karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Udang galah (Macrobrachium Rosenbergii de Man) atau dikenal juga sebagai Giant Freshwater Shrimp merupakan salah satu jenis Crustacea, dari famili Palaemonidae yang mempunyai ukuran terbesar dibandingkan dengan udang air tawar lainnya. Komoditas ini diklaim oleh berbagai negara sebagai fauna asli, antara lain oleh India dan Indonesia. Di Indonesia, udang galah dapat ditemukan di berbagai wilayah dan masing-masing memiliki varietas dengan ciri tersendiri. Misalnya, udang galah dari Sumatera dan Kalimantan memiliki ukuran kepala besar, capit panjang, dan berwarna hijau kuning. Udang galah dari Jambi memiliki ukuran kepala lebih kecil, capit kecil dan berwarna keemasan. Pada Foto 1. dapat dilihat bentuk udang galah jantan dan betina, yang secara fisik berbeda. Perbedaan terutama pada “galah” yang didapati hanya pada udang galah jantan.
Foto 1: Udang galah jantan dan betina.

Sumber: http://www.ppk.kpm.my/udang/f_udang1.htm
Di Indonesia komoditi ini dikembangkan antara lain oleh Lembaga Penelitian Perikanan Darat Pasar Minggu, Jakarta; Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit Limnologi LIPI) dan beberapa lembaga di bawah Departemen Kelautan dan Perikanan antara lain: Balai Penelitian Perikanan Air Tawar di Sukamandi, Unit Pengembangan Udang Galah Pamarican, Ciamis dan Balai Budidaya Air Tawar di Sukabumi. Salah satu penelitian yang dilakukan memberikan hasil yang menggembirakan dengan diperkenalkannya strain udang galah jenis unggul (GI Macro) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada 24 Juli 2001.
Selain penelitian mengenai strain udang galah unggul, upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mengembangkan udang galah adalah dengan melakukan optimalisasi hatchery melalui perbaikan manajemen induk; dan manajemen kesehatan dan lingkungan. Disamping itu, dilakukan pula pengkajian wilayah potensi pengembangan udang galah guna mengembangkan kawasan terpadu mulai dari sub sistem pembenihan, pendederan dan pembesaran hingga pasca panen.
Komoditas yang di Indonesia mulai populer sejak lima tahun yang lalu ini juga banyak dikembangkan di kawasan Asia. Negara produsen terbesar adalah China diikuti Bangladesh, Taiwan dan Thailand. Dalam jumlah yang relatif kecil, komoditi ini juga diproduksi di India, Costa Rica, Ecuador, Brazil dan Malaysia.
Peluang pasar udang galah masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk pasar lokal, permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali, Jakarta, Batam, dan Surabaya. Sementara pasar udang galah di luar negeri telah terbentuk di Jepang, Korea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia, Inggris, Belanda, Selandia Baru, dan Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand, Cina dan India.
Di India dan Malaysia budidaya udang galah sangat memperoleh dukungan dari Pemerintah, terutama dari sisi permodalan. Walaupun tidak disediakan skim kredit secara khusus namun skim kredit yang ada dapat digunakan untuk membiayai budidaya udang galah. Di India pinjaman disalurkan oleh National Bank for Agricultural and Rural Development (NABARD) yaitu bank milik Pemerintah yang khusus membiayai sektor pertanian. Sedangkan di Malaysia, pinjaman serupa disediakan oleh Bank Pertanian Malaysia. Pada Lampiran 2. disajikan informasi mengenai skim pembiayaan udang galah di Bank Pertanian Malaysia.
Di Indonesia, Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang galah. Sampai saat buku ini ditulis belum diperoleh informasi mengenai pemberian pinjaman dari perbankan di Indonesia untuk komoditi ini.
Berdasarkan penjelasan yang diperoleh dari Departemen Kelautan dan Perikanan, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang merupakan salah satu sentra penghasil udang galah di Indonesia ditetapkan sebagai wilayah survey dalam rangka penyusunan buku ini. Walaupun di seluruh wilayah DIY terdapat pengusaha udang galah namun informasi hanya digali dari pengusaha di Kabupaten Sleman, terutama dari pengusaha di desa Jamur, Sindangrejo, Minggir. Dengan demikian informasi teknis budidaya udang galah yang disajikan pada buku ini terutama menggunakan informasi yang diperoleh dari kondisi pengusaha dan lembaga lain di wilayah tersebut.
