Sebagian Besar Hiu Menghadapi Kepunahan


sharktrust.org
Banyak hiu dibantai dengan kejam dengan dipotong siripnya lalu dikembalikan ke laut untuk mati perlahan.

Jumat, 23 Mei 2008 | 10:35 WIB

LEBIH dari 50 persen dari sekian banyak jenis hiu dan ikan pari di dunia terancam punah akibat perburuan yang berlebihan. Menurut penelitian yang dilakukan 15 ilmuwan dari seluruh dunia bersama IUCN/SSC Shark Specialist Group, 16 dari 21 jenis hiu yang diteliti di ambang kepunahan karena siripnya diburu atau tersangkut jala nelayan.

Jenis-jenis hiu yang diteliti, antara lain hiu putih (great white sharks), hiu paus (whale shark), hiu buaya, hiu rubah (bigeye threshers), hiu basking, hiu mako sirip pendek, hiu mako sirip panjang, hiu salmon, hiu silky, hiu porbeagle, hiu sirip putih (whitetip), hiu biru, ikan pari manta, pari hantu spinetail, pari hantu raksasa, dan pari hantu Chile.

Dalam banyak kasus, penangkapan hiu ini tidak mengikuti peraturan dan tidak mengindahkan kelangsungan spesiesnya. Meningkatnya permintaan sup sirip hiu yang dilandasi mitos dan didorong pertumbuhan ekonomi di Asia ikut mempercepat musnahnya ikan-ikan elok ini. “Ini adalah penelitian pertama untuk mengetahui status 21 spesies hiu dan pari,” ujar pimpinan peneliti Nicholas Dulvy dari Pusat Ilmu Pengetahuan Lingkungan, Perikanan, dan Kelautan Laboratorium Lowestoft di Inggris.

Hiu dan pari rentan terhadap penangkapan berlebih karena ikan-ikan tersebut memerlukan waktu lama untuk mencapai kematangan seksual dan memiliki jumlah anak yang sedikit. “Laju hilangnya keanekaragaman hayati saat ini mencapai sepuluh hingga seratus kali lebih tinggi dibanding laju kepunahan sebelumnya,” kata Dulvy seperti dikutip jurnal Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems, edisi 22 Mei 2008.

Oleh karena itu, kelompok peneliti ini memberikan berbagai rekomendasi, antara lain:
– Menetapkan kuota penangkapan hiu dan pari berdasar hasil penelitian populasi.
– Melarang praktik pengambilan sirip hiu di mana pemburu hanya mengambil sirip dan membuang tubuh hiu ke laut dalam keadaan hidup.
– Meningkatkan pengawasan penangkapan hiu dan pari.
– Melakukan riset untuk menjaga kelangsungan populasi hiu dan pari.
– Meminimalkan penangkapan tak sengaja terhadap hiu dan pari dengan penggunaan jala yang tidak membahayakan ikan-ikan itu.
– Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk melindungi hiu.
WSN
Sumber : LIVESCIENCE

dari : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s