You are currently browsing the category archive for the ‘Uncategorized’ category.


Meski hanya memenangkan juara ke III karyanya bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari
Kamis, 24 Juni 2010, 12:40 WIB

Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

Minyak Zaitun (corbis.com)

VIVAnews - Limbah tak selamanya identik dengan sampah. Ternyata limbah juga bisa diolah menjadi bahan baku bermanfaat yang bisa digunakan kembali.

Hal ini pun dimanfaatkan oleh tiga siswi dari SMAN 2, Kandangan, Kalimantan Selatan. Dalam ajang  Lo’real Girls Science Camp, sebuah kompetisi sains bergengsi bagi remaja putri SMA, tiga gadis ini membuat suatu penelitian dari limbah ikan yang dijadikan minyak goreng non kolesterol.

Meski penelitiannya hanya memenangkan juara ke III dari 15 finalis yang lolos, karyanya bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengganti minyak sayur. Mau tahu bagaimana proses pengolahannya?

Tiga siwsi, Aulia, Rahmi dan Ernita memanfaatkan limbah ikan tauman yang banyak hidup di perairan Asia Tenggara, seperti Kalimantan. Setiap tahunnya terdapat 46,7 ton limbah isi perut ikan tauman. Sebelum merusak lingkungan, ketiga siswi ini melakukan eksperimen memanfaatkan kembali limbah isi perut ikan tauman sebagai minyak goreng bebas kolesterol. Baca entri selengkapnya »


Ini bukanlah peristiwa yang pertama kalinya.
Sabtu, 21 Agustus 2010, 06:49 WIB

Finalia Kodrati

Dua aktivis memandangi puluhan bangkai ikan paus di Selandia Baru (AP Photo/New Zealand Herald, Steven McNicholl)

VIVAnews – Sekitar 60 ikan paus mati di sebuah pantai di Selandia Baru. Ikan Paus itu mati setelah terdampar di pantai tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Carolyn Smith dari Departemen Perlindungan Alam Selandia Baru. Carolyn mengumumkan bahwa lebih dari 60 ikan paus ditemukan mati di Pantai Kaitaia di Selandia Baru. Ikan paus itu tak dapat diselamatkan karena regu penyelamat tak cukup waktu untuk bisa menyelamatkan paus-paus itu.

Carolyn menduga ikan-ikan itu sebelumnya terdampar terlebih dahulu. Dia yakin akibat terdampar itu membuat mereka tak bisa bertahan hidup. Demikian seperti dilansir dari allvoices, Sabtu 21 Agustus 2010.

Carolyn menambahkan sebenarnya ada sekitar 73 ikan paus yang terdampar tetapi ada beberapa diantara ikan-ikan itu yang menyelamatkan diri dengan kembali ke laut.

Departemen Perlindungan Alam itu menjelaskan ikan paus jenis pilot itu terdampar sejak Kamis malam kemarin. Baca entri selengkapnya »


Dua bulan lalu, seekor ikan puas tutul berbobot 10 ton terdampat di kawasan pesisir Pantai Pamayangsari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya yang sempat menghebohkan warga dan dagingnya dicacah. Kali ini, seekor ikan pari berbobot sekitar 500 kg berhasil ditangkap para nelayan di Pantai Pamayangsari dan sempat menjadi tontonan warga. Karena baru ini kali menangkat ikan pari yang ukurannya cukup besar. ”Bahkan, ikan bersirip lebar itu sampai-sampai harus diangkut dengan mobil derek, karena bobotnya mungkin lebih 500 kg.Warga pun banyak yang penesaran ingin melihat ikan pari raksasa,” ujar Rahmat Effendi. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi membenarkan penangkapan ikan pari seberat 500 kg oleh para nelayan. Baca entri selengkapnya »


