Ikan Totol Bertaring Ditemukan di Halmahera


Dari sekian jenis ikan yang ditemukan di perairan Halmahera, Maluku Utara baru-baru ini, tiga di antaranya mungkin spesies baru. Dua spesies merupakan jenis ikan punggung totol dan satu spesies masih dipelajari.

“Berita besar, kami menemukan dua jenis ikan dottyback baru dan satu spesies lagi yang diduga baru, masih diamati dengan cermat,” tulis Dr Rod Salm, ahli ketahanan karang Conservation Internasional, dalam blog Ekspedisi Halmahera. Disebut dottyback karena punggung ikan tersebut bertotol-totol. Ikan ini juga uni karena memiliki taring.

Spesies tersebut ditemukan oleh tim Ekspedisi Halmahera di perairan Morotai Timur, sebelah utara Pulau Halmahera pada 20 April 2008 atau di hari ke delapan ekspedisi yang berlangsung hingga 11 Mei 2008. Dipimpin oleh Dr Mark Erdmann dari Conservation International (CI), tim ini juga beranggotakan ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Edrmann sebelumnya dikenal setelha menemukan spesies-spesies baru di Raja Ampat, Papua Barat.

Di perairan Morotai Timur, tim penyelam yang dipimpin Andreas Muljadi mencatat 30 bumphead parrotfishes (ikan kaka tua) yang besar-besar, kelompok Napoleon wrasse, dan kelompok kecil kerapu karang diantara hiu-hiu, barakuda, dan ikan-ikan besar lainnya selain tiga spesies yang diperkirakan baru. Andreas bertahun-tahun melakukan pemantauan lokasi pemijahan (SPAG) dan menganggap lokasi penyelaman sore ini sebagai lokasi SPAG.

“Jika kumpulan ikan-ikan itu sudah berada disana selama karang raksasa yang menjulang di atas kami, maka bisa jadi ikan-ikan itu telah menggunakan lokasi ini sebagai tempat pemijahan selama lebih dari 1000 tahun,” ujar Rod.  Meski spesies Pasifik terlihat pada penghitungan ikan hari ini, spesies karang secara umum memiliki distribusi geografis yang luas sehingga kecil kemungkinan adanya pengaruh Pasifik.

Sementara itu, peneliti LIPI, Indra Bayu Vimono, telah meningkatkan hitungan echinoderma diatas 30 spesies. Feather star belum dimasukan kedalam hitung ini dan  krustasea atau udang-udangan sudah mencapai lebih dari 130 spesies. Beberapa di antaranya belum diidentifikasi, mungkin saja sebagian juga spesies baru.

Perairan di sana masih terawat sangat baik. Rod bahkan sempat berenang dengan 8 ekor lumba-lumba agak jauh dari terumbu karang pada kedalaman 40 meteran. Dia tidak tahu mana yang lebih menyenangkan, berenang dengan lumba-lumba atau berada di air yang demikian jernih sehingga dapat melihat dasar laut lebih dari 33 meter.

kompas.com, 29 April 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s