Tahun 2030, Ikan Terbang Bisa Hilang


National Geographic

Jumat, 3 April 2009 | 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keberadaan ikan terbang dikhawatirkan akan lenyap di perairan Indonesia pada tahun 2030 bila pola pengelolaan ikan tersebut tidak diperbaiki.

“Pengelolaan ikan terbang di Indonesia, sekitar 30 persennya berasal dari Sulawesi Selatan. Kalau tren itu dipertahankan, tahun 2030 tidak ada ikan itu,” kata Peneliti Perikanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Augy Syahailatua, di Jakarta, Jumat (3/4).

Ia mengatakan, besar kemungkinan ikan terbang akan berpindah tempat dari perairan Sulawesi Selatan bila penangkapan ikan terbang terus dilakukan secara besar-besaran. “Kemungkinan ikan terbang akan berpindah tempat. Selain itu, populasinya juga akan berkurang kalau dilakukan penangkapan secara berlebihan. Tetapi, kami akan terus melakukan riset,” ujarnya.

Pada tahun 1922 lalu, diperkirakan terdapat 18 jenis ikan terbang di Indonesia. Namun, pada tahun 2004 dan 2005 hanya ditemukan sekitar 13 jenis saja. Sedangkan 5 jenis lainnya tidak diketahui keberadaannya. “Yang 5 jenis itu masih ada atau tidak, sampai sekarang tidak jelas,” tuturnya.
ANI

3 thoughts on “Tahun 2030, Ikan Terbang Bisa Hilang

  1. jelas saja, orang2 di Polman, dan sekitarnya menjadikan TELUR IKAN TERBANG jadi makanan mereka….!!!!!!

    BAGAIMANA IKAN INI TIDAK AKAN PUNAH……!!!!!

    MBOK DEPARTEMEN KELAUTAN PERIKANAN ITU BERTINDAK….JANGAN DIAM AJA YAA…:)

  2. di samarinda ikan terbang dibuat ikan asin.. mau coba datang aja ke pasar segiri… murak ko per kilonya sekitar 30rb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s