lincoln. Continue reading “Ikan Asli Indonesia yang Lebih Ganas dari Piranha”

Cara Membuat Tepung Ikan


Tepung ikan terbuat dari ikan utuh yang telah dibersihkan.

ImageSeorang rekan mengeluhkan betapa harga tepung ikan saat ini demikian mahal mencapai Rp12.500 per kg. Hal tersebut membuatnya kesulitan membuat pakan lantaran tepung ikan menjadi salah satu bahan penting. Sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan tepung ikan, misalnya, pabrik pakan selalu mengimpor tepung ikan dari Peru dan Chili di Amerika Selatan. Kedua negara tersebut sejak lama memang dikenal sebagai produsen tepung ikan dunia. Keistimewaan tepung ikan dari Peru dan Chili adalah kadar proteinnya stabil di atas 60% karena bahan yang dipakai memang ikan murni. Namun tidak usah khawatir karena peternak bisa membuat tepung ikan sendiri sebagai bahan baku yang lebih mudah tersedia di lokal.

Tepung ikan sesungguhnya ikan utuh yang telah dibersihkan dari isinya, dipotong, digiling, lantas dikeringkan. Di tanahair mayoritas sumber tepung ikan berasal dari sisa olahan berupa  kepala atau perut ikan pada saat pengolahan filet. Oleh sebab itu kadar protein seringkali berfluktuasi bergantung bahan yang tersedia. Nah tepung ikan yang pemakaiannya dibatasi sekitar 10% bila mengolah pakan sendiri untuk unggas itu mengandung sejumlah asam amino penting yang bermanfaat seperti metionin, sistin, listin, threonin, isoleusin, leusin, fenilalanin, histidin, dan arginin. Itu belum menghitung kadar lemak (5–12%) serta mineral dan vitamin B yang dikandung di dalamnya.

Oleh sebab itu tepung ikan dianggap mengandung dengan kelengkapan nutrisi yang baik. Beragam riset memperlihatkan pemberian tepung ikan pada unggas sebanyak 10% saat stater, 8% saat dewasa–ayam pedaging–dan 5–6% pada ayam petelur, memberikan hasil maksimal. Riset Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2005 memperlihatkan pembuatan tepung ikan yang terstandarisasi bisa dilakukan dengan jaminan kelengkapan nutrisi. Continue reading “Cara Membuat Tepung Ikan”

RI Siap Luncurkan Satelit Remote Sensing Kedua


Konon, satelit ini membantu nelayan mencari ikan di perairan RI

ImageVIVAnews – Teknologi pengindraan jauh (remote sensing) terus berkembang. Jika pada 1987 teknologi pemetaan wilayah ini hanya mampu menjangkau radius 30 meter secara akurat, kini seiring berkembangnya teknologi, keakuratan peta sudah mencapai 0,5 meter.

Penggunaannya pun meluas. Pada masa-masa awal, remote sensing digunakan sebatas untuk mengamati cuaca. Penggunaannya kemudian meluas ke ranah militer sebagai satelit mata-mata dalam menentukan peta wilayah. Kini, remote sensing telah dimanfaatkan oleh masyarakat sipil.

Misalnya, peta melalui citra satelit ini sudah bisa dimanfaatkan untuk bidang kesejahteraan masyarakat, di antaranya pengembangan sektor pertanian dan kelautan oleh nelayan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, di sela acara ARCS Bridging Sustainable Asia, Selasa 22 Oktober 2013.
Continue reading “RI Siap Luncurkan Satelit Remote Sensing Kedua”

Ikan Rasa Jeruk, Inovasi Baru di Jepang


ImageAromanya pun tak seamis ikan kebanyakan.
VIVAlife – Jepang dikenal sebagai negara dengan konsumsi ikan terbesar di dunia. Namun, hasil riset terbaru yang dilakukan pemerintah menyatakan bahwa konsumsi ikan menurun 20 persen sepuluh tahun terakhir. Penduduk Negeri Sakura itu sudah bosan dijejali ikan.
Kondisi ini menggerakkan pelaku industri perikanan memutar otak untuk menarik kembali minat konsumen pada produk laut. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan ikan berasa jeruk dan rempah. Aromanya pun senada.
Ikan varian baru ini bukan hasil laboratorium. Ikan-ikan tersebut dibiarkan tumbuh alami. Hanya saja para petani ikan memberikan makanan yang dicampur dengan buah dan rempah.

RI Ingin Manfaatkan WTO untuk Genjot Sektor Perikanan


ImageVIVAnews – Pemerintah berambisi meningkatkan perdagangan di sektor perikanan melalui kerja sama perdagangan internasional di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), yang akan menggelar pertemuan tingkat menteri di Bali Desember mendatang. Salah satu yang ditonjolkan Indonesia adalah produk ikan tuna.

“Ada banyak, di antaranya udang dan ikan tuna. Tapi, ikan tuna yang paling banyak dibutuhkan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 26 November 2013.

Sharif mengatakan, sektor perdagangan produk perikanan tidak mengalami kendala yang berarti. Selain itu, menurut dia, negara-negara di dunia masih kekurangan pangan, terutama sektor perikanan.
Continue reading “RI Ingin Manfaatkan WTO untuk Genjot Sektor Perikanan”

Google Earth Ungkap Penangkapan Ikan Besar-besaran


Image

 

 

VIVAnews – Citra satelit Google Earth dikenal mampu menampilkan bentuk rinci dari permukaan planet Bumi. Untuk itu, dua peneliti dari University of British Columbia, Kanada, menggunakan Google Earth untuk memantau penangkapan ikan besar-besaran dari ruang angkasa.

Melansir Live Science, 27 November 2013, berkat Google Earth tim peneliti tersebut berhasil mengungkapkan telah terjadi penangkapan ikan secara besar-besaran di wilayah Teluk Persia, yang berada di antara Jazirah Arab dan Iran.

Dari hasil citra satelit itu, peneliti melihat banyak jebakan ikan yang dipasang di lepas pantai di enam negara di wilayah Teluk Persia.

Jebakan ikan itu dibangun dengan menggunakan daun palem dan telah digunakan untuk menangkap ikan dalam jumlah banyak selama berabad-abad. Continue reading “Google Earth Ungkap Penangkapan Ikan Besar-besaran”