Dalam berwirausaha khususnya usaha toko pancing membuat prospek yang menjanjikan. Hal ini tentu tak lepas dari seberapa bisa kita mengelola suatu usaha sehingga menjadi maju dan sukses.
Jogja – Mancing Mania (MM), setelah mengikuti jalannya lomba mancing pasiran yang diadakan oleh Jogja Fishing Community (JFC), MM melanjutkan ke arah kota jogja untuk mengetahui Omah Pancing yang beralamat lengkap di Taman KT I, 430, Yogyakarta.
Tatang selaku pemilik mengatakan bahwa Omah Pancing baru ada sejak satu setengah tahun yang lalu dan hingga kini untuk mencari lokasi Omah Pancing tidaklah sulit. Mengawali debut sebagai pemilik Omah Pancing, Tatang terlebih dahulu bekerja pada toko pancing terkemuka di Jogja hingga dua kail pindah hingga tiga tahun lima bulan.
Begitu dinilai saat yang tepat untuk menjalankan sendiri usaha toko pancing maka terbentuklah Omah Pancing. Omah pancing sendiri awalnya hanya mengerjakan pembuatan timah untuk kebutuhan mancing di laut. Banyaknya permintaan dari hasil produksi timah, Tatang mencoba menjual piranti pancing untuk mendukung usaha yang digelutinya.
Dari hanya ada satu etalase yang menghiasi Omah Pancing dengan berbagai pinti pancing yang dijual sudah membuat bangga pada diri Tatang. “Walau dulu hanya ada satu etalase yang dipenuhi berbagai piranti pancing saya sangat senang sekali,” Ujat Tatang.
Kini Piranti yang ditawarkan di Omah Pancing terhitung sudah komplit dan keberadaan Omah Pancing juga sudah mulai banyak dilirik dan dikenal para mania yang ingin belanja di Omah Pancing. Baca entri selengkapnya »


Hingga kini, tujuh dari 12 spesies ikan yang baru ditemukan pada 2008 silam di perairan Nusa Penida, Bali belum diberi nama.

“Ada 12 spesis ikan yang kami temukan, dari jumlah itu lima diantaranya sudah bisa diberi nama, tujuh lainnya sampai saat ini belum diberi nama karena masih dalam kajian,” ujar Ketut Sarjana Putra, Direktur Program Marine Conservation International Indonesia, di Denpasar, Jumat (16/7) pagi.

Menurut Sarjana Putra, spesies ikan baru ini para ahli ikan karang dunia saat melakukan penelitian di bawah laut pada kedalaman 35 meter di sekitar Pantai Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Kelima spesies yang telah dinamai masing masing Chromis sp., Priolepis 33 sp., Priolepis 11 sp, Pseudochromis sp., dan Trimma sp.

Penamaan spesies ikan ini dengan identifikasi sangat detil mulai bentuk dan besaran tubuh, jumlah sisik, duri hingga bentuk mulutnya.

“Sesuai konvensi internasional penamaan ikan ini merupakan hak penemunya,” ujar Sarjana Putra yang ditemui disela program reporting trips konservasi ekosistem dan biodiversity Bali yang digelar Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar.

Ikan ikan langka ini ditemukan para peneliti dan akademisi dalam program Marine Rapid Assessment 2008. Baca entri selengkapnya »


Perusahaan Umum Jasa Tirta I melarang pengusahaan budidaya ikan tawar dengan sistem jaring sekat di perairan Bendungan Sutami, yang berlokasi di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kepala Hubungan Masyarakat Perusahaan Umum Jasa Tirta I, Wahyu Dutonoto, mengatakan jaring-jaring sekat sangat mengganggu perawatan bendungan, mengganggu pengerukan sedimentasi. ’’Juga mengganggu fungsi bendungan untuk kepentingan yang lebih luas, yakni pemenuhan kebutuhan air baku mutu bagi warga Jawa Timur,’’ katanya kepada Tempo, Kamis (3/7).
Wahyu mengaku ada ratusan peternak ikan di Kecamatan Sumberpucung, Kalipare, dan Pagak, yang selama ini sudah melakukan budidaya dengan sistem jaring sekat, minta diijinkan untuk meneruskan usahanya. ’’Sampai saat ini, memang belum ada yang mengajukan izin jaring sekat. Kami sudah melarang, tapi kenyataannya ratusan jaring sekat di sana tetap beroperasi,’’ katanya. Untuk tindak lanjutnya, pihaknya sudah membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten Malang.
Ada sekitar 400 pengusaha budidaya ikan tawar dengan sistem jaring sekat mulai dari hulu hingga hilir perairan Sutami. Papan larangan sudah dipasang. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi, melakukan pendekatan persuasif agar mereka sudi meninggalkan usahanya.
Wahyu menegaskan, warga tidak dilarang mencari ikan di perairan Bendungan Sutami. Tapi hanya memanfaatkan ikan yang sudah ada.

