Muasal AIr Kemasan


MULANYA GARA-GARA SAKIT PERUT

 

Sekitar 30 tahun lalu adalah seorang mantan wartawan yang juga kepala bagian hukum di Pertamina Jakarta, yang bertanggung jawab mengurus masalah kontrak dengan pihak asing. Suatu hari, sebuah perundingan dengan delegasi dari AS nyaris gagal gara-gara istri ketua delegasinya mendadak sakit perut, karena minum air yang kurang bersih.

Hal semacam itu sudah sering terjadi pada rekan dan kenalan-kenalannya dari mancanegara. Akibatnya, ia pernah menyaksikan pengawal seorang pejabat dari Jepang selalu membawa air minum asli dari negaranya, karena takut minum air dari Indonesia. “Sungguh memalukan,” batinnya mengeluh. Keluhan itu terus berkembang menjadi kekhawatiran saat mendengar ada ramalan yang mengatakan, Indonesia pada abad ke-21 bakal kekurangan air bersih.

Timbul ide di benaknya, untuk memproduksi air minum dalam kemasan yang siap minum. Karena ide itu, Tirto Utomo – demikian namanya – membuat terobosan di kancah bisnis Indonesia. Ia mendirikan perusahaan air minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Aqua, merek produknya itu kini di tengah masyarakat sering dipakai sebagai sebutan generik untuk produk yang sebutan resminya Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ini.

Melewati produksi perdananya pada 1974, kini boleh dikata Aqua adalah penguasa pasar AMDK di Indonesia. Tahun 1999, dari produksi AMDK seluruh industri 4 miliar liter, Aqua menguasai 1,9 miliar liter (36%), disusul Ades (19%), Vit (8%), 2 Tang (6%), sisanya (31%) pelbagai merek yang kini bertumbuhan bak jamur di musim hujan.

dari : .indomedia.com/intisari/2001/Jun

Categories AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s