Budidaya Udang Galah


Reporter: Claudia Yuniar, Asep Syaifullah
Juru Kamera: Damar Galih
Penyunting Gambar: Yogya Harmoko
On Air: 27 Maret 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Ciamis – Ini merupakan kolam budidaya udang galah. Lokasinya di Kecamatan Pamarican, Ciamis, Jawa Barat. Para petani udang galah di tempat ini tergabung dalam kelompok Mina Usaha Sejahtera yang terbentuk tahun 1992 lalu. Disini, para petani melakukan budidaya udang galah mulai dari pembibitan hingga pembesaran.

Untuk mencapai lokasi budidaya udang galah di Ciamis, dari Jakarta dapat melalui jalan tol Jakarta-Cileunyi. Lalu perjalanan dilanjutkan ke arah Pangandaran. Setelah memasuki kota Banjar, perjalanan diteruskan ke Kecamatan Pamarican.

Disinilah tempat lokasi budidaya udang galah. Luas lahan yang dikelola gabungan pembudidaya udang galah disini lebih dari 30 hektar. Karena begitu luasnya lahan, panen udang galah dapat dilakukan setiap saat. Panen udang dilakukan setiap ada permintaan. Biasanya pesanan datang dari restoran.

Udang dapat dipanen setelah dua bulan di pelihara di kolam. Permintaan dari pasar lokal umumnya udang dalam keadaan hidup. Namun tidak mudah menangkap udang hidup dengan tangan. Bila tidak hati-hati bisa terkena capit.

Udang memang merupakan makanan favorit. Karena itu permintaannya tidak pernah sepi. Apalagi untuk udang galah seperti ini. Konon, udang memiliki khasiat dapat meningkatkan stamina.

Luas lahan pemeliharaan udang galah yang dikelola gabungan petani disini mencapai 24 ribu meter persegi. Yang perlu diperhatikan dalam membesarkan udang galah adalah menjaga kebersihan air dan lingkungan kolam.

Agar udang cepat besar diberi makan setiap dua jam sekali. Pakannya berupa pellet.
Sebagai makanan tambahan diberi keong, yang biasanya banyak terdapat di sekitar kolam.

Di tempat ini juga dilakukan pembibitan udang galah. Proses penetasan udang dilakukan di ruangan khusus. Suhunya dijaga pada tingkat 32 derajat celcius. Berada di ruangan penetasan ini terasa panas, dan udaranya beruap.

Di kolam inilah induk udang galah menetaskan telurnya. Benur udang yang baru menetas menempel di tubuh induknya. Budidaya udang galah bagi petani disini sangat menguntungkan. Untuk pemeliharaan seribu benur udang galah di kolam seluas 200 meter persegi, dalam waktu dua bulan dapat diperoleh keuntungan satu juta rupiah.

Udang yang telah dipanen dikirim ke pembeli dalam keadaan hidup. Permintaan terbesar untuk udang ukuran 25 hingga 30, dengan harga 50 ribu hinga 60 ribu rupiah per kilogram. Pasarnya, untuk dalam negeri umumnya restoran. Sedangkan untuk ekspor, pasar terbesar Singapura dan Jepang

Untuk pasaran local, udang dibawa dalam keadaan hidup dengan menggunakan drum fiber berisi air. Udang diletakkan di keramba di dalam drum yang dilengkapi selang saluran oksigen.

Setelah melihat budidaya di kolam, saya kini ingin merasakan kelezatan daging udang galah. Kebetulan, para petani disini telah memasakkan udang galah untuk dimakan bersama. Rasa daging udah galah memang lezat. Cukup dimakan dengan saos sambal dan nasi, kelezatannya sudah terasa. (Helmi Azahari/Sup)

dari : indosiar.com

6 thoughts on “Budidaya Udang Galah

  1. kalo boleh, bisa tolong dijelasin lebih akurat nggak tentang udang galahnya? maksudnya tentang budidayanya, cara pembesarannya, cara pemberian pakannya, suhu tempat hidupnya, kayk gitu2

  2. sya ad lahan sktr 100m prsgi.sya pngn ubah jd tmpt budi daya udang galah. qr2 Sy bth mdal brp ya?trus caranya gmn? mohon infonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s