Budidaya Lele Bapukan


Presenter : Fella Sumendap
Reporter : Yadi Supyandi
Penyunting Gambar : Wahyu Indra Rukmana
Lokasi : Indramayu, Jawa Barat
Tayang : Kamis, 5 Juni 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Indramayu – Budidaya ikan lele merupakan salah satu andalan sektor perikanan darat. Permintaan terhadap ikan lele yang cukup tinggi untuk konsumsi, menjadikan budidaya ikan lele merupakan usaha yang menguntungkan. Untuk wilayah Jakarta – Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok saja, setiap harinya membutuhkan sekitar 75 ton ikan lele untuk konsumsi.

Selain itu, harga ikan lele di pasaran relatif stabil. Berkisar 8 ribu hingga 10 ribu rupiah per kilogram. Salah satu lokasi budidaya ikan lele terdapat di Indramayu, Jawa Barat. Di tempat ini terdapat ikan lele super jumbo, yang biasa disebut petani ikan disini sebagai lele bapukan. Karena ukurannya yang besar, ikan lele bapukan ini dapat diolah menjadi produk makanan dalam kemasan, berupa fillet lele tanpa tulang.

Lokasi budidaya ikan lele di Indramayu dapat dicapai dari jakarta melalui jalan Tol Jakarta – Cikampek. Keluar pintu tol lalu menyusuri jalur Pantura. Selepas kota Subang, mengambil arah ke Kecamatan Loh Sarang, Indramayu. Perjalanan dari Jakarta ke kawasan ini dapat di tempuh sekitar tiga jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Di wilayah ini terdapat sedikitnya seratus petani ikan lele, yang tergabung dalam kelompok tani lele Indramayu. Salah seorang petani yang sukses membudidayakan ikan lele disini adalah Haji Carmin atau yang lebih akrab dipanggil Haji Maming. Dia telah menekuni budidaya ikan lele lebih dari sepuluh tahun.

Ikan lele bapukan merupakan salah satu produk unggulan petani ikan lele disini. Ukurannya yang super jumbo, atau lebih besar dibandingkan ikan lele biasa, merupakan kelebihan dari ikan lele ini.

Ikan lele ini disebut bapukan, karena ukurannya besar dan dagingnya tebal. Potensi produksi ikan lele bapukan disini cukup besar, berkisar 5 hingga 10 persen dari produiksi ikan lele secara keseluruhan.

Pertumbuhan ikan lele bapukan memang lebih cepat dibandingkan ikan lele biasa. Hanya dalam jangka waktu dua bulan saja, setiap ekornya bisa mencapai berat 700 gram. Budidaya ikan lele bapukan tidak terlalu sulit.

Hampir sama dengan ikan lele biasa. Perbedaannya hanya pada penggunaan bibit yang super, dan pemberian pakan yang berkualitas, sehingga ikan lebih cepat tumbuh besar. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, pada pagi, siang dan sore hari. Takaran pakan yang diberikan, sekitar sepuluh persen dari bobot tubuh ikan.

Sebelum di proses menjadi fillet ikan. Lele bapukan dipindahkan kekolam khusus selama satu hari. Hal ini dilakukan agar ikan menjadi bersih dan segar.

Sehingga dapat diolah menjadi produk makanan dalam kemasan, berupa fillet lele tanpa tulang. Disinilah proses pengolahan fillet lele dilakukan. Pengolahan ikan lele menjadi fillet lele tanpa tulang ini merupakan upaya terobosan, karena lele ukuran terlalu besar tidak begitu diminati di pasaran.

Ikan lele yang laku di pasaran umumnya yang setiap kilogramnya terdiri dari 5 hingga 6 ekor ikan. Karena itu, ikan lele bapukan yang berukuran super jumbo tidak begitu laku di pasaran. Sebagian besar hanya untuk konsumsi kolam pemancingan. Agar petani tidak rugi, ikan lele bapukan diolah menjadi fillet ikan lele tanpa tulang, sehingga lebih laku di pasaran.

Mula – mula ikan lele bapukan yang baru diangkat dari kolam dibekukan dengan es. Ini dilakukan agar kesegaran ikan lele tetap terjaga. Lalu ikan lele dipotong kepalanya, sehingga tinggal bagian badan yang banyak dagingnya. Kemudian bagian ekornya dipotong. Setelah itu dibersihkan isi perutnya, sehingga semua kotoran terbuang. Kini tinggal daging lele yang akan diolah menjadi fillet.

Dengan menggunakan pisau yang sangat tajam, daging lele diiris hingga tidak tersisa tulang. Para pekerjanya kaum ibu yang sudah sangat terampil memisahkan daging lele.

Daging lele yang telah bersih kemudian dikemas dengan kantong plastic, lalu divakum sehingga tahan lama. Fillet lele kini siap dipasarkan ke berbagai kota di sekitaer Jawa Barat.

Daging ikan lele yang telah dibersihkan dapat dimasak dengan berbagai cara. Salah satunya dengan dibakar. Kini Saya ingin merasakan bagaimana rasanya daging ikan lele bapukan, yang katanya gurih dan empuk. Makan ikan lele bakar lebih enak bila dicampur nasi dan sambal. Selain mengenyangkan, rasanya juga mantap.

Makan ikan lele bakar di tempat budidayanya seperti ini merupakan pengalamanan yang sangat berkesan. Selain perut terasa kenyang, rasa daging ikan lelenya juga tak terbandingkan. (Helmi Azahari/Dv/Sup).

dari : indosiar.com

14 thoughts on “Budidaya Lele Bapukan

  1. Saya sudah nyoba budi daya Lele di Cirebon dan berhasil, sekarang ini saya mau ganti Varitas baru Lele tsb, masalahnya kemana saya harus cari bibit Sangkuriang / Phyton tsb.
    Adakah yg tau alamat tepatnya di Indramayu / Cirebon & sekitarnya tempat jual bibit Lele Sangkuriang / Phyton, mohon informasinya, Thanks

  2. saya juga mau benih nya dan saya menginginkan info pemesanan bibitnya tolong klo ada hub 085258472473,,,,,,maksih

  3. Saya baru mau mencoba usaha ternak lele,tapi saya bingung di mana harus membeli bibit lele di cirebon.kalau ada informasi,mohon hubungi saya di 085624098938.

  4. saya sudah lama usaha lele tp sekarang saya inginmencarai bibit lele sangkuriang . kalau ada hubungi saya di 08137779288 .palembang.

  5. permisi saya mau tanya no kontak bpk H.carmin berapa ya??
    saya butuh limbah tulang lele dumbo untuk penelitian saya..
    terima kasih..

  6. kami menjual limbah roti utuh,cocok untuk pakan alternatif ayam kampung,bebek,ikan.harga per karung Rp.40.000,- berat per karung ± 25 kg.apabila berminat hubungi : 0852 1112 7767 rey regensil bogor

  7. kami menjual bibit lele jumbo,sangkuriang berbagai ukuran,dan kami menjual pakan alternati sosis ayam/sapi hrg 2200/kg,roti rasa utuh 35000/per karung.abila ada yang minat hub : 0852 1112 7767 (rey) bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s