Pemantauan Kasus Pencemaran Sungai Cilamaya dan Sungai Siwara


15/12/06 – Info Aktual: Pencemaran

dkp.go.id

Direktur Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan telah menurunkan Tim untuk melakukan pengecekan lapangan. Tim telah melakukan Kegiatan Pemantauan Kondisi Pencemaran di Sungai Cilamaya, Kabupaten Subang ( Jawa Barat) dan Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), yang berlangsung pada tanggal 5 s/d 6 Oktober 2006, dengan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:

A. SUNGAI CILAMAYA (KAB. SUBANG – JAWA BARAT)

  1. Sungai Cilamaya yang bermuara di Desa Rawameneng, Kec. Bianakan, Kab. Subang secara administrasi alirannya melalui 3 kabupaten, yaitu : Kab. Purwakarta (Hulu Sungai). Kab. Karawang, dan Kab. Subang. Sungai tersebut digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti : MCK, mengairi tanaman, dan tambak;

  2. Tambak-tambak masyarakat di sekitar muara Sungai Cilamaya menggunakan air sungai tersebut sebagai sumber air tawar. Menurut Ketua KUD Mina Karya Baru, pencemaran sungai sudah berlangsung cukup lama, sekitar tahun 1980- an. Karena sumber airnya yang telah tercemar maka ikan dan udang yang dipelihara di dalam tambak terhambat pertumbuhanya, mengalami stres, dan kemudian mati. Berdasarkan hal tersebut, Tim Ditjen P2SDKP telah melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas KP Kab. Subang dan Kasubid Analisa, kemudian selanjutnya melakukan peninjauan lapangan;

  3. Hasil pertemuan dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Subang, disampaikan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan tidak mendapat laporan resmi dari KUD Mina Karya Mandiri tentang kasus pencemaran Sungai Cilamaya. Dalam kasus-kasus pencemaran sungai di Kabupaten Subang, Dinas Kelautan dan Perikanan tidak dilibatkan dalam Tim yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, sehingga kurang begitu mengetahui kasus-kasus yang terjadi dilapangan;

selengkapnya….

About these ads

4 thoughts on “Pemantauan Kasus Pencemaran Sungai Cilamaya dan Sungai Siwara

  1. menurut saya pencemaran sungai, dari kita-kita juga. tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya. jadi terus menyalahkan pemerintah, jika kita tidak memperhatikan lingkungan sekitar rumah kita. andhika-mahasiswa ipb

  2. mnurut saya masyarakat setempat hnya ingin memanfaatkan nya saja v gx ingin merawatnya,,, sharusnya org yg memanfaatkan dn hruz ikt mrawat dan mlestarikannya,,,, . coen SMKN 2 KARAWANG

  3. Pencemaran yang berdampak pada kematian ikan, menunjukan bahwa tingkat pencemaran tersebut sudah sangat tinggi. Sebaiknya harus di ambil jalur hukum agar pencemaran ini tidak berlanjut, dan menyebabkan kematian pada ekosistem dan habitat lainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s