Laut Sulawesi Kaya dengan Ikan Langka


Laut Sulawesi, karena relatif masih bersih dan belum terlalu tercemar polutan seperti tumpahan minyak bumi maupun lainnya, menjadi surga bagi ikan dan biota laut lainnya. Tidak ketinggalan ikan langka semisal Ikan coelacanth yang bernama latin Latimeria menadoensis.

Ikan serupa itulah yang ditemukan warga terdampar di pantai Teluk Palu, Minggu (20/5) pekan lalu. Sayangnya, sebelum diteliti, warga nelayan setempat sudah memotong dagingnya untuk dimakan.

Asri Khaeruddin dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mengatakan besar kemungkinan terdamparnya ikan ini hingga ke perairan laut Teluk Palu lantaran mengejar makanan, lalu kemudian terseret oleh gelombang laut hingga ke pantai.   “Ikan ini sebenarnya ikan laut dalam, dia sama dengan ikan karang yang bisa kita temui hingga kedalaman lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut,” kata Asri.

Yang menjadi pertanyaan, jika dia mengejar makanan sampai ke Teluk Palu, berarti makanannya semakin mengurang di sekitar wilayah Teluk Manado atau Bunaken yang selama ini menjadi habitat ikan ini. “Kami belum melakukan penelitian soal itu. Namun beberapa pihak sudah berencana akan meneliti manfaat ikan ini dan mereka menggunakan sampel seekor dari ikan jenis ini yang terdampar di Manado,” sambung Asri lagi. Menurut catatan DKP Sulteng, ini kali pertama ikan purba ini terdampar di perairan laut Teluk Palu. Selama ini yang terdampar itu biasanya ikan paus, lumba-lumba atau hiu.

Darsono, nelayan setempat yang menemukan ikan ini mengatakan pula bahwa belum pernah ada ikan sejenis ini yang terdampar di Teluk Palu. Coelacanth adalah spesies ikan berasal dari cabang evolusi tertua dan masih  hidup sebagai ikan berahang. Ikan itu telah ada sejak akhir masa Creataceous 65 juta tahun  lalu. Seekor spesimen pertama yang masih hidup ditemukan di perairan Chalumna, Afrika Selatan tahun 1938. Kemudian, sejak itu, ditemukan pula di Kenya, Tanzania, Mozambik,  Madagaskar, Taman Laut St Lucia Afrika Selatan, dan perairan Manado Tua, Sulut. Ikan purba coelacanth terdiri dari 120 spesies yang diketahui berdasarkan temuan fosil.   Saat ini hanya ada satu spesimen ikan sejenis yang tersimpan di Museum Zoologi, Puslit Biologi LIPI di Cibinong.

 

kabarindonesia.com,31/05/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s