Ikan Berformalin Tanggung Jawab DKP


Pemberitaan tentang ikan berformalin akhir tahun lalu membuat omzet para pedagang di Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menurun hingga 50 persen.

Selasa, 23 September 2008 | 10:16 WIB

PADANG, SELASA – Penelitian tentang pemakaian formalin atau boraks sebagai bahan pengawet ikan di Sumatera Barat seharusnya langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Tanggung jawab pengawasan perikanan diserahkan ke dinas itu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Rosnini Savitri. Dia mengaku, sudah menerima hasil laporan penelitian peneliti dari Universitas Bung Hatta (UBH) sehubungan dengan pemakaian formalin dan boraks untuk mengawetkan ikan teri.

“Kami sudah bagi-bagi tugas. Untuk pengawasan ikan, diserahkan ke DKP. Sementara, untuk ternak, pengawasan diserahkan kepada Dinas Peternakan. Kami dari Dinas Kesehatan mengawasi kelayakan makanan olahan,” kata Rosnini.

Peneliti dari UBH baru-baru ini menemukan pemakaian formalin dan boraks untuk mengawetkan ikan asin di tiga pasar di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Ikan asin dari kedua daerah itu diperoleh dari Kota Padang. Penelitian tentang kelayakan ikan sudah dilakukan beberapa tahun terakhir, dan hasilnya selalu positif terdapat kandungan formalin atau boraks untuk pengawetan.
Agnes Rita Sulistyawaty

dari : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s