Telah Terjadi Penurunan Produksi Ikan Nelayan di Lombok Timur yang Cukup Signifikan


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Siaran Pers WALHI NTB: Selasa, 14 Februari 2006

Dari Seminar Hasil Penelitian WALHI NTB “Perbandingan Hasil Tangkapan Nelayan Lombok Timur Sebelum Tahun 2000 dan Sesudah Tahun 2000

Seminar sehari yang berlangsung di Aula PGRI Nusa Tenggara Barat, mengupas hasil penelitian yang dilakukan oleh WALHI Nusa Tenggara Barat, di desa-desa pantai Lombok Timur, dimana lokasi penelitian diletakkan pada wilayah-wilayah yang paling dekat dan berhubungan  langsung dengan wilayah perairan yang menjadi  lokasi pembuangan tailing  PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT). Seminar hasil penelitian ini dihadiri oleh berbagai kalangan, baik dari masyarakat nelayan, organisasi  nelayan, aktivis LSM, Pemerintah (Bapedalda NTB), dan anggota WALHI Nusa Tenggara Barat.

Ketua Tim Peneliti, Salamuddin Daeng, sekaligus sebagai narasumber dalam diskusi ini, mendekripsikan secara lengkap mulai dari latar belakang dilakukannya penelitian dan hasil penelitian. Secara umum, hasil penelitian ini menggambarkan tentang penurunan produksi secara signifikan yang dialami sedikitnya nelayan Lombok Timur  sejak pembuangan tailing PT. Newmont Nusa Tenggara, yang berakibat nelayan dirugikan milyaran rupiah.

Seminar hasil penelitian yang dipandu oleh moderator Cukup Wibowo ini, memeroleh tanggapan beragam dari seluruh peserta diskusi. Gufran, nelayan yang berasal dari Desa Batu Nampar, Lombok Timur, mengungkapkan kejenuhannya dengan berbagai macam bentuk penelitian yang sudah sering dilakukan, tetapi sampai sejauh ini belum bisa terungkap sejauh mana dampak dari tailing tersebut terhadap nasib nelayan, khususnya yang  ada di Lombok Timur. Seraya berharap ke depan kepada semua stake holder, terutama WALHI dan pemerintah, untuk lebih serius lagi menyuarakan nasib nelayan yang sudah sangat memprihatinkan karena banyak nelayan yang berhenti melaut dan menjadi TKI ke luar negeri.

Sementara itu, Bambang Eko (Bapedalda Nusa Tenggara Barat) menyoroti 3 hal, yaitu (1) tentang  penurunan produksi; (2) faktor penyebab; dan (3) penghitungan kerugian. Pertama, tentang penurunan produksi. Dari Bepedalda, kami neyetujui apa yang menjadi hasil penelitian yang dilakukan oleh WALHI Nusa Tenggara Barat. Hanya saja, faktor penyebab, sejauh ini, belum ditemukan korelasi yang signifikan dari penguraian hasil produksi nelayan terhadap pembuangan limbah tailing PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) ke laut. Kedua, penghitungan kerugian. Kalau masyarakat diasumsikan rugi, penggunaan istilah yang tepat adalah hilangnya potensi pendapatan masyarakat.

Eko menambahkan bahwa, “Bapedalda, selama ini, terus melakukan pengawasan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh KLH, dengan Kepmen LH No. 82 tentang baku mutu PT Newmont Nusa Tenggara lulus. Kemudian, Kepmen LH No. 54 Tahun 2001 lulus juga. Meskipun demikian, kita tidak patah semangat. Kita mencoba melakukan pengecekan sedimen dan ternyata memang dari hasil pengecekan yang kita lakukan, baik dari aspek fisik dan biologisnya, tidak memenuhi syarat pencemaran. Akan tetapi, diakui bahwa pihak pemerintah telah mengeluarkan semacam instrumen agar PT Newmont Nusa Tenggara memanfaatkan limbah tailing atau menggunakan metode alternatif selain pembuangan tailing ke laut.”

“Memang tidak mudah menghubungkan antara pembuangan tailing PT Newmont Nusa Tenggara dengan berkurangnya hasil tangkapan nelayan yang ada di Lombok Timur. Hal ini menjadikan pemerintah mengalami kesulitan untuk melakukan tekanan-tekanan.  Untuk itu, pemerintah berharap temuan baru (second opinion) dari pemerhati lingkungan terhadap hubungan tailing dengan berkurangnya hasil tangkapan nelayan, akan sangat berguna dalam proses pemetaan (mapping).  Pemerintah tidak pro perusahaan, tetapi pro lingkungan dan masyarakat,” ujar Eko.

Sementara itu, Dwi Sudarsono (Yayasan Koslata) melihat ketidakseriusan pemerintah dalam melakukan pengawasan seraya mencontohkan bahwa apa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat saat ini adalah pengulangan dari peristiwa Teluk Buyat, Sulawesi Utara, 5 tahun silam. “Jangan-jangan pemerintah tidak mau mengungkap pencemaran yang dilakukan oleh NNT, karena NNT sedang beroperasi? Di Buyat, pemerintah menggugat setelah perusahaan PT NMR (PT Newmont Minahasa Raya) habis kontraknya dan meninggalkan Indonesia. Jangan kemudian nanti kita akan bernasib sama seperti di Buyat, kita akan direlokasi ke mana?,” ujar Dwi Sudarsono menimpali ketidakseriusan pemerintah.

Selisih Produksi untuk nelayan penangkap jenis ikan tertentu sebelum tahun 2000 dengan produksi saat ini.

Ikan  Bak  Kg  Ekor   Harga/Kg  Nilai  Prosentase Nelayan Penangkap dari Jumlah Responden  Estimasi Jumlah Keseluruhan Nelayan  Perkiraan Nilai Kerugian yang Diderita Nelayan Lombok Timur
Lemuru 11,48 287 2000 574000 7,67 232 133168000
Layang 7,42 185,5 8000 1484000 12 363 538692000
Cotek 0,98 24,5 5000 122500 9,67 293 35892500
Layur 1,03 25,75 6000 154500 7 212 32754000
Cakalang 1096 53,97 5000 5480000 4,67 141 772680000
Tongkol 20,65 413 826,05 5000 2065000 33 999 2062935000
Ketombong 1,09 27,25 8000 218000 14 424 92432000
Trijo 46,53 1163,25 2000 2326500 23,67 717 1668100500
Cumi 6,70 201 10000 2010000 67,33 2039 4098390000
14434500 5420 9.435.044.000

Perhitungan di atas adalah perkiraan kerugian yang dialami seluruh nelayan di 7 desa, di sepanjang Pantai Lotim setiap harinya, yaitu mencapai Rp. 9.435.044.000.

Mataram, 14 Februari 2006

WALHI Nusa Tenggara Barat

@

 

Taken from  :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s