Dua Ikan Cucut ”Raksasa” Terdampar di Pantai


Dua ikan cucut berukuran besar diperkirakan pasangan jantan dan betina, terdampar di pantai Laut Jawa di wilayah Desa Juwiring, Cepiring, Kendal.

Ikan berciri-ciri fisik antara lain berkulit hitam dengan tutul-tutul warna putih itu, oleh masyarakat nelayan setempat disebut ikan Cucut Cemoro Lintang.

’’Berdasar referensi, dua ikan itu adalah Cucut Geger Lintang (Rhineodon Typus) atau Whale Shark. Ikan ini berenang lamban dan makanannya Zoo Plankton. Ia masuk keluarga Hiu Cucut yang biasa hidup di perairan dalam.

Dalam waktu tertentu, ikan jenis itu berimigrasi dari satu lokasi ke lokasi laut lain,’’ kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Pemkab Kendal, drh Kumaedi, kemarin.

Didampingi seorang stafnya, dia menjelaskan selama ini ikan jenis itu sering terlihat di perairan Juwiring. Karena di tempat tersebut terdapat gugusan terumbu karang, yakni Karang Kelop, Rome-rome serta Tandes yang menyediakan cukup makanan.

Dua faktor yang menyebabkan dua ikan itu terdampar, yakni diterpa kuatnya ombak dan terkena jaring nelayan.
’’Di mana ikan itu berenang, hampir dipastikan dikelilingi ikan tongkol, ’’ imbuhnya.

Rozikin (27) nelayan dan petani tambak warga Desa Margorejo RT 1 RW 2 Cepiring menuturkan, kedua ikan tersebut diketahui terdampar sejak Jum’at (20/2) pukul 09.00.

’’Sekitar pukul 06.00 (Jum’at, 20/2) saya menyusuri pantai Juwiring untuk menuju tambak. Ketika itu, belum ada ikan yang terdampar. Sekitar pukul 09.00, saat saya pulang dari tambak melihat ada dua ikan besar terdampar di perairan dangkal,’’ ungkap dia di lokasi, kemarin.

Didampingi rekannya, Arifin (33) warga Juwiring RT 4 RW 3, dijelaskan dua ikan tersebut berupaya ke tengah atau perairan yang dalam. ’’Salah satu ikan tersebut —yang tubuhnya lebih kecil (diduga betina-Red), sebenarnya sudah bisa mencapai perairan dalam. Namun entah kenapa ikan itu justru kembali lagi ke arah ikan bertubuh besar.’’

Sirip Diambil

Lambat laun, kedua ikan tersebut akhirnya semakin menepi lantaran diterpa ombak serta terdampar di pantai berpasir. Hingga Jum’at petang, kedua ikan yang terdampar itu masih mampu bertahan hidup.

Nelayan pun tak dapat berbuat banyak untuk menolong ikan nahas itu, mengingat ukuran tubuhnya besar. Untuk ikan jantan memiliki panjang 6-7 meter dengan diameter bagian kepala mencapai satu meter mengerucut ke arah ekornya.

Sedangkan si betina memiliki tubuh lebih kecil, panjang berkisar 5-6 meter dan lingkar kepala 1 meter dan ukurannya mengerucut kecil ke arah ekornya. Ketika Suara Merdeka di lokasi, kedua ikan tersebut telah mati. Ikan betina berada terpisah dengan jarak 100 meter lebih ke arah barat, dari lokasi ikan jantan terdampar.

Untuk menuju lokasi itu, harus rela berjalan kaki berangkat dan pulang sejauh 8 km. Pasalnya, sepeda motor tidak dapat langsung ke lokasi, serta harus diparkir di areal tambak di sebelah barat objek wisata pantai Jomblon, Cepiring. Meski berlokasi jauh, khabar adanya dua ikan besar yang terdampar itu membuat orang penasaran.

Namun, warga yang tiba di siang hari tak bisa melihat ikan tersebut dalam keadaan utuh. Sejumlah warga kampung, Sabtu (21/2) pukul 09.40 telah mengambil sirip di bagian ekor dan belakang kepala ikan ini dengan memakai parang. Beberapa dari warga itu bahkan telah mengambil dagingnya.(G15-56)
suaramerdeka.com,22 Februari 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s