Super Red, Rajanya Ikan Hias


Waktu terus berlalu dan membawa perubahan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia hobi ikan hias air tawar. Louhan, misalnya, telah tersingkir setelah mengalami ’’booming’’ di awal tahun 2000-an. Pamor beberapa jenis ikan hias pun mulai menyurut. Tetapi ada dua spesies yang nyaris tak tersentuh perubahan tren: arwana dan koi. Apalagi arwana jenis super red yang tetap disukai penggemarnya.

KALAU tak percaya, silakan surfing di dunia maya. Gunakan mesin pencari seperti google atau yahoo, Anda pasti akan kewalahan melihat begitu banyak informasi terbaru tentang arwana super red (Scleropages formosus var.), baik masalah budi daya (penangkaran), perdagangan, maupun pemeliharaan.

Hampir semua galeri ikan hias di kota-kota besar tak pernah sepi dari pengunjung. Apabila malas berselancar di dunia maya, boleh juga membuktikannya di dunia nyata.

Suara Merdeka pun coba membuktikan hal ini dengan mengunjungi beberapa penjual ikan hias di Jl Agus Salim Semarang, maupun showroom yang menyediakan arwana, termasuk Butik Ikan Hias Arwana yang dikelola Andre Aquarium di Jl Kalimas Barat A3/II, Semarang (024-33153168).

Hampir semua penjual mengaku usahanya tetap eksis, karena ditopang para pelanggan setia. Di butik arwana, misalnya, ada puluhan akuarium berisi super red spesial, yang sebagian sudah dipesan pelanggan. Tidak salah apabila sejak dulu super red dijuluki rajanya ikan hias. Postur tubuhnya yang amat proporsional, dengan tampilan warna merah cerah, membuat penggemar tidak pernah bosan-bosan memandanginya. Mereka seperti terkena sihir.

’’Hanya melihat gerakannya saja, saya sudah puas. Apalagi ketika melihat super red dengan gesit mencaplok jangkrik, udang, atau kodok, wah… sulit digambarkan kepuasannya,’’ tutur Alvin, warga Plampitan, saat ditemui di butik arwana satu-satunya di Semarang itu.

Memelihara super red memang menyenangkan, apalagi ikan ini bisa menjalin komunikasi nonverbal dengan pemiliknya. Tidak heran ketika melihat pemilik datang, super red segera mendekatkan mulut ke dinding akuarium.
Penggemar Sejati Andre, pemilik butik arwana itu, juga mengaku kalau super red memiliki banyak penggemar sejati. Di lokasi usahanya, pembeli bukan hanya berasal dari Kota Semarang saja. Tidak sedikit penggemar dari luar kota, bahkan sampai Jakarta, yang menjadi pelanggannya. Selain membeli ikan hias, mereka juga kerap memesan akuarium tanpa kuras yang diproduksinya.

’’Kesetiaan para pelanggan inilah yang mendorong saya mengubah konsep penjualan, dari sekadar showroom menjadi butik arwana. Konsep ini memang diadopsi dari praktik penjualan di Malaysia, Singapura, serta Jepang. Dalam konsep butik, saya cuma fokus pada satu jenis saja: super red. Itu pun hanya ikan-ikan yang memiliki kualifikasi excellent (istimewa—Red),’’ ujarnya.

Super red berkualifikasi excellent, atau grade A, hanya berasal dari jenis chili red dan blood red. Sedangkan jenis golden red dan orange red dimasukkan dalam grade B, meski banyak juga penggemarnya.

Sebagaimana di mancanegara, butik arwana ini sengaja didesain dalam nuansa ruang temaram, nyaman, sehingga pengunjung lebih fokus ke ikan-ikan di dalam akuarium. Ruang berukuran 10 x 30 m2 itu juga dilengkapi dengan aneka bonsai yang menyejukkan mata. Suasana seperti ini lebih mudah terekam dalam memori pengunjung.

Selain menjual arwana, butik ini juga memberikan layanan purna jual. Kalau ada arwana yang sakit, atau akuariumnya kurang beres, bisa dibawa ke tempat ini untuk disembuhkan atau diperbaiki. Andre memproduksi sendiri akuarium tanpa kuras, untuk memudahkan penggemar dalam mengelola super red.
Merah Cerah Super red yang berkualitas super memiliki beberapa ciri. Warna sisiknya merah-cerah, membentuk seperti ring (cincin) yang di tengah-tengahnya berwarna hijau-metalik yang pekat, sehingga terlihat sangat kontras. Bentuk kepalanya menyendok, dan terkesan kekar, karena memiliki bingkai sisik yang lebih tebal.

Dua sungut yang menempel persis di bawah mulutnya kian membuat tampilan ikan asal Kalimantan ini makin sempurna. Tidak heran jika harganya bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Apalagi jika arwana berasal dari hulu Sungai Kapuas, yang memang lebih berkualitas, sebagaimana dilakukan Andre selama ini.

Meski kepalanya kecil-menyendok, makin ke belakang (arah punggung) makin melebar sehingga terlihat eksotik. Ekornya berbentuk seperti kipas. Ketika meliuk-liuk di dalam akuarium, bentuk tubuhnya yang relatif panjang terlihat seolah-olah makin memanjang.

Di alam bebas, panjang tubuh super red bisa mencapai 90 cm. Namun Andre pernah melakukan survei mengenai minat penggemar, di mana sebagian besar menyukai ukuran tanggung (20-40 cm). ’’Karena itulah, saya biasa menjual super red dengan panjang sekitar 30 cm. Dengan pemeliharaan yang bagus, ikan ini bisa berumur hingga 30 tahun lebih,’’ tuturnya.

Ikan seukuran itu biasanya berumur 1-2 tahun. Warna merah sudah terlihat merata di seluruh sirip dan sisik. Pada umur dua tahun, di tengah ring sudah muncul warna kehijauan, yang makin lama terlihat kian pekat. Ya, predikat raja ikan hias memang layak disandang super red.
suaramerdeka.com,24 Oktober 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s