Direktur Sumber Daya Ikan: Pengamanan Lemah, Banyak Ikan Dicuri


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

28 April 2001
Pengamanan di kawasan perairan Indonesia sangat lemah, karena itu banyak ikan yang dicuri. Ada sekitar 10 persen dari potensi sumber daya ikan laut Indonesia (6,26 juta ton/tahun) atau 626 ribu ton/tahun yang dicuri nelayan asing. Hingga sekarang ada 2000 kapal asing yang masih dalam proses hukum, disita. Demikian diungkapkan Direktur Sumber Daya Ikan, Ir. Suharyadi Salim, M.Sc pada saat menghadiri seminar dan lokakarya “Pendugaan Stock Ikan sebagai Landasan Pengendalian Penangkapan Ikan dalam Rangka Otonomi Daerah” yang dilaksanakan Fakultas Perikanan, 28 April 2001 di gedung PPI.

Sebenarnya kata Suharyadi Salim, Indonesia telah menerapkan sistem monitoring, controlling, survilance, investagion (MSCI) untuk mengawasi laut. Tetapi karena perairan sangat luas, sementara fasilitas yang dimiliki belummemadai, akhirnya sering kecurian.“Kapal patroli kita kalah cepat dengan kapal pencuri, terutama di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Padahal di dalamnya ada TNI AL, Polri, Dinas Perikanan, Kehakiman dan Perhubungan Laut”, ujarnya. Modus operandi yang dilakukan kapal asing, biasanya mereka menggunakan bendera Indonesia. Selain itu mereka juga mengaku punya agen di Indonesia yang menggunakan sebagian tenaga kerjanya dari Indonesia. Akibatnya proses penyelesaiannya cukup berbelit dan memakan waktu.

Potensi sumber daya ikan yang terkandung dalam wilayah laut nasional dan ZEE, yang mencakup areal 5,8 juta km2, mencapai 6,26 juta ton/tahun. Namun sampai saat ini, potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal, baru 59,42 persen. Meskipun begitu, produksi perikanan pada periode 1994-1998 meningkat rata-rata 3,72 persen/tahun, yakni dari 4013,8 ribu ton pada tahun 1994 naik menjadi 4642,21 ton pada 1998. Kenaikan produksi ikan ini juga ditandai dengan meningkatnya penerimaan devisa yang dihasilkan dari ekspor ikan. Pada 1998 devisa yang dihasilkan mencapai US$ 1.698,68 juta. @

 

Taken from :http://prasetya.brawijaya.ac.id/apr01.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s