WALHI Inisiasi Tanam Bakau di Lampung Selatan


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Segenap peserta South - North Consultation menanam bakau di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Selasa (4/9).
Segenap peserta South – North Consultation menanam bakau di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Selasa (4/9).

Lampung, 5 September 2007- Buntut kritisnya kondisi hutan bakau di Indonesia, WALHI Lampung menginisiasi kegiatan tanam bakau di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Kegiatan ini diadakan di sela-sela agenda South – North Consultation, Selasa (4/9).

Dalam kegiatan tanam bakau ini, WALHI Lampung mengikutsertakan seluruh peserta South – North Consultation yang berasal dari pelbagai negara, seperti Indonesia, Bangladesh, India, Malaysia, Swedia, Venezuela, Honduras, Spanyol, Senegal, Nigeria, Thailand, Srilanka, dan Afrika Selatan.

Mukri Friatna, Direktur Eksekutif WALHI Lampung, saat dikonfirmasi menyebutkan, “Kegiatan tanam bakau ini adalah buntut keprihatinan WALHI atas rusaknya hutan bakau di Lampung. Sekitar 136.000 hektar dari 160.000 hektar lahan bakau rusak. Untuk itu, kami mengawali diri untuk melakukan penyelamatan atas kekritisan kondisi hutan bakau di Lampung yang hanya tersisa sekitar 1700 hektar.” 

Dalam kegiatan itu, masing-masing peserta dibekali ± 10 pohon bakau untuk ditanam di lahan bakau Dusun Bunut Selatan, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Melihat luas areal lahan bakau yang tersedia, juga kondisi hutan bakau yang ada, misalnya, di Dusun bunut Selatan, patut disebut bahwa fakta ini harus dijadikan sebagai momen untuk menyelamatkan hutan bakau Indonesia. Terlebih, rusaknya hutan bakau lebih disebabkan oleh ekspansi industri pertambakan skala besar.

“Di tahun 1982, hutan bakau Indonesia seluas 4,2 juta hektar. Namun, kini, areal itu hanya tersisa 1,9 juta hektar di tahun 2007. Dari data yang kami peroleh, ekspansi industri pertambakan skala besar di Indonesia meningkat 14% dari tahun 2001 (luas areal: 435.010  ha) hingga tahun 2005 (luas areal: 778.000 ha). Untuk itu, stop ekspansi industri pertambakan udang global menjadi hal yang niscaya bagi pemerintah. Jika tak bertindak cepat dan terpadu, hutan bakau Indonesia akan segera musnah,” ungkap Riza Damanik, Manajer Kampanye Pesisir dan Kelautan WALHI.

@

 

Taken from :WALHI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s