Wawancara dengan Sang Peneliti Duri Ikan


Duri tak selamanya harus dibuang. Nyatanya dari hasil penelitian, duri ikan yang mengandung banyak gizi itu dapat diolah menjadi abon yang gurih rasanya. Ide ini lahir  setahun lalu di SMK Negeri 3 Pati.  Seperti apa pembuatan abon dari duri ikan bandeng ini? Pewarta HOKI telah mewawancarai penggagasnya, seorang guru Kewirausahaan SMK Negeri 3 Pati, yaitu Ibu Sri Puji Haryati SPd.

Pewarta HOKI:
Kalau pembuatannya dari awal seperti apa?

Sri Puji Haryati:
Pertama duri itu setelah dicuci bersih, dipresto dengan menggunakan panci bertekanan tinggi, sehingga untuk memasak bahan keras seperti duri jadi cepat lunak. Setelah itu diberi bumbu dan digoreng sampai kering.  Setelah berwarna kuning dan kering, kemudian dipres untuk mengeluarkan minyaknya, dengan tujuan agar mampu bertahan lama. Tidak diperas pun juga bisa tapi cepat (tengik), namanya abon basah.
Kemudian diblender agar hasilnya lebih halus teksturnya, karena kalau kasar kurang nikmat dimakan.

Pewarta HOKI:
Mampu bertahan berapa lama abon dari duri ikan bandeng ini?

Sri Puji Haryati:

Ini mampu bertahan hingga 4 bulan ke depan.

Pewarta HOKI:
Ini kan sudah mendapat pengakuan dari UNDIP yang telah melakukan penelitian, berapa lama mereka meneliti temuan anda ini?

Sri Puji Haryati:
Penelitannya itu sudah berlangsung setahun lalu dan berlangsung selama 2 bulan baru selesai. Karena yang diteliti tidak Cuma kalsium, ada yodium, protein, dan ada kadar lemak.

Pewrata HOKI:
Dari hasil penelitian laboratorium biokimia FP UNDIP, kandungan-kandungan seperti apa?

Sri Puji Haryati:
Ternyata hasil penelitian laboratorium itu menunjukkan bahwa tulang ikan bandeng ini layak dikonsumsi, kadungan gizinya juga tinggi.  Jadi dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang tua. Tidak ada efek yang negatif.

Pewarta HOKI:
Soal dipilihnya duri ikan bandeng itu sendiri?

Sri Puji Haryati:

Kenapa dipilih duri ikan bandeng?  Hal itu karena ikan bandeng lebih berkualitas. Rasanya gurih dan lebih enak.

 

kabarindonesia.com,6/02/2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s