Salmon, Ikan Favorit yang Bergizi


Bagi masyarakat Indonesia, ikan salmon memang belum menjadi kebutuhan utama dalam kuliner mereka. Masyarakat kita lebih akrab dengan gurami, patin, dan bawal. Tapi di Amerika Serikat dan Eropa, salmon sudah menjadi salah satu kebutuhan utama kuliner mereka.

SALMON termasuk jenis ikan laut, sehingga sulit dibudidayakan di perairan darat. Satwa laut ini merupakan anggota dari keluarga Salmonidae. Umumnya hidup di perairan Samudera Atlantik dan Pasifik.

Mereka termasuk spesies anadromous, yaitu spesies yang selalu bermigrasi untuk berkembang biak. Ikan ini mempunyai siklus hidup yang panjang. Telur-telur akan menetas dan berkembang biak dalam air sungai yang sejuk, jernih, dan tawar.

Setelah dewasa, kawanan besar salmon —disebut shoal— bergerak ke arah lautan. Ketika sudah terbiasa dengan air laut yang asin, kulitnya berubah menjadi seperti sutra yang berkilauan.

Untuk menaruh telur-telurnya, salmon betina mengepakkan ekor untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah. Gerakan ini dapat mengangkat kerikil sehingga tersapu arus, sekaligus menciptakan celah untuk menaruh telur.

Setiap celah dapat menampung 5.000 telur. Telur-telur ini harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air dingin dengan arus yang baik untuk menjamin suplai oksigen. Salmon muda akan menetap di perairan air tawar selama tiga tahun, sebelum bermigrasi ke lautan.

Untuk menuju ke proses tersebut, beberapa jenis salmon mengembangkan taring. Warna mereka menjadi gelap. Jarak perjalanan yang dilakukan salmon sangat menakjubkan. Ya, mereka dapat mengarungi arus sungai sejauh 1.400 km dan mendaki setinggi 2.100 km dari lautan menuju tempatnya menetas.
Masa ’’Panen’’ Meski sulit dibudidayakan di perairan darat, kita masih bisa ’’memanen’’ salmon di sungai-sungai. Sebab setelah musim kawin, salmon betina biasanya akan ’’hijrah’’ ke sungai untuk bertelur. Inilah waktu terbaik para pemancing untuk berburu salmon.

Jika musim ini tiba, pemancing bisa mendapatkan banyak ikan salmon. Hasilnya dapat dijual ke restoran, pedagang pengumpul (pengepul), atau dijual sendiri di lapak-lapak ikan atau di mana saja.

Di kalangan juru masak, salmon termasuk ikan paling favorit untuk dipilih. Cita rasanya pun sangat lezat. Selain itu, paduan warna dagingnya sangat menarik (merah muda dan oranye), yang dapat menggugah selera.

Sulit rasanya menemukan jenis ikan yang dapat dimakan mentah, diasap, atau dimatangkan terlebih dulu seperti halnya salmon. Dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, daging salmon terasa sangat lembut. Hal ini disebabkan kandungan lemak tak jenuhnya (lemak Omega-3) cukup tinggi.

Menurut penelitian, Omega-3 dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol, sehingga konsumen dapat terhindar dari penyakit jantung dan stroke. Selain itu, Omega-3 juga dapat membantu pertahanan tubuh dari serangan kanker dan radang sendi (arthritis).

Salmon juga dapat menjadi nutrisi bagi otak, menjaga kesehatan kulit, bahkan mengurangi keriput. Bukan hanya itu, salmon juga mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh manusia.
Tips Pengolahan Agar tak banyak nutrisi yang hilang, diperlukan tips dalam pengolahan ikan salmon. Pertama, agar tekstur salmon saat digoreng tidak rusak, usahakan bagian kulitnya ditaruh di sisi bawah. Jika bagian dagingnya dulu yang terkena panas, biasanya ikan akan mringkel.

Kedua, untuk membuat kaldu ikan yang bening, cukup gunakan api sedang. Gunakan bagian kepala dan ekor saja.

Ketiga, kematangan ikan harus sempurna supaya enak rasanya. Perhatikan ikan yang digoreng. Bila jus (kaldu ikan) sudah keluar dari dagingnya, segera angkat. Cara ini akan mengunci kandungan Omega 3 pada ikan agar tidak rusak.

Yang juga penting adalah cara memilih daging salmon. Ketika membeli di pasar atau supermarket dalam bentuk potongan, pilihlah sesuai keperluan, bisa dengan kulitnya atau tanpa kulit.
Cobalah tekan daging ikan. Jika empuk, beraroma segar, dan tidak berlendir, itu berarti ikan masih segar.

Perlu diingat, daging salmon sedikit berminyak sehingga agak licin dan mengkilap. Jangan lupa mintalah es serut dalam kemasannya agar ikan terjaga kesegarannya setiba di rumah.

Kesegaran salmon juga bisa dilihat dari kedua matanya. Mata harus jernih, dengan kedua bola mata yang bening. Periksa pula bagian insang. Ikan yang segar memiliki warna insang merah segar.
suaramerdeka.com,09 Oktober 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s