Tempointeraktif.com,03 Juli 2008


Tuna merupakan salah satu jenis ikan yang berkelompok dan selalu berenang secara bersamaan dengan memiliki bobot ikan yang bervariasi. Memperoleh hasil tangkapan tuna inilah yang dapat membuat para mania mencoba mencari sensasi tersendiri.

Bagi para mania mancing kawakan, memancing tuna dengan teknik trolling ternyata masih dapat menghasilkan tangkapan yang kali ini akan diuraikan beberapa trik mancing tuna dengan teknik trolling.
Teknik mancing trolling dengan menggunakan umpan buatan/ lure trolling, dimana suatu teknik memancing dengan cara membentangkan umpan buatan di ujung tali senar yang ditarik dengan perahu berjalan dimaksudkan demi menarik perhatian ikan sasaran dengan kecepatan berjalan perahu yang konstan pada 7 – 10 knot.

Beberapa corak warna yang bisa digunakan pada lure/ umpan buatan pilihan para mania, seperti warna hijau gelap, hitam, ungu, kuning, merah dan hot pink/ merah muda. Penggunaan umpan lure ini dengan cara mengkombinasikan warna-warna umpan tersebut demi mencari ikan sasaran.

Teknik lainnya yang juga dapat digunakan dengan menggunakan teknik trolling adalah dengan cara menggunakan umpan hidup/ live bait dan juga menggunakan umpan mati/ death lure. Dengan mengkombinasikan dua jenis umpan ini pun juga dapat memberikan respon positif dengan hasil yang baik.

Umpan hidup dan juga umpan mati yang digunakan seperti ikan ekor kuning serta meckarel ternyata cukup handal menarik perhatian tuna yang cara penggunaannya adalah dengan teknik trolling sejauh 40 – 50 meter dan mengapungkannya dalam 2 (dua) ujung tali senar serta posisikan umpan di kedalaman 8 – 10 meter di bawah permukaan air.

Memancing tuna dengan menggunakan teknik trolling ternyata memiliki sensasi tersendiri bagi para mania yang berburu jenis ikan tersebut yang dikarenakan tuna memiliki tenaga yang dahsyat saat bertarung terlebih dengan beberapa jenis tuna seperti tuna sirip kuning maupun biru dan juga berbobot besar.
mancingmania.com,28 October 2010.


Para peneliti Australia dan Indonesia hingga kini belum berhasil memberi nama tujuh spesies ikan langka yang ditemukan di Pantai Pulau Nusa Penida, Bali, pada 2008.

“Ada 12 spesies ikan yang kami temukan dari jumlah itu, lima di antaranya sudah bisa diberi nama, tapi tujuh lainnya sampai saat ini masih dalam kajian,” ujar Direktur Program Marine Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra di Denpasar, Jumat (16/7).

Menurut Sarjana, spesies ikan langka tersebut ditemukan para ahli ikan dunia saat melakukan penelitian di bawah dasar laut di kedalaman 35 meter di sekitar Pantai Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Kelima spesies yang telah dinamai itu masing masing, pseudocrhonis, prolepis, triammia SP, priolepis 1, priolepis 2 dan chromise. Penamaan ikan ikan tersebut dengan identifikasi sangat detil mulai bentuk dan besaran tubuh, jumlah sisik, duri hingga bentuk mulutnya.

