Wahoo, ikan dengan kecepatan super sonic!


FACT FILE

Nama asli : Acanthocybium solandri
Keluarga dekat : King Fish
Max Growth : Tidak diketahui
Max Age : Tidak diketahui
Ukuran rata – rata : 5-20 Kg
World Record : 158 pounds, 8 ounces
Cara memancing : trolling, ngoncer, jigging, high-speed trolling
Lokasi Wahoo di Jawa Barat : kep. krakatau, tanjung lesung, sea mount, ujung kulon, daerah binuangeun, pelabuhan ratu

Ikan Wahoo, adalah species ikan laut yang oleh sebagian masyarakat Indonesia dikenal dengan nama Tenggiri Laki.  Hal ini disebabkan karena kemiripannya dengan ikan tenggiri yang biasa dijadikan mpek-mpek oleh orang Palembang.  Ikan Wahoo sendiri kurang terkenal sebagai makan sehari hari masyarakat kota-kota besar, karena itu anda akan jarang sekali menemukan menu ikan Wahoo di restoran-restoran besar.  Bahkan bagi ibu-ibu yang suka belanja ke supermarket atau pasar tradisional maupun pelelangan akan jarang menemukan species ikan ini.  Saya sendiri sampai saat ini masih bertanya-tanya mengapa ikan Wahoo ini jarang kita temukan di pasar.

Perkenalan saya pertama kali dengan ikan Wahoo terjadi sekitar 5 tahun yang lalu, ketika saya pergi memancing di Ujung Kulon.  Dalam perjalanan ke Ujung kulon dari Lippo Marina, saya melewati daerah disekitar Tanjung Lesung.  Ketika itu reel Shimano Tiagra 50 W dengan umpan konahead warna merah jambu berderik keras sambil memuntahkan 1/4 kapasitas kenur ke laut lepas.  Hasil dari strike tersebut memperkenalkan saya kepada ikan ‘aneh’ ini pertama kali.  Ketika ikan Wahoo mendekat ke kapal, para ABK di kapal berteriak-teriak, “Wahoo”.. Saya terus terang bingung. Wahoo? ikan apa itu? terus terang hari itu pula saya baru berkenalan dengan cara memancing troling.  Ketika ikan Wahoo mengelepar di kapal, saya berpikir, “ah ABK salah, ini kan ikan Tenggiri”.  Selama ini saya hanya mengenal ikan tengiri, tetapi memang ikan yang mirip tengiri ini kok berbeda dengan tenggiri yang biasa saya lihat, terutama dari warna badan dan bentuk gigi.  Kalau tenggiri biasaya berwarna abu abu terang, Wahoo berwarna abu-abu dengan garis-garis vertikal hijau/biru di tubuhnya.

Menurut kepercayaan para nelayan di pesisir barat pulau Jawa, Wahoo atau tenggiri laki adalah lelaki atau suami dari para ikan tenggiri.  Karena itu Wahoo dinamakan Tenggiri laki.  Daging ikan wahoo yang lebih keras dan kenyal dibanding ikan tenggiri menjadikan ikan ini kurang disenangi oleh masyarakat, terutama oleh para ibu-ibu rumah tangga yang lebih-lebih lagi sangat atau bahkan belum pernah melihat ikan ini.  Bagi para pemancing, terutama para maniak troling, Wahoo bukanlah ikan aneh, bahkan sering sekali di waktu para pemancing mentroling ikan ikan buruan bergaya seperti Marlin, Layaran atau The Jack’s family (Tuna, Cakalang) mereka menemukan Wahoo tersangkut di salah satu umpan yang mereka pasang.  Memang ikan Wahoo bukanlah ikan yang terlalu memilih-milih umpan.  Saya sendiri pernah mendapat ikan Wahoo dengan umpan yang sangat beragam, dari rapala ukurun 11 sampai 18, king gater, umpan jait, umpan hidup bahkan sampai group pakula dan teman-temannya.

Kehidupan Wahoo

Wahoo adalah sejenis ikan pemangsa (pelagic) yang dapat hidup sendiri-sendiri maupun berkelompok.  Mereka biasanya hidup di tubiran-tubiran karang, dan bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.  Wahoo tidak memiliki tempat hidup yang tetap, tetapi mereka akan selalu bermigrasi di tempat-tempat yang gampang bagi mereka untuk mendapakan makannan.  Wahoo selalu memangsa ikan-ikan yang berukuran lebih kecil dari mereka.  Saya pernah membaca tentang seorang pemancing yang menemukan baby dolphin utuh di perut seekor Wahoo ukuran 30 Kg.  Wahoo termasuk pemangsa yang akan memakan utuh mangsanya tanpa mengunyahnya terlebih dahulu.  

