Arwana, Nasibnya Tidak Sebaik Tukul


ANDA pasti kenal Tukul Arwana, komedian paling ngetop dalam dua tahun terakhir. Presenter Empat Mata di Trans-7 ini menggunakan nama arwana, untuk memarodikan mulutnya yang mirip ikan tersebut.

Barangkali pula dia ingin memetik hoki, sesuai dengan kepercayaan kalangan tertentu bahwa keberuntungan akan memayungi orang-orang yang memelihara arwana.

Pada awal 2000-an, ikan ini mengalami booming di Indonesia. Hampir semua orang kaya memilikinya, meski harganya super mahal, bahkan pernah mencapai Rp 500 juta. Praktik perdagangan yang tidak terkendali mengakibatkan populasinya di alam bebas kian menyusut dari waktu ke waktu.
Memang, usaha budi daya sudah banyak dilakukan di beberapa daerah, terutama di Kalimantan yang menjadi pusat arwana di negeri ini. Tetapi budi daya ini lebih difokuskan untuk diperjualbelikan, bukan dilepas ke alam bebas sebagai pengganti ribuan populasi yang terlanjur lenyap.

Lidah Bertulang

Arwana termasuk salah satu anggota keluarga Osteoglasidae (keluarga ikan dengan lidah bertulang). Bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Warna tubuhnya bervariasi, sesuai dengan spesies masing-masing. Ada yang berwana merah, hijau, dan perak.

Kalimantan dan Papua menjadi habitat asli arwana. Tubuhnya khas, berhias sungut pada mulut dan sisik besar teratur. Tidak heran jika ikan ini dijuluki dragon fish (ikan naga). Bentuk dan penampilannya sangat cantik dan unik. Tubuh memanjang, ramping, dan stream line, dengan gerakan berenang yang sangat anggun.

Pada bibir bawah terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar, untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan ikan.

Di alam bebas, panjang tubuhnya bisa mencapai satu meter lebih, dan terkadang bersifat agresif. Sedangkan arwana yang dipelihara di akuarium rata-rata memiliki panjang tubuh 70-90 cm.

Salah satu jenis arwana yang berstatus ’’terancam punah’’ adalah arwana asia (Scleropages formosus). Spesies ini memiliki tubuh yang panjang, dengan sirip dubur jauh di belakang tubuhnya. Arwana asia memiliki warna keperak-perakan, dan mempunyai nilai ekonomi tinggi sebagai ikan akuarium. Bahkan para penggemar feng shui mau membayar mahal untuk mendapatkan arwana asia.
Arwana merupakan ikan karnivora. Di alam bebas, mereka memakan serangga, ikan, udang, cacing, dan beberapa jenis amfibi kecil seperti katak. Karena itu, pakan hidup merupakan diet utamanya. Dalam banyak kasus, arwana dapat pula menerima pakan buatan, terutama setelah melalui tahapan pengenalan terlebih dulu.

suaramerdeka.com, 17 Maret 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s