Budidaya udang galah di Sleman, Yogyakarta telah berkembang dengan baik walau masih dalam skala mikro. Sewaktu pertama kali dibudidayakan, usaha ini tidak mendapatkan per-hatian dari masyarakat. Sejalan dengan keberhasilan yang dicapai, akhirnya banyak petani yang mulai beralih profesi dari penanam padi menjadi pembudidaya udang galah. Walaupun tidak memerlukan perizinan dari instansi yang berwenang, namun untuk memulai usaha dalam budidaya udang galah di wilayah Sleman, diperlukan izin dari aparat desa dan masyarakat setempat.
| Boks 1: Alamat Lembaga yang Disurvey di Yogyakarta. Pada saat survey di DIY, beberapa lembaga yang dihubungi antara lain:
|
Usaha ini memberikan dampak yang positif terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang ber-lipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan, peralatan, obat-obatan dan pemasaran, muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang galah tersebut, misalnya, toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang galah. Untuk memenuhi kebutuhan akan benih, di desa Jamur telah didirikan pula suatu hatchery.
Didukung oleh lingkungan desa yang sejuk dan asri serta pemandangan yang indah, maka pada tahun 2002 desa Jamur dicanangkan sebagai Desa Wisata oleh Menteri Pariwisata. Di lokasi kolam didirikan dangau untuk tempat menikmati makanan dari hasil kolam berupa udang galah dan produk budidaya air tawar lain yang diolah secara langsung oleh penduduk setempat. Bagi warga setempat, pencanangan sebagai desa wisata merupakan hal yang membanggakan dan merupakan sarana untuk meningkatkan penghasilan.
Usaha ini juga memberikan manfaat dari sisi sosial, terutama dalam hal pemanfaatan tenaga kerja dari lingkungan masyarakat sekitar. Kaum muda yang semula tidak mempunyai ketrampilan dapat ditarik minatnya untuk ikut terjun secara langsung guna mempelajari cara membudidayakan udang galah. Dampak ikutannya adalah, tenaga kerja dari wilayah ini dinilai terlatih sehingga banyak dimanfaatkan oleh wilayah lain yang akan mengembangkan komoditi ini. Pemanfaatan tenaga kerja dari penduduk setempat juga menurunkan tingkat kriminalitas dan masalah-masalah sosial lainnya.
Budidaya udang galah tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik berupa limbah air kotor maupun bau amis, mengingat untuk melakukan budidaya udang galah, kolam harus memenuhi syarat-syarat untuk selalu menjaga kondisi air kolam dalam keadaan bersih dan tidak tercemar. Dengan demikian tidak ada kekuatiran terjadinya pencemaran lingkungan akibat maraknya pembudidayaan udang galah.
@
Taken from :bi.go.id


















17 comments
Comments feed for this article
Maret 6, 2009 pada 10:29 am
hernawan
Menarik sekali mendapatkan ilmu tentang udang galah. Indonesia yang merupakan negara maritim harusnya kaya dengan hasil lautnya, termasuk perairan tawar. maju terus dunia perikanan Indonesia. Bagi-bagi jaringan dan cara budidaya donk…….
Maret 12, 2009 pada 7:48 am
agung
sebelumnya salam kenal dari agung…..saya tinggal di bogor yang kebetulan saya kuliah di IPB dengan jurusan agribisnis pertanian. saya sangat tertarik dengan budidaya udang galah, jadi timbul pemikiran untuk terjun ke usaha budidaya udang ini. tapi saya masih bingung karena informasi yang saya kuasai masih belum cukup dalam hal budidaya udang ini.
tetapi ketika saya artikel ini saya mulai sedikit mengerti dan paham. apabila saya terjun ke dunia bisnis ini dimanakah saya bisa mencari informasi tentang pasar……
mohon bimbingannya….
terima kasih
agung
April 6, 2009 pada 4:15 am
tri budy
kalau boleh tau, gimana cara pembudidayaan udang galah, soalnya di Jambi areanya sangat cocog untuk budidaya udang galah, saat ini hanya udang galah dari alam saja yang sudah ada.
atas informasinya diucapkan terima kasih.
