Ikan Koan Bersihkan Danau dari Enceng Gondok


Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi menyiapkan ratusan ribu bibit ikan koan (grass carp) untuk membersihkan danau yang ada di kota dan sejumlah kabupaten dari tanaman enceng gondok.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi Herman Suherman di Jambi, Minggu (18/7), mengatakan, Kota Jambi dan sejumlah kabupaten memiliki danau dan waduk yang banyak ditumbuhi tanaman enceng gondok.

“Keberadaan tanaman enceng gondok itu dapat menutupi permukaan air, sehingga dapat mengganggu dan menghambat kegiatan masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan danau dan waduk itu sebagai objek wisata,” katanya.

Pada lima tahun sebelumnya, Danau Kerinci seluas 4.500 hektare di Kabupaten Kerinci merupakan objek atau daerah andalan wisata di Provinsi Jambi, yang hampir sepertiga permukaaannya ditutupi tanaman enceng gondok.

Ribuan ekor benih ikan koan yang ditabur di danau itu mampu membesihkan dan menghilangkan enceng gondok, dan kini danau yang berada di kabupaten paling barat Provinsi Jambi itu menjadi pusat kegiatan budaya daerah untuk menjaring wisatawan lewat Festifal Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK).

Bibit ikan Koan itu dikembangkan di Balai Benih Air Tawar (BBAT) Kerinci, yang telah berhasil menghasilkan ratusan ribu bibit untuk ditabur ke dalam sungai dan danau yang ada di Provinsi Jambi.

Ikan koan yang makannya lumut dan akar enceng gondok itu juga ikan konsumsi yang enak dimakan, yang beratnya bisa mencapai lima kilogram lebih perekor, untuk menambah protein masyarakat.

Sejumlah danau yang sudah ditaburi bibit ikan koan di antaranya Danau Sipin di Kota Jambi, selain tempat pengembangan budidaya keramba juga akan dijadikan objek wisata air.

Danau dan waduk lainnya yang akan menjadi penaburan bibit ikan koan terdapat di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Batanghari, Muarojambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

“Ikan koan itu selain untuk membersihkan danau, sungai dan waduk, jika terus berkembang biak juga bisa dijadikan sumber pendapatan oleh warga di sekitar danau sepanjang tidak ditangkap menggunakan alat terlarang,” kata Herman Suherman.

Medai Indonesia.com,18/6/2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s