Penanganan Danau Tempe Butuh Sinergi Lintas Daerah


Jumat, 20 Juni 2008 | 23:56 WIB

MAKASSAR,JUMAT – Pendangkalan Danau Tempe yang setiap tahunnya menimbulkan bencana banjir bagi ratusan warga Kabupaten Sidrap dan Wajo, Sulawesi Selatan, tidak eratasi jika hanya bertumpu pada proyek fisik semata. Jauh lebih penting adalah melibatkan masyarakat dari hulu sampai ke hilir pada tiga sungai yang terakses ke danau tersebut, yakni Sungai Cenranae, Sungai Bila, dan Sungai Walanae.

Proyek fisik berupa bendung irigasi hanya akan menyelesaikan masalah secara parsial. Tanpa melibatkan masyarakat dari hului hingga hilir dan sekitaran danau, proyek itu hanya akan melahirkan tumpukan masalah baru, sementara anak cucu kita bakal makin terbebani loan (pinjaman) luar negeri , ujar Prof Dr Muslimin Mustafa, guru besar pertanian dan lingkungan hidup Universitas Hasanudin di Makassar, Jumat (20/6).

Pekan lalu, lima dari 11 kecamatan di Kabupaten Sidrap kembali dilanda banjir akibat mel uapnya Danau Tempe yang berhubungan dengan Danau Sidenreng. Ratusan rumah warga terisolasi dan dan sekitara 5.5000 hektar tanaman padi yang berusia 1,5 bulan membusuk. Banjir tersebut melanda kawasan Danau Tempe (termasuk Danau Sindenreng) setiap tahunn ya akibat mendangkalnya dua danau tersebut.

Muslimin mencatat laju pendangkalaan 10-20 cm per tahun. Terkait dengan itu, sebuah data dari Pemerintah Provi nsi Sulsel menyebutkan, saat kemarau luas danau tinggal 10.000 ha. Saat hujan, luasnya bisa mencapai 40.000 ha. Hal inilah menyebabkan banjir.

Nasrullah Nara

dari : kompas.com

Categories AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s