April 6, 2009 pada 1:55 pm
hendri simamora
salam kenal dari hendri.. saya sebelumnya sekolah perikanan di medan dan sedang kuliah di bidang yg sama. namun saya tertarik dengan budidaya udang galah, tetapi terkendala informasi tentang cara pemijahannya serta bagaimana cara perawatan dan pemeliharaan, mulai dari benur sampai indukan.
mohon bimbingannya………,,
terima kasih
hendri
April 27, 2009 pada 4:22 am
hary
salam kenal dari hary. wah informasinya bagus banget. di Bali pembudidaya udang galah juga banyak.
terima kasih.
Mei 5, 2009 pada 1:53 pm
Roosmanto
salam kenal…….seneng juga banyak generasi muda yang tertarik dengan dunia agribisnis. syukur kalau kemudian juga ikut berkecimpung di dalamnya, bukan sekedar sebagai pemerhati tetapi sekaligus sebagai pelaku. kebetulan saya ada informasi tentang benih udang galah. bagi yang membutuhkan bisa menghubungi 02747818155/081227923011. makasih
Mei 6, 2009 pada 1:11 pm
nova
udang jenis apa aja yg banyak menguntungkan?
Juni 24, 2009 pada 3:24 am
pita delianti
salam kenal
saya pita delianti kuliah di politeknik tanjung balai jurusan tphp dan saya berminat sekali dengan budidaya udang galh kra2 ge mna pembenihan yang baik dan dmna ada jual udang galah Gimarco thanks.
Juni 25, 2009 pada 6:48 am
ebi
klw udang galahnya berasal dari sungai bagus nggak dijadikan bibit? biz di daerahku sungainya ada udang galahnya juga.
Agustus 4, 2009 pada 1:14 am
rolan
saya anak Purbalingga ini lagi kepingin budi daya udang galah tapi ngga tau caranya? yang ada benih dimana? harganya berapa /ekor atau /kilo? trima kasih
Agustus 7, 2009 pada 7:06 am
rolan
hallo semua saya orang Purbalingga ni lagi kepingin budi daya udang galah cuma ga tau caranya? beli bibitnya juga ga tau? lha pokoknya bingung dehh…
September 10, 2009 pada 11:58 am
Alfonsus Golfido
Bagi para pembudidaya Udang Galah yg memerlukan benih udang galah dapat menghubungi sdri. Sutini di hp no. 081395397677
September 24, 2009 pada 9:57 am
kamal tanudjaya
hallo,slamat sore, saya ingin tanya -bisakah Udang Galah dibudidaya diaquarium ? berapa harga bibitnya atau induknya and mesannya dimana ? thank”s berat atas jawabannya.
Oktober 21, 2009 pada 7:52 am
Yantje
Halo..
Perkenalkan nama saya yantje, Tamawiwy. dan saya punya rencana untuk membudidayakan udang gala. memang saya belum memiliki pengalaman dengan beternak udang gala. tapi saya memiliki tempat di manado untuk usaha udang gala. yang saya mau tanyakan, bagaimana mendapatkan bibit udang gala yang berkualitas unggulan. cara perkembang biakan dan pengolahan, dan pasar untuk udang gala.
untuk itu saya ingin mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari website ini.
terima kasih
hubungi saya di yanstecno@yahoo.co.id, 08128819426
Oktober 24, 2009 pada 4:04 am
Galih
Salam kenal,saya mau coba pelihara udang galah,lokasi saya di medan.ada yang tau gak untuk memperoleh bibit udang galah di medan.
Oktober 26, 2009 pada 4:34 am
imam Joko Prayogo
saya imam joko tarna sekolah tinggi perikanan.jurusan budidaya perikanan.
saya sangat senang sekali bsa blajar praktek udang galah di bbug samas,yogyakarta.
selain bsamemperoleh ilmu,sya jga blajar brwirausaha.dari para petani udang galah yg mengambil benih d bbug samas.
saya juga mengucapkan terima kasih yg sbsar2ny kpd bpak wargiatno yg telah mmbrikan bimbingan dan arahan slama praktek d bbug samas.saya jga mengucpkn trima kasih kpd bpk roosmanto selaku kepala bbug samas,bserta staf.yang telah bnyak membrikan bntuan klancran slama praktek.
bgi rekan2 aquaculturis,yg ingin melaksnakan praktek pembnhan udang galah saya sarankan untk prktek d bbug samas.selain karyawan yang ramah,fasilitas yg da d bbug smas ckup lengkap.
November 1, 2009 pada 7:23 pm
b.kiien
budidaya udang galah ,panen nya memerlukan wktu brp bln…?trmz klu d daerh gersik bsa t