Sukses Membudidayakan Kepiting


Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Hengki Wiramada
Penyunting Gambar : Wahyu Indra Rukmana
Lokasi : Losari, Cirebon, Jawa Barat
On Air: 10 Juli 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, – Budidaya kepiting merupakan salah satu usaha di bidang perikanan yang menguntungkan. Para petani tambak kepiting dapat meraih keuntungan lebih dari seratus persen, dengan bermodalkan peralatan sederhana.

Bibit kepiting yang dibeli seharga 15 ribu rupiah per kilogram, setelah digemukkan selama 2 minggu hingga satu bulan, bisa dijual seharga 30 ribu hingga 50 ribu rupiah per kilogram.

Pemasaran kepiting juga tidak sulit, karena kebutuhannya cukup tinggi untuk restoran sea food. Pasokan kepiting untuk kota Jakarta dan sekitarnya saja dirasakan masih kurang. Apalagi untuk konsumsi kota-kota besar di pulau Jawa dan Bali. Salah satu sentra budidaya dan penggemukan kepiting terdapat di kawasan Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Dari kota Cirebon, Desa Ambulu dapat dicapai selama satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, mengambil arah ke Brebes, Jawa Tengah. Desa Ambulu, Kecamatan Losari, merupakan sentra penghasil utama kepiting di Kabupaten Cirebon. Desa ini memiliki sungai yang airnya tidak pernah kering.

Penggemukan kepiting dilakukan petani di sungai yang berair payau. Untuk mencapai lokasinya, saya harus melintasi jembatan kecil di tengah sungai. Keramba yang digunakan untuk memelihara kepiting terbuat dari bambu, tersebar di sepanjang sungai.

Para petani kepiting disini tergabung dalam beberapa kelompok nelayan. Salah satunya kelompok Nelayan Rajungan Jaya, yang dipimpin oleh Pak Syamsudin. Kepiting yang dibudidayakan disini jenis kepiting solasi dan kepiting bakau. Keramba tempat penggemukan berukuran dua kali tiga meter. Setiap keramba berisi sekitar lima puluh ekor kepiting.

Kepiting yang diambil dari keramba diikat kakinya dengan tali dari pohon pisang, agar tidak berkeliaran. Saya mencoba ikut mengikat kaki kepiting, namun ternyata tidak mudah.

Kepiting laki-laki dipanen setelah berumur setengah bulan. Sedangkan kepiting perempuan dipanen setelah bertelur dan berusia satu bulan. Harga kepiting laki-laki sekitar 30 ribu rupiah per kg. Sedangkan kepiting betina 50 ribu rupiah per kg.

Kepiting yang baru diambil dari keramba dikumpulkan di dalam keranjang. Kepiting solasi dan kepiting bakau yang digemukkan disini merupakan kepiting pilihan. Bila dimasak rasa dagingnya lebih gurih. Kelezatannya sudah sangat dikenal para penikmat kepiting.

Untuk merasakan bagaimana lezatnya daging kepiting saya mencoba memasaknya. Istri Pak Syamsudin mengajari saya memasak kepiting dengan cara merebusnya di dalam kuali.

Nah sekarang saya ingin menikmati kepiting yang telah masak. Agar lebih sedap diberi bumbu dengan saos tiram. Heemm, dari tampilannya saja sudah sangat mengundang selera.Rasa daging kepiting ini memang lezat, karena itu tidak salah kalau banyak yang menggemarinya. (Helmi Azahar/Sup)

dari : indosiar.com

One thought on “Sukses Membudidayakan Kepiting

  1. salam..

    saat ini saya menjual CD cara budidaya kepiting yang benar, hanya dengan harga 60 ribu/CD (sdh msk ongkos krm). CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.

    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s