Keringkan Ikan dengan Tenaga Surya


DI MUSIM Penghujan, nelayan kerap mengalami kesulitan jika menjemur ikan tangkapannya. Selain proses pengeringan masih mengunakan alat tradisional, pada musim itu nelayan sulit mendapat sinar matahari.

Kesulitan semacam itu bakal dihadapi sebagian besar nelayan di pesisir pantai utara, seperti Juwana dan daerah lain di Pati.

Jika kemarau kendala yang dihadapi petani minimnya tangkapan ikan di laut, tetapi di musim penghujan nelayan kesulitan mengeringkan ikan meski pendapatan ikan lebih banyak.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati, jumlah nelayan hingga 2002 adalah 15.374 orang dengan jumlah produksi pendapatan ikan laut 37.574.056 kg/tahun. Sementara itu, pendapatan para nelayan pada tahun itu Rp 101.449.950.

Untuk meningkatkan pendapatan, Yayasan Anugerah Yasa (YAY) memberikan kesempatan bagi nelayan untuk mengikuti pelatihan cara mengeringkan ikan asin dengan teknologi tata surya.

Tawaran itu tentunya menarik, karena bila mengunakan alat itu, nilai pendapatan ikan bagi nelayan diperkirakan bertambah 15%. Bila 2002 lalu Rp 101.449.950, dengan alat tersebut diperkirakan meningkat menjadi Rp 116.667.440.

Selain itu, alat pengering tenaga surya yang didatangkan dari Inggris itu memiliki banyak keunggulan.Selain praktis, mampu menampung ikan relatif banyak.

Alat pengering ikan dengan teknologi modern ini mampu mempercepat pengeringan ikan 250 kg/unit. ”Jika pengeringan ikan asin mengandalkan terik matahari dalam waktu delapan jam, alat tersebut hanya membutuhkan lima jam,” jelas H Dasril Munir dari YAY selaku penyerah alat bantu pengering ikan di Aula KUD Saronomino, Juwana.

Menambah Pendapatan

Meski tawaran itu terbilang memiliki berbagai kelebihan, kendala yang dihadapi mungkin biaya. Setidaknya, teknologi tepat guna tersebut konon seharga Rp 20 juta/unit.

Mampukah nelayan yang berpenghasilan kecil membeli alat semahal itu?

Bisa jadi banyak yang berminat, apalagi setelah mereka dapat mengetahui tata cara atau teknik menggunakan alat itu dalam pelatihan pemanfaatan alat pengering ikan tenaga surya di Aula KUD Saronomino, Juwana, beberapa hari lalu.

Sudah tentu alat industri yang sengaja didatangkan dari Kedutaan Besar Inggris ini menarik bagi nelayan karena mampu memberikan nilai tambah bagi petani 15%/bulan.

Bila dihitung rata-rata pendapatan petani ikan/orang dalam sebulan Rp 549.900, maka dengan dioperasikan alat tersebut, pendapatan nelayan meningkat menjadi Rp 632.385.

Dengan bobot 1.000 kg, kapasitas pengeringan 500-600 kg produk ikan basah, daya listrik 12 Volt/50 Watt dan temperatur yang dihasilkan 45-80 derajat Celcius, alat pengering ini lebih cepat dibandingkan dengan mengandalkan panas matahari dan suhu udara. Alat canggih ini memiliki dua lapisan dengan sistem penataan bertingkat. Setiap lapisan diberi almunium yang memengaruhi efektivitas waktu untuk pengeringan ikan.

suaramerdeka.com, 25 September 2003

One thought on “Keringkan Ikan dengan Tenaga Surya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s