GORO-GORO AIR TAWAR


Kepiawaian mendapatkan air tawar tak cuma monopoli ilmuwan. Paranormal pun jagoan. “Ilmunya disebut radiestesi (radius berarti sinar dan aesthetis berarti kepekaan), alias ilmu mengukur radiasi,” terang Permadi, SH, paranormal yang kini lebih sering buka praktik di MPR. Istilah ini sebenarnya tak hanya menunjuk pada kemampuan mendapatkan mata air. Karena bisa juga dimanfaatkan buat menemukan area pertambangan atau konsentrasi mineral, misalnya.

Konon, sang paranormal (kadang disebut radiestet) dapat melacak keberadaan air tawar, hanya dengan menggunakan kepekaan perasaan, dengan bantuan tongkat atau bandul. Dia cukup mengikuti getaran tubuh yang diteruskan ke alat. Hingga akhirnya, plok, nemplok ke sumber air.

Menurut Prof. Dr. Josef Glinka SVD (Intisari Mei 1996), orang sering menganggap alatnya yang ajaib. Padahal si penerima sinyal, manusia itu sendiri yang peka terhadap radiasi medan geopatis. Medan geopatis adalah tempat tertentu yang mempunyai gelombang atau gaya magnetis berlainan. Bentuknya bisa kisi bumi, air yang mengalir, retakan geologis, maupun mineral.

Dengan berjalan sambil berkonsentrasi terhadap medan geopatis atau segala gangguan radiestetis, seorang radiestet bakal terjebak masuk medan geopatis. Hebatnya, lebar daerah radiasi dapat ditentukan dengan ketepatan hingga 1 cm. Arah medan geopatis (untuk air, arah arusnya) dan kekuatan radiasi dapat juga diketahui, jika radiestetnya mumpuni.

“Bahkan jika tingkat kepekaannya sangat tinggi, dia bisa juga menentukan cadangan air (deposit) dan kedalamannya, secara tepat,” sambung Permadi. Baik Permadi maupun Josef Glinka sepakat, untuk mencapai tahap ini, kemampuan konsentrasi harus dilatih dan dibina. Karena bakat radiestetis, kata Josef, sebenarnya cukup umum. Untuk dapat berkonsentrasi dengan baik, jiwa dan raga harus siap.

Karena rangsangan yang diterima saraf pusat (otak), menyebabkan kontraksi otot berbentuk getaran. Getaran ini mengakibatkan otot bergerak. Makanya, walaupun jarang terjadi, ada juga radiestet yang sangat peka, hingga dapat bekerja tanpa alat.

Melihat keampuhannya, mestinya kemampuan ini bisa dimanfaatkan. Terlebih di tengah impitan kelangkaan air tawar. Tapi Permadi melihat banyaknya kendala dalam memaksimalkan kemampuan indera keenam ini. Misalnya, pendapat dari “luar” yang belum-belum sudah menuduh pekerjaan paranormal sebagai amalan ilmu setan, dan seterusnya. “Padahal, namanya ilmu, yang paling dilihat ya manfaatnya buat masyarakat,” ujarnya.

“Kalau semata-mata melihat prosesnya, jelas jauh dari kaidah-kaidah ilmiah,” tambah penggemar seragam serbahitam ini.

Sama seperti Nugro Rahardjo, Permadi pun pesimis Indonesia dapat berkelit dari masalah “si tawar”. Terutama jika perhatian pemerintah tetap tak maksimal.

“Saat pengrusakan alam sudah jadi hal biasa, akan tiba saatnya sang air membalas dendam,” terawang Permadi dengan mimik serius. Dia kembali mengingatkan pada ramalan goro-goro (kekacauan) yang bakal menimpa Indonesia di masa depan. Goro-goro yang penuh petaka, sekaligus membawa Indonesia pada gerbang kebahagiaan.

Apa kelangkaan air tawar bakal jadi pemicunya? Permadi cuma tersenyum. “Tanda-tandanya sudah kelihatan, kan?” jawabnya, juga dengan pertanyaan.

dari : indomedia.com/intisari/2001/Apr

Categories AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s