Juklak Konstruksi dan Perawatan Kapal Kayu


02/02/06 – Lain-lain: Kapal Perikanan & Alat Penangkap Ikan-dkp.go.id


Penyusunan juklak Konstruksi dan Perawatan kapal kayu bertujuan menciptakan standardisasi konstruksi rancang bangun kapal perikanan yang baku untuk dapat digunakan oleh para nelayan khususnya nelayan – nelayan kapal perikanan skala kecil (di bawah 30 GT), sebagai salah satu upaya untuk dapat meningkatkan produktifitas usaha penangkapan di sentra-sentra penangkapan ikan di Indonesia.

Penyusunan juklak ini mempunyai acuan dari :

  1. Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia;
  2. Rancangan Surat Keputusan Kapal Perikanan;
  3. Basic desain kapal Perikanan;
  4. Pedoman umum pembangunan kapal perikanan;
  5. Spesifikasi kapal Perikanan;
  6. Pedoman klasifikasi kapal perikanan;
  7. Surat Edaran Direktur Jenderal Perikanan Tangkap.
    Ruang lingkup materi juklak ini meliputi istilah dan definisi konstruksi dan perawatan kapal kayu, jadwal dan jenis perawatan kapal kayu, serta teknik-teknik perawatan kapal kayu dan sistem perawatan kapal kayu.

Periode Perawatan Kapal Penangkap Ikan :

1.
Perawatan Rutin
 
Perawatan rutin adalah perawatan kontruksi kapal yang dilakukan setiap hari secara teratur yang meliputi kontruksi kapal yang berada diatas permukaan air laut. Pekerjaan yang termasuk di dalam kegiatan perawatan rutin yaitu :
 
  • Pembersihan dan pengecatan kontruksi kapal;
  • Pendempulan dan pemakalan kampuh kapal yang rusak;
  • Perbaikan bagian kontruksi yang rusak.
2.
Perawatan Periodik
 
Perawatan periodik adalah perawatan kontruksi kapal khususnya kapal kayu dilakukan setiap periode waktu enam bulan yang meliputi kontruksi kapal yang berada dibawah permukaan air laut.
Untuk perwatan periodik kapal kayu harus dilakukan docking kapal ada dua cara pengedokan kapal yaitu
 
a.
Pengedokan kapal secara mekanis
 
b.
Pengedokan kapal secara tradisonal
   
Pengedokan kapal dengan cara tradisional ditentukan oleh tinggi rendahnya pasang surut didaerah sekitar galangan kapal. Apabila perbedaan pasang surut cukup tinggi maka kapal cukup dikandaskan pada daratan dan selanjutnya dipasang balok penyangga pada lambung kanan-kiri kapal agar kapal tetap dalam posisi tegak harus diperhatikan dalam pengedokan dilakukan secara tradisonal yaitu dasar perairan harus berupa pasir atau lumpur.
3.
Docking Besar
Docking besar adalah merupakan perawatan kapal penangkap ikan yang dikerjakan diatas kapal dan di darat khususnya galangan kapal rakyat yang mencakup seluruh kapal, antara lain:
Kasko kapal
Mesin kapal
Mesin bantu kapal
Alat keselamatan
Alat navigasi
Lampu Penerangan
As dan baling – baling
Daun dan as kemudi


Sumber: Keg. Direk. Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Th. 2005



2 thoughts on “Juklak Konstruksi dan Perawatan Kapal Kayu

  1. Salam….mitrausahakapal

    “Laut kita….., Harta Karun Kita ”
    (Kemitraan usaha kapal tangkap ikan pertama di Indonesia)

    Secara geografis 2/3 wilayah indonesia adalah laut.
    Lebih dari 30% populasi ikan di dunia tumbuh di lautan Indonesia.
    Mari kita bersama ciptakan kemakmuran dengan hasil laut kita.

    Kami membuka peluang kepada masyarakat untuk memiliki usaha kapal tangkap ikan.

    Konsultasi:
    Ario Praswandaru (08123273163)
    http://www.mitrausahakapal.com
    email. mitrausahakapal@yahoo.com
    http://mitrausahakapal.indonetwork.co.id/prod

    Marketing office:
    Perum dosen ITS Blok T-47 Sukolilo – Surabaya 60111

  2. Di mana bisa saya dapatkan info galangan kapal kayu berkapasitas muatan 750 ton……di daerah sulawesi selatan dan sekitarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s