Reklamasi Pantura Jakarta Hanya Menuai Masalah


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Pantai Utara (Pantura) Jakarta yang terbentang sepanjang 32 Km, akan direklamasi dengan mengambil lebar dari bibir pantai ke arah laut sejauh 1,5 Km dan kedalaman maksimal delapan meter. Artinya, seluruh lahan reklamasi akan menghabiskan lahan seluas 2.500 ha. Rencananya, di atas lahan reklamasi itu, selain untuk pembangunan kegiatan industri, juga untuk fasilitas kegiatan pariwisata, perkantoran, pusat bisnis, sarana transportasi, dan perumahan penduduk untuk 750. 000 jiwa. Kawasan ini meliputi Kabupaten Bekasi di Timur hingga Kabupaten Tangerang di sebelah barat.

Dari penjelasan, Ketua Badan Pelakasana Harian Pantura Ir. Moch. Sidarta, bahwa kawasan reklamasi ini diapit dua sungai besar yang berpotensi sebagai sumber daya air, yakni sungai Citarum di timur dan sungai Cisadane di barat. Juga ada 13 sungai kecil lainnya yang bermuara ke Teluk Jakarta. Untuk mereklamasinya dibutuhkan 335 juta meter kubik bahan urukan, termasuk pasir. Untuk pemenuhan deposit pasir laut ini, berdasarkan studi terdapat di Tanjung Burung, Pulau Tidung, TanjungKait, Tanjung Pontang, Pantai Cemara, Pasir Putih, serta bekas pertambangan timah di Pulau Bangka, dan Belitung.

Dalam kegiatan pengurukan, kemungkinan besar resiko yang akan dihadapi adalah abrasi di kawasan yang akan diambil pasirnya. Contoh paling nyata adalah pulau Nipah di Batam, yang nyaris tenggelam akibat pengerukan pasir laut oleh pengusaha untuk mereklamasi Singapura. Reklamasi bandara Sukarno Hatta yang menggunakan pasir laut dari perairan Indramayu, dampaknya berupa abrasi yang tidak terelakkan di pesisir sepanjang Eretan, bahkan kini telah mendekati jalan raya Pantura. Lainnya, kasus reklamasi Pantai Indah Kapuk, Jakarta, yang telah terbukti mendatangkan banjir bagi penduduk setempat, apalagi jika pengurukan tersebut berskala besar.

Sidarta juga lebih lanjut mengatakan, bahwa kawasan reklamasi tengah diperuntukkan sebagai pusat bisnis, perkantoran, industri, pergudangan, dan apartemen yang akan dimulai dari sekarang hingga 2010. Sedangkan untuk perumahan dan pariwisata, lahan reklamasi yang disediakan adalah bagian barat dan timur, yang akan dibangun mulai 2005 sampai 2015.

Pemda DKI Jakarta tidak pernah menilai ongkos kerusakan ekosistem, seperti mangrove, padang lamun, terumbu karang, ikan, dan ekosistem laut yang akan hilang dan terusir dari kawasan ini. Hilangnya cagar alam Muara Angke yang selama ini berfungsi ekologis strategis bagi Jakarta. Betapa tidak, dari ekosistem estuaria, misalnya, yang selama ini mampu mengabsorpsi berbagai polutan dari kota Jakarta, hutan bakau sebagai tempat bertelur dan habitat ikan-ikan kecil (Nursery) dan hutan mangrove penangkal abrasi dan lainnya akan digantikan oleh tumpukan pasir dan semen.

Hilangnya mata pencarian ribuan pembudidaya ikan yang memanfaatkan Teluk Jakarta selama ini, tidak pernah menjadi bahan pertimbangan. Pemda DKI tidak pernah mengkaji secara mendalam aspek sosial dari penggusuran secara besar-besaran terhadap penduduk setempat yang selama ini menjadi bagian dari sebuah lingkungan dan turut menjaga dan melestarikannya, tetapi diusir yang belum jelas mau dikemanakan dan akan bekerja apa nantinya. Sedangkan keahlian mayoritas di kawasan itu adalah budidaya dan menangkap ikan.

Sementara itu, landasan hukum dari proyek reklamasi Pantura sangat kontroversi, proyek ini tidak ada dalam peraturan daerah tentang RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) 1960 – 1985 maupun RUTR 1985 – 2005. Tapi tiba-tiba saja lahir Keppres No. 52 tahun 1995 tentang Reklamasi Pantura. Hal yang janggal ini justru dijadikan dalih oleh Pemprov DKI untuk melakukan pelanggaran.

Dalam Peraturan Daerah No. 6 tahun 1999 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2010 muncul ketentuan tentang reklamasi pantura. Selain itu, Keppres No. 52 sangat tidak visibel dan tidak mengakomodir kepentingan ekologi dan sosial. Maka dalam konsolidasi di tingkatan LSM peduli lingkungan termasuk WALHI Jakarta di LP3ES pada 3 April 2003 lalu, forum sepakat untuk mengadakan gugatan judicial review terhadap Keppres tersebut, bila diperlukan.

Sejak awal ide reklamasi pantura Jakarta tahun 1995, telah mengundang berbagai kecaman dari berbagai pihak. Para aktivis lingkungan seperti Walhi Jakarta, ICEL, LP3ES, LBH Jakarta, dan dari akademisi berbagai universitas antara lain: ITB, Indonesia Esa Unggul, Trisakti, IPB, dan lain-lain. Termasuk juga kelompok pecinta lingkungan, kaum nelayan, masyarakat sepanjang kawasan Pantura dengan komunitas-komunitasnya. Serta kelompok simpatisan yang peduli akan masa depan peradaban kota Jakarta turut menentang proyek ini.

Di tingkat birokrasi, Ali Sadikin mantan Gubernur DKI Jakarta, Emil Salim mantan Menteri Lingkungan Hidup menentang keras proyek ini. Bahkan, terakhir Menteri LH Nabiel Makarim, mengecam proyek ini dengan mengeluarkan SK Menteri No. 14 tahun 2003 untuk mencabut Keppres tentang Reklamasi Pantai Pantura Jakarta dan diganti dengan Keppres pembatalan Reklamasi Pantai Pantura. Dan yang paling hangat pada tanggal 5 Mei 2003 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri baru- baru ini (5  Mei), Rokhmin Dahuri mendukung Nabiel Makarim soal reklamasi.

[Imas Nurhayati/WALHI, disarikan dari tulisan Perkembangan Advokasi Reklamasi Pantura Jakarta-WALHI Jakarta oleh Slamet Daroyni    ]

@

 

Taken from :WALHI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s