617 Napoleon kembali berenang bebas di TN Bunaken


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

21 Juni 2006

Pada akhir Februari, 617 ikan Napoleon kembali bebas berenang di wilayah Bunaken dan Pulau Gangga, Sulawesi Utara.  Kelompok ikan Napoleon ini dua kali lolos dari maut, dari meja makan konsumen Hongkong dan cairan formalin yang mematikan di pengadilan Manado.

mengantar ikan kembali ke habitatnya© WWF-Indonesia, 2006

ikan-ikan napoleon kembali berenang bebas dihabitatnya © WWF-Indonesia/

1 Februari 2006, merupakan saat yang bersejarah dalam kasus penyitaan ikan Napoleon di Manado.  Untuk pertama kali, 268 ekor Napoleon ikan sitaan kembali dilepas ke laut lepas di kawasan TN Bunaken, yaitu disekitar Pulau Nain, Pulau Bunaken dan pesisir utara Manado.  Lokasi pelepasan dinilai lebih aman dan jauh dari jangkauan para penangkap ikan illegal.“WWF Indonesia berterimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi Direktorat Polair Polda Sulut dan Balai Taman Nasional Bunaken yang berperan aktif dalam penyelesaian kasus Napoleon sitaan ini,”ungkap Angelique Batuna, Pimpinan Proyek Bunaken, WWF-Indonesia pada saat pelepasan.  Pemda Sulut melalui Lexy, dari Dinas Perikanan menyatakan komitmen terhadap upaya pelestarian sumber daya laut dan mendukung upaya konservasi yang dilakukan Balai TN Bunaken dan LSM,”Kami akan menindak tegas pelaku dan siapa pun yang terlibat”, tegasnya.

Sebelumnya, pengadilan Manado menyelesaikan kasus ikan sitaan dengan caranya sendiri dengan tidak melibatkan pihak lain. Biasanya Pengadilan Menado mengembalikan ikan hasil sitaan ke pemiliknya atau mengawetkan ikan dengan formalin untuk disimpan sebagai barang bukti. Pelepasan kembali dapat mengembalikan keseimbangan ikan napoleon di habitatnya.  

menunggu sejenak sebelum dilepaskan © WWF-Indonesia/Ida, 2006

Pengembalian ikan-ikan Napoleon yang masuk dalam daftar Appendix II CITES, ini dapat dilakukan berkat kerja sama antara banyak pihak.  Pelepasan dilakukan oleh Kasidakum Polair Polda Sulut AKP Batmanlussy, wakil dari Balai Taman Nasional Bunaken, WWF-Indonesia, Pemda Sulut, Dinas Perikanan, Dewan Taman Nasional Bunaken, disaksikan oleh masyarakat dan LSM setempat.Pelepasan ikan Napoleon gelombang pertama ini merupakan hasil sitaan dari keramba di perairan Pulai Nain, Taman Nasional Bunaken pada 14 Januari 2006. Sudah dua bulan ikan Napoleon berada di dalam keramba dan rencananya akan di jual ke Hongkong. Gelombang pelepasan kedua, dilakukan pada 22 Februari 2006.  Ikan Napoleon sebanyak 349 ekor hasil sitaan dari kapal pengumpul ikan segar yang akan menjualnya ke Hongkong, dilepas di sekitar Likupang. SK Dirjen PKKA, menetapkan ikan Napoleon di kawasan perairan di Sulawesi Utara tidak boleh ditangkap.

kapal pembawa kebebasan © WWF-Indonesia, 2006

Wilayah Bunaken merupakan wilayah yang penting untuk pemijahan ikan Napoleon. Terlebih lagi, dengan semakin menurunnya populasi ikan Napoleon di Indonesia karena maraknya penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan di Indonesia.  WWF-Indonesia optimis kerjasama antar para pihak dapat menjaga populasi Napoleon dan mengembalikan keseimbangan yang hampir hilang di perairan Bunaken.Walau pun terus dilakukan patroli, praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan kerap terjadi di TN Bunaken. Hal ini terjadi karena wilayah yang harus dijaga sangat luas, tidak seimbang dengan ketersediaan dana.  Menjadi penting untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, khususnya masyarakat sekitar dalam melakukan pengawasan dan pengamatan lokasi di Bunaken.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah melakukan peninjauan dan pengawasan bagi pemberian ijin perikanan, khususnya untuk praktek penangkapan ikan di TN Bunaken agar tidak melanggar UU. No. 5 tentang pelestarian sumber hayati Indonesia.

@

 

Taken from :WWF.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s