Penyakit Hewan Akuatik Diduga dari Impor Ikan


Pakar kesehatan hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Drh Fachriyan Hasmi mengatakan, penyakit hewan akuatik yang menyebabkan kerugian besar-besaran diduga berasal kontaminasi impor ikan.

“Mayoritas penyakit hewan akuatik khususnya ikan yang menyebabkan kerugian besar-besaran berasal kontaminasi impor ikan,” ungkap Prof Dr Drh Fachriyan Hasmi dalam siaran pers yang diterima SM CyberNews.

Penyakit hewan akuatik ini sampai pertengahan tahun 1970 belum menjadi wabah penyakit yang menggagalkan proses budidaya perikanan. Menurut Fachriyan, penyakit ikan ini masuk Indonesia pertama sejak tahun 1932 dari luar negeri seperti Amerika, Eropa dan jepang melalui bisnis impor ikan.

Hasil penelitian Dana D tahun 1986, kata Dr Drh Fachriyan, baru diketahui wabah penyakit yang menyerang ikan mas (Cyprinus capio), gurame (Osphronemus gurame Lac.), tambakan (Helostoma temmincki) dan tawes (Puntius javanicus Bleecker) adalah Icthyopthirius multifiliis.

Parasit yang ditemukan di kolam-kolam akuarium di Bogor tersebut masuk melalui ikan hias dari Amerika Serikat atau Eropa. Penyakit ini sering muncul secara soporadik saat musim pancaroba.

Pada tahun 1951, muncul wabah penyakit menyeang benih-benih ikan mas di Jawa Tengah yang disebabkan oleh parasit kelompok Sporozoa Myxobolus pyriformis. “Masuknya parasit ini diduga melalui impor ikan ke Indonesia. Begitu juga penyakit Lerniasis yang disebabkan oleh Lernaea cyprinacea pada ikan mas, tawes dan gurame berasal dari Jepang,” ujar pria kelahiran Medan, 13 Maret 1951 ini.

Lerniasis menyebar ke berbagia daerah antara lain di pusat-pusat perbenihan di Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara. Kerugian diperkirakan sekitar 30 persen dari benih-benih ikan. Sekitar 1,48 juta benih ikan mati selama wabah ini menyerang di Pulau Jawa.

Dari sekian kasus penyakit hewan akuatik yang pernah terjaid di Indonesia, kata Staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini, ada dua kasus yang sangat menonjol yakni Penyakit bercak merah dan insang busuk. Kedua penyakit ini memiliki sebaran wilayah yang luas dan menimbulkan kerugian yang cukup besar terutama ikan air tawar.

Penyakit bercak merah ( Motil Aeromonas Septicaemia) atau disingkat MAS menyerang ikan mas pada pertengahan tahun 1979. Kasus MAS pertama ditemukan di Cibinong. MAS masuk Indonesia dari ikan impor asal Taiwan. Sebanyak 125 ton ikan mati dan 528 ton ikan terserang gara-gara MAS. Gejalanya ikan yang terserang penyakit yang disebabkan bakteri Aeromonas hydrophila, diantaranya terdapat bercak pendarahan pada daerah latero-vetral tubuh dan sekitar sirip, sisik terkelupas, lendir kering serta timbul borok.

“Cara pengendaliannya dilakukan pengeringan kolam-kolam atau akuarium, kemudian ditebar kapur. Ikan yang sakit diberi antibiotik,” jelas lulusan S3 Justus Liebig University, Giessen Jerman Barat ini. Untuk pencegahan penyakit, Fachriyan menawarkan vaksin yang telah diproduksi Pusat Veterinaria Farma (Pusvetma) Surabaya.

Lebih lanjut Bapak dari dua anak ini menguraikan penyakit insang busuk atau Koi herves virus pada tahun 2002 masuk masuk ke Indonesia melalui ikan Koi dari Cina. “ Ikan ko dari Cina ini dalam sertifikatnya dinyatakan sehat tak menunjukkan gejala sakit. Namun beberapa hari kemudian ketika ikan ini akan dibiakkan tampak gejala sakit dan mati,” tuturnya. Gejalanya, mula-mula ikan melompat-lompat ke atas air, tubuh ikan melepuh, borok, insang busuk dan ikan mati dengan cepat.

Ikan tadi menularkan penyakitnya dalam kontes ikan Koi se-Jawa di Blitar. Hanya dalam tempo singkat, penyakit meluas ke Bandung, Jawa Barat kemudian ke Subang. Lalu melalui penjualan penyakit menyebar ke Bogor, DKI, Sumatera Barat, dan Danau Toba. Kerugian akibat penyakit ini mencapai Rp 200 milyar.

Cara pengendaliannya, kata Dr Drh Fachriyan, mengurangi populasi (kepadatan ) ikan di kolam dan mengganti air . Pemberian antibiotik. Selain itu ikan yang sembuh dari penyakit sebaiknya tidak dipelihara karena setiap hari ikan tersebut melepaskan virus.
suaramerdeka.com,06 September 2005.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s