Turunkan Pola Konsumsi Udang dan Stop Ekspansi Industri Pertambakan Global


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Siaran Pers: 6 September 2007

Lampung, 6 September 2007. Konsultasi Selatan – Utara yang dilangsungkan sejak 4–6 September di Lampung, Indonesia, bakal berakhir petang ini. Pergelaran ilmiah ini dihadiri oleh perwakilan komunitas lokal, NGO, gerakan sosial, dan peneliti dari 17 negara, seperti Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Utara. Pokok tema yang dibahas adalah dampak buruk di pelbagai sendi kehidupan masyarakat pesisir akibat ekspansi industri pertambakan.

“Persebaran dampak ekologis dan efek negatif bagi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat pesisir di Indonesia, pun di negara-negara lain, akibat ekspansi industri pertambakan global secepatnya harus dihentikan. Negara, dalam hal ini, harus melaksanakan amanat rakyatnya dalam menjamin ketahanan dan kedaulatan pangan, serta keberlanjutan lingkungan hidup,” ujar Riza Damanik, Manajer Kampanye Pesisir dan Kelautan WALHI.

Ekspansi industri pertambakan di pelbagai negara, dipicu oleh dua hal: (1) tingginya tingkat konsumsi di negara-negara Utara; dan (2) bantuan yang dikucurkan oleh lembaga-lembaga donor internasional, seperti World Bank, ADB, IDB. Selain itu, ekspansi industri pertambakan ini didukung oleh skema sertifikasi yang tak menghargai asas keadilan, khususnya bagi negara-negara Selatan. Terlebih, industri pertambakan berdampak pada kerusakan ekologis, hilangnya keanekaragaman hayati, terpinggirnya masyarakat lokal dari mata pencahariannya, dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Berpijak pada Resolusi RAMSAR No. VII. 21, sudah semestinya tiap pemerintah di masing-masing negara melaksanakan jeda sementara waktu bagi ekspansi industri pertambakan. Pasalnya, persoalan ekologis, dan sebagainya, akibat ekspansi industri pertambakan global; bukan hanya menjadi persoalan negara-negara produsen udang semata, melainkan juga menjadi tanggung jawab warga global.

“Turunkan pola konsumsi dan stop ekspansi industri pertambakan global adalah jalan mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan, serta pemberdayaan dan pemulihan kehidupan masyarakat lokal. Dukungan internasional,  sebagaimana ditunjukkan oleh perwakilan komunitas lokal, NGO, gerakan sosial, dan peneliti dari 17 negara dalam Konsultasi Selatan – Utara, di Lampung ini, adalah wujud keharusan pemerintah menjamin ketahanan dan kedaulatan pangan bagi seluruh warga negara Indonesia. Mendesaknya pengejawantahan kedua hal di atas adalah momen berharga bagi pemuliaan harkat dan martabat bangsa. Sekarang atau tidak sama sekali,” tutup Riza Damanik.
@

 

Taken from :WALHI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s