Perubahan Iklim Fokus Konferensi Kelautan Dunia


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

–> Kompas/Priyambodo
Keindahan gugusan pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu dilihat dari udara, 11 Maret 2006.

Jumat, 18 januari 2008 | 18:19 WIB

MANADO, JUMAT

Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah konferensi dunia untuk menghadapi dampak perubahan iklim global dalam World Ocean Conference (WOC). Kegiatan bertaraf internasional yang akan digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 11-15 Mei 2009 itu akan menjadi momentum penyelamatan dunia dari ancaman perubahan iklim.

“Saatnya kita mengubah paradigma pembangunan dari daratan ke laut, karena terumbu karang di laut paling banyak menyerap CO2 dari permukaan bumi ini,” kata kata Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Freddy Numberi, saat peletakan batu pertama pembangunan Grand Kawanua International City, di Manado, Jumat (18/1).

WOC atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dunia tentang kelautan akan menghadirkan puluhan kepala negara yang memiliki laut. Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan deklarasi serta roadmap penyelamatan laut.

Indonesia akan menjadi pemain utama dalam upaya penyelamatan laut, karena perubahan iklim turut memberikan ancaman dunia, disebabkan es kutub utara dan selatan terus mencair. Masalah kriminalitas di laut seperti aksi illegal fishing yang turut merusak terumbu karang, merupakan salah satu andil besar terhadap ancaman laut, sehingga perlu diberikan perhatian serius dari semua pihak.

Menurut Numberi, Indonesia yang sebagian besar memiliki wilayah laut, memiliki terumbu karang sangat besar sekitar 257 ribu kilometer persegi, di wilayah konservasi 8,3 juta hektare. Wilayah ini mampu menyerap karbon dioksida (CO2) sebanyak 265 juta ton.

“Besarnya aneka terumbu karang laut di Indonesia, perlu dijaga untuk menyelamatkan dunia dari ancaman perubahan iklim,” ungkapnya.

Sebelumnya, Australia, Amerika Serikat dan enam negara anggota Coral Trade International (CTI), telah menyatakan dukungan untuk mengikuti WOC di Kota Manado. Bahkan AS telah memberikan bantuan anggaran sebesar 4,3 juta dolar AS dan 1,3 juta dolar dari Australia untuk Indonesia melalui penyelamatan kawasan laut dan konservasinya. Anggaran dari dua negara besar tersebut merupakan bagian dari pemantapan pelaksanaan WOC di Kota Manado.(ANT)

@

 

Taken from :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s