Meneg LH Nyatakan DAS Cisadane Rusak Parah


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Kamis, 17 januari 2008 | 22:09 WIB

TANGERANG, KAMIS –

Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Rachmat Witoelar menyatakan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane yang memanjang dari hulu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga ke Kabupaten Tangerang, Banten dan Jakarta Barat, kondisinya sudah rusak parah seperti Bengawan Solo.

“Setelah kita menyelusuri Kali Cisadane, maka diketahui DAS telah rusak parah menyamai Bengawan Solo di Jawa Tengah dan dikhawatirkan berdampak terhadap banjir yang merugikan penduduk,” kata Rachmat Witoelar di Tangerang, Kamis (17/1).

Dia menyebutkan, kerusakan DAS Cisadane di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang karena kandungan limbah dari pabrik dan rumah tangga sudah diambang batas sehingga harus selalu diawasi terhadap sejumlah pabrik. Meneg LH mengatakan masalah tersebut usai menelusuri secara mendadak ke DAS Cisadane menggunakan perahu karet di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang bersama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Tujuan penelusuran DAS Cisadane untuk mengetahui sejauh mana titik rawan dan kondisi sebenarnya tentang sungai terbesar di Banten itu serta bukan mencari “penyakit” atau kesalahan pengusaha yang membuang limbah pabrik. Namun hakekat penelusuran sungai itu untuk mencari solusi yang tepat dalam penanganan sungai, apalagi dalam kondisi musim hujan dan berdampak terhadap banjir sehingga dapat merusak kehidupan serta lingkungan.

Ketika menelusuri sungai itu, Witoelar menemukan perusahaan PT Panca Usahatma Paramita yang berlokasi di Serpong, Kabupaten Tangerang, membuang limbah cair ke Sungai Cisadane tanpa terlebih dahulu memproses menggunakan bak penetral zat kimia berbahaya. Pimpinan perusahaan pembuat kertas tisu itu sebelumnya telah diperingatkan agar mengoperasikan alat penetral limbah, tetapi mereka tetap membandel.

Selain itu, pada DAS Cisadane telah terjadi kerusakan akibat dihulu sungai terjadi penebangan hutan secara legal maupun ilegal sehingga menyebabkan hamparan air jika musim hujan. Bila hutan ditebang secara resmi maupun tidak merupakan suatu kesalahan besar karena dapat merusak ekosistim dan berdampak setelah 10 hingga 15 tahun kedepan.

Kerusakan tersebut adalah tanggungjawab pengusaha dan kepala keluarga yang membuang limbah atau sampah ke sungai, bahkan diharapkan jangan saling melempar tanggungjawab atas kerusakan tersebut. Bagi pihak yang merusak DAS dapat diajukan ke meja hijau sesuai UU No.23 Tahun 1997 tentang lingkungan hidup dan dikenakan sanksi perdana dan pidana.(ANT)

@

 

Taken from :kompas.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s