10 Danau di Indonesia Rusak


Keindahan Danau Maninjau di Sumatera Barat bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Senin, 17 November 2008 | 22:14 WIB

PALEMBANG, SENIN – Sedikitnya 10 danau di Indonesia rusak, sehingga fungsinya menurun . Hal tersebut akibat penggundulan hutan dan sedimentasi. Oleh karena itu, persoalan tersebut harus ditangani secara serius, tidak hanya oleh pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan, Widi Agoes Pratikto, usai Pembukaan Konferensi Internasional Perairan Pedalaman Indonesia 2008 di Hotel Arya Duta Palembang, Senin (17/11). Menurut Widi, saat ini banyak danau yang pada waktu hujan tidak bisa menjadi reservoir (tempat penyimpan air).

“Justru danau tersebut memberikan limpahan banjir. Sementara pada saat surut atau kemarau, danau tidak dapat menjadi tempat bekerja karena terisi lumpur atau sedimentasi. Danau yang rusak kurang lebih 10 yang besar,” ujarnya.

Menurut Widi, penyebab kerusakan danau yaitu pengundulan hutan. Selain itu, akibat ditebanginya mangrove atau pepohonan di sekitar area tangkapan. Penebangan mangrove mengakibatkan lumpur mengalir ke danau, sehingga menimbulkan sedimentasi. Persoalan sedimentasi tersebut, ditemukan di hampir semua tempat.

Masih menurut Widi, departemen kelautan tidak dapat menyelesaikan sendiri persoalan itu, tetapi harus bekerja sama dengan direktorat sumber daya air. “Selain itu, ia juga mengimbau pemerintah daerah agar terlibat dalam penanganan danau. Regional harus digalakkan, tidak bisa semua tergantung pusat,” katanya.

Ia berharap, Konferensi Internasional Perairan Pedalaman Indonesia 2008 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut akan merumuskan konservasi, tidak hanya habitat hidup, tetapi juga sungai dan perairan lainnya.

Jawa dan Sumatera
Kepala Balai Riset Perikanan Perairan Umum, Ali Suman mengatakan, selain 10 danau yang mengalami rusak total, terdapat danau-danau lain yang menurun fungsinya. Danau-danau yang rusak total terdapat di Jawa dan Sumatera.

Menurut dia, kerusakan danau juga mengakibatkan penurunan populasi ikan. Saat ini, populasi ikan di 10 danau tersebut hanya tinggal 10 persen dari yang seharusnya. Untuk memperbaiki ekosistem ikan, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima tahun.
Siwi Nurbiajanti

dari : kompas.com

Categories AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s