“Sesuai konvensi internasional penamaan ikan itu merupakan hak penemunya,”ujar Sarjana dalam program reporting trips” konservasi ekosistem dan biodiversity Bali yang digelar LSM Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau “Society of Indonesian Environmental Journalist
(SIEJ dan Aliansi Jurnalis Independen AJI Denpasar).

Ikan-ikan langka tersebut ditemukan para peneliti dan akademisi dalam Program Marine Rapid Assessment. “Spesies ikan tersebut merupakan hybrid atau percampuran ikan pasifik dan samudra Hindia (Indonesia),” papar dia.

Dikatakan, munculnya ikan tersebut juga merupakan percampuan telur ikan dari kedua kawasan itu yang akhirnya melahirkan spesies baru. “Kelima spesies ikan ini sebagian besar merupakan jenis ikan karang yang berukuran kecil dengan pola warna yang unik,” sambungnya.

Dari pengamatan Sarjana, potensi perairan Nusa Penida sangat memiliki kekayaan dan karagaman bahari, mengingat kawasan tersebut berada di antara dua samudra, India dan Pasifik.

Yang menarik, sambung Sarjana, kemunculan spesies ikan langka tersebut kenapa justru ditemukan di Bali padahal spesis ini dinamai di Australia.

“Jadi bagaimana bisa spesies ikan itu bisa sampai da di Bali sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Ini yang masih menjadi pertanyaan para ilmuwan,” ujarnya.

Semula kedatangan para peneliti di Nusa Penida pada bulan November 2008 guna menginventarisasi potensi keanekaragaman karang, ikan karang, moluska, ekinodermata serta kondisi oseanografi di zperairan Nusa Penida. Dalam penelitian tersebut mereka justru dikejutkan dengan penemuan spesies-spesies ikan baru tersebut.

Media Indonesia.COM, 16 Juli 2010


Ikan paus berukuran delapan meter terdampar di Dermaga Pelabuhan Jayapura, Papua, akibat ditabrak oleh kapal penumpang Gunung Dempo saat hendak akan berlabuh di pelabuhan, Senin (6/12). Ikan raksasa ini terseret sejauh satu kilometer oleh kapal /ingga ke tepi dermaga.

Diduga ikan paus masuk dalam baling baling saat kapal dalam keadaan melaju. Ikan yang sudah tewas ini langsung ditarik oleh nelayan ke tepi laut. Hal ini sempat menjadi tontonan penumpang kapal yang turun serta puluhan warga Jayapura karena fenomena ini jarang terjadi.

liputan6.com,06/12/2010


Sejak sepekan terakhir, perairan Pantai Bentar di Probolinggo, Jawa Timur, kedatangan sekawanan hiu paus atau whale shark. Mereka berenang-renang di lautan yang berjarak kurang lebih 1 mil laut dari bibir pantai.

Kehadiran hiu paus atau yang kerap disebut warga dengan sebut hiu tutul itu merupakan fenomena menarik yang terjadi setiap tahunnya. Meski berukuran besar dengan panjang hampir lima meter, hiu-hiu itu nampak jinak dan tidak agresif seperti jenis hiu lainnya.

Menurut para nelayan serta warga sekitar, Selasa (14/12), hiu paus yang terlihat itu berjumlah lebih dari 25 ekor. Mereka hanya berenang-renang dan tidak menyerang para nelayan yang sedang mencari ikan.

Diperkirakan, hiu tersebut bermigrasi dari perairan Laut Australia karena perubahan cuaca dan mencari persediaan makanan berupa plankton. Menurut pengelolah objek wisata Pantai Bentar, kehadiran sekawanan hiu itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, keberadaan hiu paus akan berlangsung selama beberapa pekan. Biasanya kehadiran kawanan hiu menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah wisatawan.

liputan6.com,15/12/2010

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 3,417,677 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

Mei 2013
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Tulisan Terkini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.