Segarnya Pindang Patin


Jumat, 12 September 2008 | 17:27 WIB

Segar dan berorama rempah! Itulah yang terasa ketika saya mencoba pindang ikan patin di Sari Sanjaya, Jalan Dr Satrio No 18A, Jakata Selatan. Daging ikan patinnya lembut. Sensasi rasa asin, manis, asam, dan pedas bercampur dalam satu sendok kuah pindang.

Begitu tersaji di meja, wangi daun kemangi, aroma sereh serta jahe langsug menyeruak dari kuah pindang yang masih panas. Sangat menggoda selera. Saya sampai lupa bahwa saya harus mengambil gambar sebelum mulai menyantapnya.

Pindang patin ini isinya beraneka: ada daun bawang, mentimun, daun kemangi, cabe, nanas, lengkuas, dan tomat.

Setelah mencoba ikan patin dipindang, saya penasaran ingin merasakan ikan patin dipepes. Begitu bungkusannya dibuka, aroma duren menusuk hidung. Hah, patin rasa duren? Betul! Daging buah duren membungkus potongan ikan patin yang empuk dan lembut. Ikannya terasa asam dan tentu beraroma duren.

Yuda, seorang waiter di tempat itu menjelaskan, mereka menggunakan tempoyak (fermentasi duren) sebagai bumbu pepes, maka pepesnya pun terasa asam karena pengaruh duren yang difermentasi. Saya tidak begitu menyukai pepes ikan patin itu, mungkin karena rasanya yang ‘aneh’, tetapi saya menghargai kreativitas tercipta menu tersebut.

Sari Sanjaya, dikenal juga dengan nama Pempek Apy Plaju, khusus menyajikan masakan khas Palembang. Selain aneka pilihan pindang, seperti pindang ikan patin, pindang ikan belida dan pindang tulang iga, di sini juga tersedia aneka jenis pepes ikan, pempek atau empek-empek, lakso, mie celor, mie tumis, burgo, lakso, celimpungan, laksan, tekwan.

Celimpungan merupakan makanan yang terbuat dari ikan tenggiri, berkuah santan dengan bumbu penyedap ikan tenggiri juga. Burgo terbuat dari tepung beras, bersantan, berkuah putih serta berbumbu ikan tenggiri. Kalau celimpungan menggunakan kunyit, burgo tidak. Itu saja bedanya.

Sementara tekwan terbuat dari ikan dengan kuah berbumbu kepala udang. Di dalamnya ada irisan bengkuang, jamur kuping, dan seledri. Model, sebagaimana pempek, juga terbuat dari ikan, namun di dalamnya ada tahu serta berkuah seperti tekwan.

Selain di Jalan Dr Satrio, Sari Sanjaya juga ada di Jalan Boulevard, Kelapa Gading, Jakarta Utara serta di Radio Dalam, Jakarta Selatan. Jam operasinya dari pukul 11.00 – 21.00
EGP

dari : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s