GLUKOSAMIA, PENGHADANG ANEKA PENYAKIT


Berdasarkan asalnya, bahan obat dibagi dalam dua golongan besar yaitu berasal dari alam dan hasil sintesis reaksi, baik melalui kimia ataupun enzimatis. Sejak diekposnya hasil penelitian yang menunjukkan obat-obatan berbahan kimia sintesis banyak menimbulkan ekses negatif, maka penggunaan bahan kimia yang bersumber dari bahan alam sebagai bahan obat meningkat sangat pesat, dan menjadi alternatif pilihan.

Adapun tahapan proses yang harus dilalui dalam penggunaan bahan alam sebagai sediaan obat adalah proses isolasi, proses pemurnian (purification), identifikasi, uji khasiat, uji preklinis dan klinis serta formulasi sediaan. Salah satu senyawa kimia yang bersumber dari bahan alam yang mulai banyak digunakan adalah glukosamina. Glukosamina atau juga dinamakan kitosan oligosakarida merupakan senyawa turunan dari kitosan. Sedangkan kitosan merupakan turunan senyawa kitin yang diisolasi dari kulit udang, rajungan, dan kepiting melalui reaksi kimia atau enzimatis.

Kitosan dan kitin merupakan senyawa polimer dengan jumlah terbesar kedua di alam setelah selulosa. Glukosamina Glukosamina sebagai senyawa turunan kitosan didapatkan dengan proses degradasi pemutusan molekul besar kitosan melalui proses enzimatis atau kimiawi. Pemutusan molekul secara enzimatis dilakukan dengan bantuan enzim Chitonase sedangkan proses kimiawi dilakukan secara hidrolisis menggunakan asam kuat. Glukosamina juga merupakan suatu senyawa gula yang mempunyai gugus amino dengan berat molekul yang rendah dan bersifat tidak beracun.

Biasanya merupakan polimer bentuk oligosakarida dengan derajat polimerisasi sekira 20,3 dan mempunyai berat molekul di bawah 5.000. Aplikasi glukosamina di bidang medis sangatlah luas yakni meliputi pencegahan aterosklerosis, hipertensi, diabetes, meningkatkan kekebalan tubuh dan sebagai antitumor di bidang onkologi.

Beberapa penyakit tersebut diketahui merupakan faktor utama yang menyebabkan kematian dan kecacatan pada manusia, sehingga International Health Organization menyebutnya sebagai Musuh Manusia No. 1. Keuntungan dan sekaligus perbedaan utama glukosamina dari senyawa induknya adalah sifatnya yang lebih mudah larut dalam air, sehingga lebih memungkinkan untuk penggunaan di bidang medis, pangan, farmasi atau aplikasi lainnya.

Ada beberapa sifat yang unik dari glukosamina sehingga memberikan kontribusi baru untuk membantu dalam melawan dan mencegah berbagai penyakit, yakni sangat mudah diabsorpsi usus, cepat mencapai atau masuk dalam aliran darah, dan mempunyai efek medisinal secara sistemik pada tubuh. Selain itu, seperti senyawa induknya glukosamina juga cenderung bermuatan positif yang kuat, sehingga dapat berinteraksi dengan senyawa lain yang berlawanan muatannya.

Glukosamina untuk keperluan bidang medis dan aplikasi lain umumnya harus memenuhi persyaratan atau spesifikasi tertentu. Bidang medis Beberapa aplikasi glukosamina di bidang medis antara lain : + Mencegah aterosklerosis. Aplikasi yang utama dari glukosamina adalah karena kemampuannya menurunkan kandungan kolesterol LDL (dikenal sebagai kolesterol jahat) dalam darah. Dan pada saat yang sama fraksi antiaterogenik yakni kolesterol HDL akan meningkat. Kolesterol HDL disebut dengan kolesterol baik, karena mempunyai sifat antiaterogenik yaitu mengangkut kolesterol dari pembuluh darah atau jaringan lain menuju hati untuk dikeluarkan sebagai asam empedu.

Glukosamina juga mendorong penurunan kadar kolesterol dalam hati. Keunggulan glukosamina dibandingkan kitosan yang notabene mempunyai berat molekul jauh lebih besar adalah tidak meningkatkan sintesis kolesterol. Oleh karena itu penurunan kolesterol LDL dengan glukosamina tidak menyebabkan penurunan kadar asam lemak esensial dan vitamin yang larut dalam lemak. Hal ini didukung penelitian Muzzarelli R.A.A yang dipublikasikan dalam Jurnal Mol. Life Science, ketika glukosamina mencapai bagian saluran cerna yang dinamakan intestin, maka sifat glukosamina juga tidak mendorong ekskresi vitamin larut lemak dan mikroelemen dari tubuh bila dibandingkan dengan kitosan. + Mencegah hipertensi.

Glukosamina mempunyai kemampuan berikatan dengan ion klorida, sehingga ion tersebut tidak distimulasi aktivasi enzim renin menjadi suatu angiotensin (suatu senyawa polipeptida dalam darah). Hal ini ternyata akan berpengaruh pada sistem renin-angiotensin untuk menstimulasi produksi nitrogen oksida. Dari penelitian diketahui, nitrogen oksida adalah suatu vasodilator kuat, yang antara lain berperan penting pada medula ginjal, yaitu untuk memelihara homeostasis cairan dan elektrolit serta mengontrol tekanan darah. + Mengobati diabetes. Glukosamina mampu meningkatkan kerentanan sel terhadap insulin.

Disebabkan fakta tersebut diatas, maka kadar hiperglikemia menjadi menurun. Selain itu, glukosamina juga menjaga dari komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit diabetes, yaitu angiopati (penyakit yang menyerang pembuluh darah), retinopati (suatu penyakit retina), masalah kekurangan nutrien pada tubuh, jaringan dan organ. + Meningkatkan kekebalan tubuh. Glukosamina dapat berfungsi dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini terutama diakibatkan kemiripan struktur molekul glukosamina dengan membran sel.

Oleh karena itu glukosamina sangat menguntungkan pada kekebalan humoral dan sel, terutama karena kemampuannya sebagai stimulan pada produksi interferon (suatu protein kecil yang menghambat pertumbuhan virus), dan interleukin-1 (suatu protein yang memainkan peranan penting dalam aktivasi T  limfosit dan B Limfosit) bila terdapat antigen atau mitogen yang masuk ke tubuh.(Beberapa sumber)*** Eriawan Rismana, M.S.(Peneliti Muda di P3 Teknologi Farmasi dan Medika  BPPT)

Sumber: Pikiran Rakyat (Cakrawala-3/3/05)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s