Puluhan Ribu Ikan Australia Terdampar di Garut


Senin, 14 Juli 2008 | 16:50 WIB

GARUT, SENIN – Puluhan ribu ekor ikan jenis hejo tonggong (Decapterus nusseli) setiap harinya sejak awal Juli hingga kini terdampar di pesisir pantai Santolo, Garut. Pantai Santolo berjarak sekitar 95 km arah selatan dari pusat Kota Garut.

“Banyak nelayan dan warga setempat setiap sore memungut ikan yang dijadikan produk sarden tersebut untuk dikonsumsi sendiri atau dijual dengan harga berkisar Rp 1.500 hingga Rp 3.000 per kilogram,” kata Lilis Andiriani (23), Senin.

Menurut keluarga pengusaha rumah makan ikan bakar itu, ikan yang kandas kemudian terdampar di hamparan pasir putih ini sangat banyak jumlahnya pada sore hari, menyebabkan bibir pantai itu disesaki warga sekitarnya yang datang berbondong-bondong untuk mengambil ikan.

Bahkan, banyak penduduk nelayan yang kemudian memproduksinya menjadi ikan asin karena jika hanya dikonsumsi jumlahnya terlalu banyak. “Sedangkan dijual pun cukup sulit memasarkannya akibat kurang laku,” kata Lilis yang juga diakui nelayan setempat, Unen (45).

Sementara itu, Kepala Seksi Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Garut Khaidir R Permana menyatakan, warga menyebut ikan tersebut hejo tonggong karena bagian punggung jenis ikan tersebut berwarna hijau.

Puluhan ribu ekor ikan itu tengah bermigrasi dari perairan dingin Australia, yang kini bermusim dingin ke perairan hangat pesisir pantai Samudera Hindia, kemudian kandas dan terdampar pada bentangan Pantai Santolo, yang juga kini mengalami kemarau panjang.

Selain bermigrasi mencari perairan hangat, ikan-ikan tersebut bersama jenis ikan cakalang juga mencari perairan dengan salinitas (kadar garam) tinggi karena kondisi di perairan laut lepas kondisi kadar garamnya rendah, katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut, Asep Efendi (57) menyatakan, banyaknya jenis ikan hejo tonggong yang terdampar, dimanfatkan para nelayan dan warga setempat untuk mengambil ikan-ikan tersebut.

Hal itu karena dari 3.200 kepala keluarga (KK) nelayan termasuk pemilik kapal dan perahu yang menghidupi sekitar 6.000 anggota keluarga, selama ini banyak yang terpaksa tidak melaut mencari ikan akibat dampak BBM, diperparah tingginya gelombang laut angin barat.

Sumber : Ant

dari : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s