Penangkapan ikan paus: dilarang atau diijinkan?


Di awal konferensi Komisi Perlindungan Ikan Paus Internasional (IWC), di Anchorage Alaska, Jepang kembali mengajukan usulan untuk menghentikan moratorium perburuan komersial ikan paus. Tapi larangan tersebut hanya dapat dibatalkan dengan tiga perempat suara mayoritas.

Di masa lalu dalam komisi penangkapan ikan paus internasional IWC, Jepang berusaha menolak moratorium perburuan komersial ikan paus yang berasal dari blok  pro perlindungan ikan paus seperti Australia dan Jerman, serta membina kerja sama dengan negara berkembang yang mendukung untuk memburunya seperti Maroko dan Grenada. Sejauh ini lobby itu berhasil, dimana selain Jepang, Norwegia dan Islandia blok pendukung penangkapan ikan paus di IWC adalah negara miskin dan sangat miskin di Afrika, Asia dan Karibia. Pendapat mereka tentang politik larangan penangkapan ikan paus, disampaikan Anthony Liverpool wakil delegasi Antigua dan Barbuda di Karibia

“Itu tidak fair, ikan paus adalah bahan pangan di mana manusia memiliki hak untuk itu. Kami dapat bergantung padanya dan menikmati makanan kami. Dan mereka melarang orang yang ingin memanfaatkan ikan paus sebagai makanannya. Itu tidak benar, itu tidak akan pernah benar.”

Negara berkembang lainnya seperti Meksiko, sudah sejak beberapa tahun terakhir termasuk negara pelindung ikan paus. Sikap delegasi dari Karibia tersebut tidak dapat dimengerti oleh Lorenzo Wochos, wakil delegasi dari Meksiko:”Saya tidak dapat mengerti bagaimana negara berkembang terutama negara-negara kepulauan dapat menyetujui penangkapan ikan paus untuk tujuan komersial. Negara-negara ini seharusnya melindungi ikan paus untuk kebutuhan pariwisatanya. Mereka harus menjaga pantainya, alamnya dan juga ikan paus mereka. Karena dengan mengamati ikan paus mereka mendapat uang bukan dengan menangkapnya. Bahwa negara-negara Karibia dan Pasifik ini memberikan suaranya untuk pembantaian ikan paus oleh Jepang, yang tidak dapat dilakukannya benar-benar tidak saya mengerti.”

Dan karena sejumlah negara mulai mengerti bahwa pendapatan dari mengamati ikan paus lebih besar daripada memburunya atau setia kepada Jepang, tahun ini empat negara berkembang di Amerika Tengah, yakni Guatemala, Costarica, Panama dan Nikaragua.berubah haluan meninggalkan blok pro penangkapan ikan paus.

Mengapa negara seperti Mongolia, Mali, Guinea dan Kepulauan Marshall mendukung Jepang untuk penangkapan ikan paus dan Laos tahun ini masuk ke komisi penangkapan ikan paus? Pakar ikan paus Tilo Mark memiliki penjelasan untuk itu
“Ada hubungan langsung antara angka dan bantuan perikanan, jadi sebesar puluhan atau ratusan juta  bagi negara-negara tertentu, yang pada tahun yang sama ketika menerima uang tersebut memasuki IWC dan disini memberikan dukungannya 100 persen bagi Jepang.”

Bahwa Jepang dalam mencari dukungan suara membelinya dengan bantuan pembangunan mendapat kecaman, misalnya dari Australia. Sementara ini delegasi Australia menahan diri dengan alasan diplomatik. Karena tuduhan dapat dibeli yang dulu dilontarkannya memperburuk hubungan Australia dengan negara-negara kecil tetangganya di Pasifik.

kabarindonesia.com,30/05/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s