Photovoices – Konservasi dari Sudut Pandang Masyarakat


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

04 April 2007
© WWF-Indonesia, 2007

Lamalera, Nusa Tenggara Timur (22/03/07) – Masyarakat, berikut pengetahuan dan nilai-nilai tradisional mereka merupakan partner yang penting dalam konservasi. WWF percaya bahwa bekerja dengan masyarakat itu penting dalam perlindungan terhadap lingkungan, termasuk keanekaragaman biologi di Indonesia yang kaya.Pada tanggal 21 Maret, WWF-Indonesia bekerja-sama dengan Komunitas National Geographic, akan meluncurkan Photovoices Indonesia – sebuah program foto-buku harian yang partisipatif yang akan membagikan kamera kepada 50 orang warga Lamalera, sebuah desa yang indah di pinggiran laut Solor-Lembata-Alor di Nusa Tenggara Timur agar mereka bisa mendokumentasikan nilai-nilai mereka tentang alam dan budayanya.

© WWF-Indonesia, 2007

Acara Pembukaan Photovoives di Lewoleba, Lembata akan dihadiri oleh para tetua adat dan aparat pemerintah, termasuk Bupati, Drs. Anderias Duli Manuk. Yang juga akan hadir adalah Dr. Lida Pet-Soede, Direktur Program Laut WWF-Indonesia, John Echave, Editor Senior, Majalah National Geographic dan Ann McBride Norton, Direktur Photovoices.” “Pemahaman akan tradisi dan kepercayaan masyarakat penting untuk membantu kita mengembangkan strategi-strategi pembangunan berkelanjutan untuk melindungi sumber-sumber daya alam, ” kata Dr. Pet-Soede. “Dalam mengimplementasikan program-program konservasinya, WWF selalu membangun kerja-sama yang kuat dengan warga setempat dan Photovoices memberikan kita sarana baru yang kreatif untuk mendengar suara warga setempat dan untuk mempromosikan konservasi dan sumber-sumber daya yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat, “tambahnya.

© WWF-Indonesia, 2007

Photovoices akan memberikan 50 buah kamera kepada warga Lamalera dan melatih mereka untuk menjadi fotografer. Para fotografer lokal tersebut akan mengambil foto alam, budaya serta kehidupan mereka sehari-hari selama enam bulan, yang akan dimulai dari tanggal 22 Maret 2007. Para fotografer ini akan terdiri dari perempuan dan laki-laki dari beragam umur dan pekerjaan dengan jumlah yang seimbang. Setiap bulannya fasilitator setempat akan berbincang-bincang dengan masing-masing fotografer mengenai pencatatan cerita dari foto-foto yang telah mereka ambil.

© WWF-Indonesia, 2007

Ann Mcbride Norton, Direktur Photovoices, berkata, “Ribuan foto Photovoices beserta dengan penjelasannya yang dibuat oleh para fotografer lokal akan memberdayakan masyarakat dan memberikan WWF informasi visual mengenai masyarakat, budaya, ekonomi, pendidikan, lingkungan dan kebersamaan masyarakat Lamalera.” McBride Norton telah memulai Proyek Photovoices ini sejak tahun 2001.Sejumlah penelitian ilmiah telah dilakukan untuk membuktikan pentingnya wilayah ini bagi lumba-lumba dan penyu sebagaimana juga keanekaragaman biologinya. WWF mempromosikan Laut Sawu – yang terbentang dari Solor sampai Alor – untuk menjadi jaringan wilayah laut lindung yang baru dengan manajemen berbasis ekosistem yang lebih baik.***

Catatan:

– WWF bekerja sama dengan partner dan para stakeholder-nya dengan manajemen berbasis ekosistem (EBM-Ecosystem-Based Management) dari Laut Sawu. Laut Sawu sangat penting untuk perpindahan paus, penyu dan ikan tuna. Penghentian penangkapan ikan secara ilegal dan memakan daging dan penetasan telur penyu, serta membuatkan kawasan perlindungan laut merupakan bagian dari strategi konservasi. Untuk mencapainya, telah dikembangkan sebuah kelompok kerja multi-stakeholder untuk konservasi dan pengembangan masyarakat di wilayah Solor-Lembata-Alor dengan didukung oleh Gubernur. Di samping itu, kritera perencanaan konservasi dan kondisi untuk manajemen sumber daya alam yang baik sedang didiskusikan dengan para stakeholder, dan WWF melihat proyek Photovoices ini sebagai sarana partisipatif yang penting untuk proses ini.

– Photovoices merupakan sebuah proyek partisipatif umum yang menyediakan kamera kepada masyarakat setempat untuk mendokumentasikan nilai-nilai mereka terhadap alam dan budayanya sebagai cara untuk memberikan informasi dan mempengaruhi keputusan yang akan mempengaruhi kehidupan mereka. Photovoices memproduksi dokumentasi visual yang memberikan sudut pandang dari dalam yang penting untuk organisasi-organisasi konservasi dan pembuat keputusan di tingkat pemerintah, membantu menjamin suara-suara warga setempat akan dimasukkan ke dalam keputusan untuk penggunaan sumber-sumber daya alam dan pengembangan masyarakat. Di Cina, proyek Photovoices menyediakan hampir 300 kamera di 60 desa yang masih alami. Foto-foto mereka telah membantu memberikan masukan bagi pengambilan keputusan dan telah ditampilkan di berbagai laporan pers dan menjadi subyek sebuah pameran besar di American Museum of Natural History di New York. Proyek Photovoices di Lamalera ini merupakan yang pertama dari serangkaian proyek yang sedang dimulai di Indonesia, yang bekerja sama dengan WWF.

@

 

Taken from :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s