Budidaya dan Pengolahan Belut


Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Juru Kamera: Medi Kuswedi, Warsam Aji
Penyunting Gambar: Yogya Harmoko
Lokasi: Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat
On air: 22 Nopember 2007 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, – Belut merupakan ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari. Hampir lima puluh persen dari kandungan tubuhnya mengandung protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan.

Selain di konsumsi sebagai menu makanan, belut juga kerap diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan yang lezat. Bahkan kini juga diolah menjadi obat penambah vitalitas, dan penambah protein pada bubur bayi.

Salah satu lokasi budidaya dan pengolahan belut terdapat di kawasan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Pengelolanya hajah komalasari.

Dari kota Sukabumi lokasinya dapat ditempuh ke arah timur menuju kota Cianjur selama lima belas menit perjalanan. Budidaya belut sebenarnya tidak sulit dan biayanya tidak mahal. Para pemilik lahan sempit juga dapat mengembangbiakkan belut.

Kolam pemeliharaannya diberi lumpur, nutrisi, bahan organik, pupuk kandang dan jerami. Pembuatan kolam dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Diantaranya kolam untuk penampungan induk. Kolam pemijahan. Kolam pendederan dan kolam pembesaran.

Belut secara alami memiliki masa kawin selama musim hujan 3 sampai 4 bulan. Hewan ini memakan segala jenis binatang kecil di air. Seperti ikan kecil.

Untuk usaha pembesaran, belut sudah dapat di panen setelah berumur tiga hingga empat bulan. Belut untuk pasar lokal ukurannya sedang, dengan umur tiga hingga empat bulan. Sedangkan untuk pasaran ekspor, ukurannya lebih besar dengan umur 6 sampai 7 bulan.

Belut juga diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan. Diantaranya deng deng belut, goreng tepung. Maupun abon belut. Ada juga yang diracik menjadi pil belut dan jamu belut sebagi obat penambah vitalitas.

Usaha budidaya dan pengolahan belut cukup menguntungkan. Harga belut di pedagang penampungan berkisar antara dua puluh ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah per kilogramnya. Sedangkan harga beli dari petani bervariasi mulai dari sepuluh ribu hingga lima belas ribu per kilogramnya.

Sementara untuk makanan olahan dari belut, dijual seharga seratus ribu rupiah perkilogram.
Makanan olahan dari belut ini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan juga ada pesanan dari Arab Saudi dan Hongkong. (Helmi Azahari/Sup)

dari : indosiar.com

About these ads

13 thoughts on “Budidaya dan Pengolahan Belut

  1. saya minta tolong bantuannya…saya ingin belajar banyak tentang budidaya belut kemana harus saya kunjungi untuk belajar.tolong saya minta alamatnya

  2. bagi yg brminat utk menggeluti budidaya belut bisa menghubungi bpk. Siswanto 085733337789 (ketua kelompok usaha peternak belut)
    adapun kerjasama kemitraan dgn cr,mbeli bibit dri beliau dan hasil panen akan dbeli kembali.
    Adapun pelatihan budidaya belut setiap hari minggu di sidoarjo,jawatimur.biayanya 250rbu/orang,langsung praktek dikolam belut.

  3. berapa lama proses bahan dasar kolam jadi lumpur...?? baru bibit belut bisa di masukkan kolam... says:

    saya tertarik dengan ternak belut, tp saya kurang jelas gimana cr budidayakannya, mohon penjelasannya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s