Merdeka dari Bencana Ekologis, STOP REKLAMASI Pantai Utara Jakarta!


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Pernyataan Sikap WALHI Jakarta: 15 Agustus 2007

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-62, sebentar lagi akan dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Sebuah hari kemerdekaan dimana seharusnya seluruh rakyat terbebas dari semua rasa takut dan semua hal yangmerendahkan martabat dirinya sebagai manusia yang berbangsa bebas dan merdeka. Ironisnya, di tengah gegap gempitanya perayaan hari kemerdekaan RI ini, sebagian besar rakyat Indonesia harus selalu hidup tanpa adanya jaminan pelayanan alam, keselamatan, kesejahteraan dan produktivitas sebagai sebuah rakyat yang terbebas dan merdeka dari bencana ekologis.

Sayangnya, pembangunan yang berlangsung sejak Indonesia merdeka di tahun 1945, selalu berorientasi daratan dan melupakan bahwa Indonesia sebagai Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI). Pembangunan pemerintah Jakarta yang selama ini dijadikan sebagai barometer bagi pembangunan di Indonesia, juga sedang mempertontonkan sebuah sandiwara pembangunan yang berorientasi pada daratan dan melupakan lautan yang sesungguhnya ada sebagian rakyatnya yang menggantungkan kehidupannya pada keberlanjutan laut dan pesisir di sepanjang Teluk Jakarta.

Proyek reklamasi pantai utara Jakarta yang justru akan memicu bencana ekologis di Jakarta, justru terus dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta bersama dengan perusahaan, meskipun Jakarta baru dilanda banjir yang sangat besar beberapa bulan yang lalu. Bahkan dihari kemerdekaan Indonesia yang ke-62, ribuan nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari Teluk Jakarta, tinggal menunggu waktunya untuk digusur untuk pembangunan proyek reklamasi pantura Jakarta.

Direktur WALHI Jakarta, Selamet Daroyni mendesak agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta, proyek mercusuar yang mengancam rakyat Jakarta dengan bencana ekologis dan menggusur ribuan nelayan. Pemerintah harus menghormati, menjamin dan memenuhi hak asasi rakyat, terutama yang terkait dengan hak ekonomi, sosial dan budaya (Ekosob), sebagai mandat konstitusi UUD 1945, UU No. 39/1999 tentang HAM dan UU No. 23/199 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

@

 

Taken from :WALHI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s