Dinamika Dan Status Kualitas Air Waduk Multi Guna Cirata


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PENGARANG : Yudhi Soetrisno GARNO
Abstract.

Cirata reservoir is one of three reservoirs in Citarum River that has several important functions as electric generator, flood control, irrigation, recreation area water supply (industry & household) and aquaculture. Lately it has been suggested that the water quality of Cirata reservoir decrease day by day due to increasing the activities of industry and aquaculture. This suggestion lead me to review the status and dynamics of water quality of Cirata reservoir. The results revealed that the Cirata reservoir heavily has been polluted by organic matter (especially from fish cage), and industry waste water. Organic matter polluter resulted in the reservoir water body become hypertrophic due to increasing nutrient concentrations, whereas industry waste water polluter resulted in increasing heavy metals (like Hg, Cd, Pb and Se) until the concentration was higher than the water quality standard for water drinking and fisheries. Indifference of this phenomenon will result in the Cirata become the biggest cesspool in the world; that will create various negative impacts, like the mass death of fish culture which sometimes have occurred in Cirata reservoir. This phenomenon was occurred due to stakeholders have exploited the reservoir resource without pay attention to the impact of their activities on the water quality of reservoir. In conclusion it could be suggested that to prevent sustaining water quality decrease, all stakeholders immediately have to discuss the problem and arrange an action plan to solve the problem.

Katakunci : kualitas air, yutrofikasi, Cirata
SUMBER :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, Vol.4, No.4 (Juli 2002), hal. 1-8 /HUMAS-BPPT/ANY
PENDAHULUAN

Waduk Cirata merupakan salah satu waduk yang dibangun di DAS Citarum, yang pada saat pembangunannya ditujukan sebagai pembangkit tenaga listrik. Waduk yang dibangun pada tahun 1988 ini berada pada ketinggian 221 m dari permukaan laut, mempunyai wilayah luas tangkap-an air 603.200 Ha, luas 6.200 Ha, kedalaman rata-rata 34,9 m dan volume 2.165 x 10 6 m 3 .

Seperti waduk-waduk lain, sejak menjadi genangan yang relatif permanen maka waduk Cirata merupakan badan air besar yang mempunyai karakteristik ekositem perairan umum yang memiliki berbagai potensi dibidang sosial-ekonomi; seperti sumber pengairan sawah, sumber air bersih industri, sumber air minum (MCK), tempat budidaya ikan, tempat rekreasi dan sarana perhubungan.

Secara umum tersirat bahwa sebagian besar dari berbagai potensi tersebut daya gunanya sangat tergantung pada kualitas badan air waduk; dimana jika kualitas air menurun/memburuk/ terpolusi maka potensi-potensi tersebut akan hilang dengan sendirinya. Berkenaan dengan hal tersebut maka mempertahankan kualitas air waduk pada kisaran kondisi yang mampu mendukung berbagai kegiatan sangat diperlukan. Ini berarti bahwa segala bentuk proses perubahan kearah pemburukan/ penurunan kualitas badan air waduk Cirata harus dihindarkan. Proses pemburukan/penurunan kualitas air inilah yang biasa dikenal sebagai pencemaran air.
KESIMPULAN DAN SARAN.

Menelusuri uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa waduk Cirata saat ini telah tercemar berat oleh nutrien, yang utamanya disebabkan oleh buangan organik dari kegiatan budidaya ikan dengan KJA. Akibat pencemaran ini telah menjadikan waduk Cirata sebuah badan air yang hipertrofik, yang dalam pemanfaatan fungsinya dapat menimbulkan kontraproduktif, seperti kematian masal ikan yang terjadi medadak

Pembiaran proses pencemaran nutrien ini akan menghantarkan waduk Cirata menjadi “Comberan Raksasa” yang tidak layak untuk kegiatan apapun. Selain oleh nutrien, badan air waduk Cirata juga pernah tercemar oleh beberapa logam berat yang berbahaya bagi kesehatan seperti Hg, Cd, Pb dan Se. Pencemaran oleh logam berat ini telah mengakibatkan konsentrasi logam berat tersebut dibeberapa tempat melebihi batas konsentrasi yang diijinkan bagi bahan baku air minum (Gol. B) dan media budidaya perikanan serta perternakan (Gol. C).

Pencemaran logam berat ini belum banyak dipermasalahkan seperti pencemaran nutrien karena secara visual dampaknya tidak nampak pada badan air. Meskipun demikian pembiaran pencemaran ini akan dapat berdampak besar jika kesadaran pengguna produk-produk badan air waduk Cirata menyadarinya.

Kedua kesimpulan tersebut mengisaratkan bahwa tanpa usaha menghentikan sumber pencemarnya maka pencemaran tetap akan terjadi dan tinggal menunggu saatnya waduk Cirata kehilangan semua potensinya. Untuk itu maka diperlukan sebuah infrastruktur kelembagan yang sanggup melaksanaan kesepakatan bersama (lintas sektoral dan lintas wilayah) dalam pengelolaan waduk Cirata secara berkelanjutan. Dengan kelembagaan yang tunggal maka dapat diharapkan akan dapat muncul rencana detail tata ruang ekosistem waduk, perairan dan kesepakatan-kesepakatan lain seperti batas jumlah maksimal keramba, dan pembuangan limbah.

@

 

Source :iptek.net.id

Categories AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s