DKP: Tenggelamkan Kapal Asing Pencuri Ikan


Selasa, 22 April 2008 | 21:17 WIB

PONTIANAK, SELASA- Departemen Kelauatan dan Perikanan meminta dukungan pemerintah untuk mengambil langkah tegas dengan menenggelamkan kapal-kapal nelayan asing yang terbukti melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Hal ini diperlukan karena keberadaan mereka terus meningkat dan sudah mengancam kekayaan sumber kelautan negara ini.

Buktinya, tahun 2007 lalu ada 179 kapal nelayan asing yang ditahan dan kerugian negara hingga Rp 460 miliar. Pada tahun 2008 yang baru berjalan sekitar 3,5 bulan sudah ada 122 kapal asing yang ditahan dengan estimiasi kerugian negara mencapai Rp 295 miliar.

Illegal fishing oleh kapal nelayan asing ini sudah mengancam sumber daya kelautan Indonesia. Kami akan meminta dukungan pemerintah agar bisa memberikan shock therapy bagi kapal nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah Indonesia dengan menenggelamkannya ke dasar laut. Australia sudah memberlakukan hal ini,” kata Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan Aji Sularso, Selasa (22/4), di Pontianak, Kalimantan Barat.

Prosedur penenggelaman kapal asing tersebut, menurut Aji, dilakukan setelah seluruh awak kapal asing itu dievakuasi.

Pertimbangan melakukan penenggelaman kapal adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan serta lamanya waktu yang diperlukan untuk menarik kapal-kapal asing yang ditangkap itu ke pelabuhan terdekat. Belum lagi jika menunggu selesainya proses hukum atas kapal-kapal asing itu yang terkadang cukup lama.

Kapal itu juga akan rusak dan tenggelam di dermaga, dan juga bisa mengganggu alur pelayaran kapal-kapal Indonesia. “Jika ditenggelamkan bisa menjadi terumbu karang dan obyek wisata di dasar laut,” katanya.

Daerah rawan

Aji menyebutkan, sejauh ini teridentifikasi ada tiga daerah yang rawan terhadap pencurian ikan oleh kapal-kapal asing, yakni di perairan Natuna, perairan Sulawesi Utara, dan Laut Arafuru. Kapal-kapal asing yang ditahan karena menangkap ikan secara ilegal, sebagian besar dari negara China, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan terakhir Malaysia.

Akibat pencurian ikan itu, diperkirakan kerugian Indonesia tiap tahun mencapai Rp 30 triliun. Pencurian ikan oleh kapal asing itu juga mendatangkan persoalan baru, di mana sekitar 1.000 nelayan asing yang ditangkap harus segera dideportasi ke negara asalnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya meminta pemerintah pusat agar kapal-kapal asing yang disita itu bisa langsung menjadi aset daerah yang bisa digunakan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.

”Kapal-kapal nelayan asing berteknologi tinggi itu kalau dimungkinkan menurut undang-undang bisa disita untuk aset daerah dan bisa langsung digunakan nelayan. Kalau pun ada ganjalan hukum untuk menjadikannya sebagai aset daerah yang bisa langsung digunakan nelayan, kami berharap undang-undang itu bisa direvisi,” katanya.

Tercatat dalam kurun waktu 2001-April 2008 ada 142 kapal asing berikut 1.556 ABK yang ditangkap karena mencuri ikan di perairan Kalbar.

dari : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s