Wahoo adalah ikan yang terkenal dengan kecepatnya.  Beberapa akhli perikanan memperkirakan kecepatan berenang Wahoo dapat mencapai 60 mph atau lebih.  Hal ini disebabkan karena bentuk aerodynamic ikan ini (seperti sebuah rudal pesawat) yang mengurangi faktor resistansi air.  Dalam kondisi tertentu (mengejar mangsa atau dalam keadaan terancam), Wahoo dapat melipat sirip-siripnya untuk mencapai kecepatan lebih tinggi.  Beberapa pemancing pasti pernah melihat Wahoo yang ‘terbang’ atau ‘loncat’ dari dalam air.  Hal ini bisanya terjadi ketika mereka mengejar umpan dari kedalam laut, dengan kecepatan penuh, tanpa ada usaha pengereman.  Ketika mereka ‘miss’ umpan yang diincar maka mereka akan terbang keluar dari laut.

resep memasak
Wahoo Rica Bungkus

Bumbu
:

garam, bawang putih, sedikit bawang merah, jahe, tomat, kemangi diiris, daun bawang diiris, kunyit, sereh diiris dan ditumbuk.

bumbu diatas kecuali sereh ditumbuk kasar, setelah ditumbuk campurkan minyak jelanta sedikit dan tambahkan sereh yang telah diiris dan ditumbuk.

Ikan :

Wahoo dipotong-potong (tanpa kepala) ala steak tebal ukuran tiap potongan 3 cm.  Ikan yang telah dipotong-potong di perasi jeruk nipis secukupnya.

Memasak :

Ikan yang telah dipotong-potong dicampurkan ke bumbu.  Diamkan sekitar 3-4 jam supya bumbu meresap.

Bungkus potongan ikan dan bumbu dengan daun pisang sehingga seluruh ikan tertutup daun pisang. Panggang tiap tiap potongan ikan dalam bungkusan daun pisang sampai matang.Hidangan siap disediakan, dimakan dengan nasi panas.

Wahoo bagi para pemancing

Jarang sekali saya tahu pemancing yang khusus mengincar Wahoo.  Para pengemar troling sering mendapat Wahoo ketika mereka troling untuk species lain.  Para pejiging juga sering mendapat wahoo ketika mereka mengincar ikan lain.  Saya pernah menonton satu video dimana para pemancing dari party boat memang mengincar Wahoo sebagai target ikan yang mereka buru.  Ketika itu mereka trolling di seputar karang yang memang terkenal mempunyai populasi Wahoo yang sangat “wah” dengan menggunakan plugs seperti Magnum dari rapala dan Bonita dari Yo-Zuri.

Bagi mereka yang berniat mengincar ikan yang enak dipangang ini, Wahoo dapat ditemukan didaerah karang-karang.  Biasanya mereka akan berenang disekita tubiran-tubiran karang.  Untuk itu apabila anda memang mentargetkan Wahoo sebagai sasaran ikan anda, jangan pernah mengarahkan kapal ke laut lepas, karena memang mereka akan berenang di seputar struktur karang / kapal tenggelam yang menyediakan banyak makanan bagi mereka.

Wahoo sering kali juga berenang dalam satu group kecil.  Karena itu apabila anda mendapat kesempatan strike Wahoo ketika trolling, usahakan untuk kembali memasang umpan di tempat strike sebelumnya.  Walaupun Wahoo bukan tipikal ikan yang selalu bergerombol, beberapa peneliti menemukan bahwa dalam mencari mangsa, Wahoo akan mencegat mangsa-mangsanya secara bersama-sama.  Ketika mereka ‘hunting’ atau berburu mereka akan sendiri-sendiri, tetapi ketika mereka menemukan gerombolan makanan, maka mereka akan bersatu padu mengejar mangsa.

Karena ikan Wahoo bukan ikan permukan, maka banyak pemancing Wahoo yang menggunakan metoda deep-trolling untuk mengincar Wahoo.  hal ini dapat dicapai dengan menggunakan downrigger dengan umpan plugs seperti Magnum Countdown Rapala, MirrOlure 113 series, Rebel Jawbreaker atau Mann’s Stretch.  Umpan lipless divers seperti Boone’s Cairns, Yo-Zuri Bonita atau Halco Giant Trembler dapat juga digunakan.  Tetapi ada juga pemancing yang tidak terlalu percaya kepada kedalaman umpan untuk mengincar Wahoo.  Capt. Ron Schatman dari Miami dalam ulasan majalah Florida Sportsman mengatakan bahwa “Dept is of no importance” tetapi “Speed is everything”.  Capt. yang sering memenangkan Wahoo tournament ini mengatakan bahwa Wahoo adalah jenis ikan yang berenang sangat cepat, karena itu diperlukan umpan yang berenang cepat pula.  Untuk umpan-umpan dengan trolling cepat (18 knot), Capt. Ron menggunakan Ultra-High-Speed trolling lure yang di sambung dengan leader baja ke cigar sinker.  Cigar sinker disini digunakan bukan untuk membuat lure masuk lebih dalam ke laut tetapi untuk mencegah umpan berloncat-loncatan diatas air.  Cap. Ron percaya walaupun Wahoo ada jauh dibawah air, tetapi mereka akan melihat umpan yang lewat diatas mereka.  Sekarang terserah anda, apakah anda lebih senang dengan penggunaan low speed plugs untuk trolling speed 8-10 knot atau dengan high-speed lure untuk kecepatan 14 – 18 knot.  Saya sendiri pernah mencoba kedua metode diatas, dan tetap mendapat Wahoo.  Menurut saya pribadi, Wahoo adalah ikan pemangsa yang tidak pandang bulu, mereka akan memakan apa saja yang bergerak. (IP 2000)

dari : situs mancingloka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s