Pemburu Napoleon Ancam Kelestarian Perairan Mentawai


Ikan Napoleon

Rabu, 5 November 2008 | 20:57 WIB

PADANG, RABU – Maraknya perburuan ikan Napoleon di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, karena harganya yang mahal, telah mengakibatkan makin parahnya kerusakan terumbu karang tempat ikan itu tinggal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mentawai, Khairil, mengatakan, Rabu, ikan Napoleon dijual dengan harga mencapai 50 dollar US per kilogram, diekspor ke luar negeri. Sehingga, menarik minat para nelayan untuk berburu ikan tersebut, tak hanya nelayan Sumatera Barat, tapi juga nelayan provinsi-provinsi tetangga.

Khairil menjelaskan, ikan Napoleon hidup dan berkembang biak di lubang-lubang terumbu karang. Pada siang harinya bersembunyi di celah terumbu karang, dan malam hari keluar mencari mangsa.

“Karena merasa kesulitan menangkap, para nelayan menggunakan potasium untuk membuat ikan itu pingsan, padahal akibat yang ditimbulkan racun itu justru dapat membahyakan kelangsungan kelestarian ekosistem terumbu karang. Potasium dapat mengakibatkan punahnya terumbu karang,” ujar Khairil.

“Di pantai bagian Selatan Mentawai terdapat pulau-pulau, seperti Pulau Nigo, Pulau Sandang, Pulau Magalok, dan Pulau Tilakak, Lubuk Bajau dan Simatak yang memiliki banyak terumbu karang. Di situ banyak hidup ikan Napoleon dan Lobster yang diincar para nelayan dari luar Sumbar.  Ikan itu diekspor ke Hongkong dan Taiwan. Di lain pihak pengawasan aparat pemerintah dalam mencegah pengrusakan terumbu karang sulit dilakukan karena miskin sarana dan prasarana pengawasan,” ujarnya.

Masyarakat daerah sekitar terumbu karang sendiri, menurut Khairil, sangat memahami fungsi dan kegunaan terumbu karang bagi ekosistem laut. Mereka secara perlahan mulai merubah cara pandang tentang terumbu karang, dan menggunakan jaring terbuat dari millenium untuk menangkap Napoleon maupun Lobster.

“Bahkan untuk mengantisipasi pemburu liar itu, masyarakat sekitar terumbu karang kita berdayakan untuk menjaga kelestarian terumbu karang,”ujar Khairil.

Selain itu, Khairil mengharap agar Pemkab Mentawai menambah jumlah polisi laut yang bertugas menjaga keadaan dan kelestarian ekosistem laut.
ABI
Sumber : Ant

dari : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s