ASPEK KEUANGAN, BUDIDAYA IKAN KERAPU DENGAN KARAMBA JARING APUNG


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

KEBUTUHAN BIAYA INVESTASI

Analisa ini diharapkan akan dapat menjawab apakah para nelayan plasma akan mendapatkan nilai tambah dari proyek ini dan mampu mengembalikan kredit yang diberikan oleh bank dalam jangka waktu yang wajar.

Perhitungan ini didasarkan pada kelayakan usaha setiap nelayan yang akan mengembangkan (ekstensifikasi) penangkapan dan budidaya ikan kerapu seluas 1 unit kajapung berikut armada kapal penangkap ikan.  Dengan demikian perusahaan Inti akan terlibat kegiatan sejak awal, mulai dari kegiatan survei lokasi penempatan kajapung, survei lokasi perencanaan proyek termasuk desain teknis kajapung, pembuatan kajapung, sampai benih ikan yang dibudidayakan siap menghasilkan.

Skim kredit yang digunakan adalah kredit dengan bunga pasar sebesar 30% per tahun dengan masa tenggang selama 6 bulan.  Selama masa tenggang bunganya adalah sebesar 28%.  Sedangkan waktu kredit adalah selama 42 bulan (termasuk masa tenggang).

Biaya investasi budidaya digunakan untuk investasi 1 unit kajapung (sebanyak 44 petak); armada kapal bermesin penangkap ikan sebanyak 44 unit (ukuran 2 GT); 55 set jaring; dan peralatan bantu lainnya.  Perincian biaya investasi untuk 1 unit kajapung untuk budidaya ikan kerapu dapat dilihat pada Lampiran 01 s/d 07.

Biaya investasi ini digunakan untuk membuat rangkaian kajapung yang terdiri rangkaian rakit yang dibangun di atas pelampung (pelampung yang dimaksud adalah dari drum plastik), jaring apung, rumah jaga, tali temali dan jangkar penambat. Selanjutnya pengadaan kapal bermesin ukuran 2 GT (mesin tempel) lengkap dengan palka.

Investasinon-kajapung lainnya digunakan untuk pembangunan prasarana, seperti  jalan penghubung antar unit kajapung milik nelayan sesama anggota koperasi peserta proyek (jika diperlukan), kontribusi Genset yang dikoordinir koperasi, lampu-lampu pengaman, lampu pada pos penjaga pantai, dsb.

PROYEKSI LABA/RUGI

Proyeksi laba/rugi memberikan gambaran tentang kegiatan usaha budidaya ikan kerapu dalam periode yang akan datang. Asumsi dasar yang digunakan untuk perhitungan laba atau rugi ini adalah menyangkut kualitas ikan kerapu yang dijual nelayan.  Kualitas ikan kerapu yang dijual nelayan adalah ikan dengan ukuran 0,8 s/d 1,2 Kg karena ikan-ikan  ukuran ini harganya lebih tinggi, dengan jenis ikan sebagian besar ikan kerapu sunu, dan sebagian lagi ikan kerapu macan dan ikan kerapu lumpur.

Sedangkan produksi tangkapan nelayan, diasumsikan sebesar 70% ikan ukuran 0,8 s/d 1,2 Kg yang selanjutnya dipelihara selama sekitar 1 minggu s/d 1 bulan; dan sebesar 30%  ikan ukuran kecil 0,3 s/d 0,5 Kg dibudidayakan selama 5 bulan.

Berdasarkan asumsi tersebut selanjutnya perhitungan diproyeksikan setiap semester,  sejak hasil penangkapan yang dipelihara selama 1 (satu) bulan,  dan kemudian kajapung mulai menghasilkan pada akhir bulan ke-6.  Namun nelayan mulai memperoleh keuntungan yang memadai pada akhir semester ke-2 atau akhir bulan ke-12 proyek.  Sejak akhir tahun pertama produksi, keuntungan nelayan plasma tersebut berkisar Rp. 300.000.000.  Keuntungan tahun ke-2 dan seterusnya, besarannya konstan

PROYEKSI ALIRAN KAS DAN KELAYAKAN PROYEK

Dengan mengatur seluruh dana pembiayan dari bank dan adanya grace period  selama 6 bulan , maka selama masa proyek tidak terjadi defisit.  Nelayan dapat mengembalikan pokok serta bunga pinjaman dalam waktu yang telah ditentukan, yaitu selama 4 tahun dan mendapatkan keuntungan yang wajar.

Untuk menilai kelayakan proyek ini digunakan kriteria NPV, IRR, B/C, dan BEP, lihat Tabel 3.

Dari tabel tersebut  terlihat bahwa IRR proyek adalah sebesar 53%, jauh lebih tinggi dari bunga kredit komersial yang berkisar antara 22% – 27% dan B/C nya 1,21.  Dengan demikian, usaha ini secara finansial sangat layak untuk dikembangkan.

Tabel 3.
Hasil Analisa Finansial Proyek

No.

>Kriteria Kelayakan Proyek

>Nilai

1.
2.
3.

NPV  (df = 30%)
B/C
IRR

Rp. 1.341.696.068
1,65
111,74%

ANALISIS SENSITIVITAS

Meskipun harga ekspor cenderung naik, namun untuk mengantisipasi terjadinya penurunan harga di luar negeri, maka dalam analisis ini diperhitungkan mengalami penurunan sekitar 10%.  Dari hasil perhitungan ternyata, IRR proyek adalah sebesar 42,25% masih di atas bunga pasar.  Begitu pula B/C ratio-nya adalah 1,34 masih di atas 1,00 sehingga proyek ini secara finansial layak untuk dikembangkan.

Tabel 4.
Hasil Analisis sensitivitas 

No.

Kriteria Kelayakan Proyek 

Nilai

1.
2.
3.

NPV  (df = 30%)
B/C
IRR

Rp. 757.459.666
1,49
35,69%

@

 

Taken from :bi.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s