Semarang Arwana Contest 2007, Juara Berkat Air Hangat


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Klik untuk melihat foto lainnya…
 
Angin berembus dingin di luar saat Robert Danuwidjaja teringat sesuatu. Setengah berlari ia menuju akuarium berukuran 150 cm x 60 cm x 60 cm di ruang tamu. Di sana termometer yang menempel di kaca menunjuk angka 26oC. Tangan lelaki 29 tahun itu sigap menekan sebuah tombol. Pemanas pun bekerja menghangatkan air dalam akuarium.

Di dalam akuarium, seekor superred meliuk anggun menempelkan sungutnya ke kaca seolah berterima kasih. ‘Arwana memang perlu air bersuhu 30-32oC,’ ujarnya. Kurang dari itu, koloni parasit pembawa penyakit akan hinggap sehingga merusak penampilan klangenan.

Pada gelaran Semarang Arwana Contest, November 2007, ikan kebanggaan Robert itu menyabet juara pertama di kelas A. Sang superred asal Tanah Borneo itu mengalahkan 17 lawannya. Hergiarto, koordinator juri, mengacungkan 2 jempol untuknya. ‘Semuanya prima, dari sungut, mata, kepala, insang, sirip dayung atas dan bawah, sampai ekor,’ ujar kolektor arwana sejak 1982 itu. Masih belum cukup? Warnanya juga unggul, tampak dari sisik merah keemasan di kulit yang berpendar sempurna.

Karena warna sisik itulah, ia menyisihkan superred milik Hengky Susanto. Apalagi arwana lawan sepanjang 46 cm itu punya kelemahan. ‘Kayuhan ekornya tidak stabil, tidak simetris dengan liukan tubuh,’ ungkap pria 72 tahun. Soal tubuh, kebanggaan Hengky sebenarnya tidak kalah. ‘Proporsi tubuh dan ukurannya setara dengan juara,’ ujar Fajar Shodiq, juri lainnya. Akhirnya Sclerophagus formosus itu harus legawa dengan gelar juara 2.

KetatDi kelas B, 14 ikan dengan panjang tubuh 25-40 cm turun beradu elok. Persaingan ketat berlangsung antara superred milik Teong How, Yuki, dan Budi Kurniawan. Keempat juri yang menilai-Hergiarto, Fajar Shodiq, Kissa, dan Rully Dharmawan-bergantian meneliti ketiganya. Sesekali kening mereka berkerut. Akhirnya, superred milik Budi Kurniawan dinyatakan paling unggul. ‘Bentuk sendok di kepalanya paling sempurna ketimbang yang lain,’ kata Fajar Shodiq.

Superred milik Yuki sebenarnya memiliki warna indah mencorong. Sayang, ukuran ekor tidak sebanding tubuhnya. ‘Itu mengurangi nilai proporsi tubuh,’ ujar Fajar. Gaya renangnya pun dinilai kurang. Gerak yang terkesan percaya diri seperti ditunjukkan superred Budi tidak tampak pada kepunyaan Yuki. Makanya kontestan asal Surabaya itu harus berlapang dada dengan klangenannya yang hanya meraih gelar juara ke-2.

Superred koleksi Teong How tak kalah potensial. Di mata Fajar, kayuhan sirip dayungnya unik sehingga gaya berenangnya pun sedikit berbeda. Sayang, gerak sirip atas dan bawah kurang serasi, sehingga kerap agak terseok ketika akan berputar. ‘Nanti hilang sendiri saat umur bertambah,’ papar pria kelahiran Magelang itu.

Risiko besarKontes yang berlangsung di lahan parkir itu terselenggara atas kerja sama Penggemar Arwana Semarang dan Perkumpulan Flora Fauna Semarang. Ini adalah kontes pertama kali di Kota Atlas. ‘Dulu berkali-kali direncanakan tapi selalu batal. Makanya sekarang agak dipaksakan, mumpung ada pameran tanaman,’ kata Henryanto Susilo, ketua panitia. Meskipun gelaran perdana, kontes itu sukses.

Sebanyak 32 peserta datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Pontianak. Meski urung menyabet gelar juara, peserta dari Pontianak memajang superred unik bersungut 4. Padahal, ‘Risiko membawa arwana untuk pameran sangat besar,’ ujar Budi Kurniawan, salah satu kontestan. Nyatanya, itu tidak menghalangi peserta untuk memamerkan koleksinya. Tak hanya sukses menggaet peserta, kontes itu juga menarik perhatian pengunjung pameran. (A. Arie Raharjo)

@

 

Taken from :trubuson-Sabtu, 01 Desember 2007 14:02:06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s